Salin Artikel

Waskita Karya Dorong Percepatan Proyek Sekolah Rakyat di Jatim, Hampir 4.000 Pekerja Kerja Siang dan Malam

KOMPAS,com - Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk Muhammad Hanugroho memastikan pengerjaan Sekolah Rakyat (SR) di Jawa Timur (Jatim) oleh Perseroan terus dikejar. Baginya gedung ini bukan proyek biasa, tapi penentu masa depan bangsa.

Ia menyatakan, Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pemerataan akses pendidikan yang layak dan berkualitas

"Pengerjaan ini bukan sekadar menyelesaikan pembangunan proyek, tapi juga investasi jangka panjang untuk anak-anak Indonesia dalam mendukung proses belajar mengajar yang merupakan penentu masa depan bangsa," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (30/4/2026).

Hal tersebut dikatakan Muhammad Hanugroho saat bersama Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko meninjau langsung ke sejumlah lokasi proyek Sekolah Rakyat (SR) di Jatim.

Seperti diketahui, Waskita Karya dipercaya mengerjakan lima SR di Jatim, mulai dari Kabupaten Gresik, Jombang, Sampang, Tuban, hingga Kota Surabaya.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menambahkan, tim di lapangan berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan SR secepat mungkin dengan tetap memperhatikan standar mutu dan keamanan kerja. Mereka bekerja siang dan malam bergantian tanpa kenal lelah.

"Dedikasi tinggi dan kerja keras ratusan pekerja menjadi ujung tombak keberhasilan proyek. Bagi mereka menyukseskan Program Prioritas Pemerintah ini merupakan tujuan utama," kata dia.

Dirinya menyebutkan, SR di JaTim dikerjakan oleh hampir 4.000 orang. Termasuk di dalamnya tenaga kerja lokal.

"Ke depannya kami akan terus menyerap tenaga kerja lokal lebih banyak lagi untuk menyelesaikan proyek. Dengan begitu tidak hanya menghadirkan manfaat luas bagi sosial ekonomi, tapi juga menggerakkan sektor informal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelas Ermy.

Secara keseluruhan, realisasi pembangunan proyek itu telah menembus 45,5 persen. Ditargetkan, pertengahan tahun 2026 ini sudah rampung dan bisa segera digunakan.

Sesuai arahan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), seluruh pembangunan SR Tahap II harus sudah siap digunakan saat tahun ajaran baru pada Juli mendatang.

Upaya percepatan tersebut ditegaskan pula oleh Menteri PU Dody Hanggodo dalam rapat koordinasi bersama tujuh BUMN Karya sebagai kontraktor pelaksana.

Dody menyatakan, pembangunan SR merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan modern.

Ia mendorong percepatan penyelesaian berbagai kendala teknis di lapangan, mulai dari akses konstruksi, mobilisasi material, kebutuhan tenaga kerja serta kesiapan infrastruktur pendukung guna memastikan seluruh tahapan proyek pembangunan dapat berjalan sesuai target.

"Tetap utamakan kualitas dalam pembangunannya. Baik dari segi material maupun struktur bangunannya, karena bangunan sekolah ini harus bisa bertahan untuk dimanfaatkan minimal selama 20 tahun,” tutur dia.

Sebelumnya, Dody juga sudah melihat langsung lokasi pengerjaan SR di Surabaya. Ia memuji hasil kerja Waskita Karya yang dinilai cepat dan mengedepankan kualitas.

"Waskita (hasil kerjanya) ini bagus. Terima kasih Pak Katsaker mudah-mudahan sebelum Juni 2026 selesai," katanya.

https://nasional.kompas.com/read/2026/04/30/16344901/waskita-karya-dorong-percepatan-proyek-sekolah-rakyat-di-jatim-hampir-4000

Terkini Lainnya

Reformulasi MBG: Selamat Datang Kantin Sekolah
Reformulasi MBG: Selamat Datang Kantin Sekolah
Nasional
Diisukan Dapat Kursi Penasihat Presiden, Said Iqbal Bawa Misi Kesejahteraan Buruh
Diisukan Dapat Kursi Penasihat Presiden, Said Iqbal Bawa Misi Kesejahteraan Buruh
Nasional
Revisi UU Politik, Bom Waktu Kegagalan Demokrasi
Revisi UU Politik, Bom Waktu Kegagalan Demokrasi
Nasional
Pengakuan Sony Sanjaya soal 'Tekanan' Banyak Tokoh dalam Pengaturan Titik Dapur MBG
Pengakuan Sony Sanjaya soal "Tekanan" Banyak Tokoh dalam Pengaturan Titik Dapur MBG
Nasional
Pigai Usul Sipil Bisa Masuk Polri, Kapolri: Kita Beri Ruang untuk ASN
Pigai Usul Sipil Bisa Masuk Polri, Kapolri: Kita Beri Ruang untuk ASN
Nasional
Said Iqbal Mengaku Sejak Pekan Lalu Ditawari Kursi Penasihat Prabowo
Said Iqbal Mengaku Sejak Pekan Lalu Ditawari Kursi Penasihat Prabowo
Nasional
Dasco: Revisi UU Ketenagakerjaan Baru Tak Hanya Bergantung DPR
Dasco: Revisi UU Ketenagakerjaan Baru Tak Hanya Bergantung DPR
Nasional
Kemlu: Korban Penusukan Sesama WNI di Jepang Berstatus Pekerja Migran
Kemlu: Korban Penusukan Sesama WNI di Jepang Berstatus Pekerja Migran
Nasional
Hadir di ILC Ke-114, Menaker Yassierli Akan Suarakan Isu Perlindungan Pekerja dan Dunia Usaha
Hadir di ILC Ke-114, Menaker Yassierli Akan Suarakan Isu Perlindungan Pekerja dan Dunia Usaha
Nasional
Kelakar Kapolri Ingin Mendemo Menteri Jumhur Hidayat: Gantian
Kelakar Kapolri Ingin Mendemo Menteri Jumhur Hidayat: Gantian
Nasional
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pertamina Tanam Pohon dan Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pertamina Tanam Pohon dan Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah
Nasional
Silmy Karim Tersangka, Menko Yusril Jamin Tak Ada Lagi Jalur Cepat Izin WNA
Silmy Karim Tersangka, Menko Yusril Jamin Tak Ada Lagi Jalur Cepat Izin WNA
Nasional
Mensos: 93 Gedung Permanen Sekolah Rakyat Dibangun, Tahun Depan 100 Unit
Mensos: 93 Gedung Permanen Sekolah Rakyat Dibangun, Tahun Depan 100 Unit
Nasional
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan Bali: 1 Tambah 7 adalah 8, Angka Baik
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan Bali: 1 Tambah 7 adalah 8, Angka Baik
Nasional
KSPSI: Said Iqbal Bakal Dilantik Jadi Penasihat Prabowo Besok
KSPSI: Said Iqbal Bakal Dilantik Jadi Penasihat Prabowo Besok
Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com