Salin Artikel

Presiden Prabowo: Hilirisasi Kunci Kebangkitan dan Kemakmuran Bangsa

KOMPAS.com – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa hilirisasi industri menjadi salah satu jalan menuju kebangkitan bangsa Indonesia sekaligus upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Penegasan tersebut disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada groundbreaking proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

“Yang kita lakukan di banyak bidang dalam tahun pertama pemerintahan yang saya pimpin adalah memperkuat fondasi yang telah dibangun oleh para presiden terdahulu, dari presiden pertama hingga presiden ketujuh. Saya tegaskan, kebangkitan suatu bangsa atau nation building, serta keberhasilan suatu bangsa merupakan perjalanan panjang dan tidak ringan,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (30/4/2026).

Prabowo juga mengingatkan bahwa perjalanan bangsa Indonesia tidak terlepas dari dinamika global yang memengaruhi kondisi ekonomi nasional.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya nasionalisme, persatuan, dan cinta Tanah Air sebagai fondasi utama dalam membangun kekuatan bangsa.

“Saya meyakini, berdasarkan pelajaran dari sejarah perkembangan dunia, satu-satunya jalan menuju kebangkitan bangsa adalah nasionalisme, cinta tanah air, dan persatuan nasional,” katanya.

Lebih lanjut, Prabowo menyoroti sejarah panjang eksploitasi sumber daya alam (SDA) Indonesia oleh kekuatan asing yang datang ke Nusantara karena kekayaan alamnya.

“Yang ingin dikuasai adalah kekayaan, resources. Kekuatan-kekuatan besar dunia pada saat itu datang ke Nusantara ratusan tahun yang lalu karena Nusantara kaya. Mereka datang ke sini untuk mencari dan menguasai kekayaan,” lanjutnya.

Dalam konteks tersebut, Prabowo menekankan bahwa keberanian bangsa untuk mengelola sumber daya alam secara mandiri menjadi kunci untuk mencapai kemakmuran. Tanpa keberanian tersebut, suatu bangsa akan terus tertinggal.

“Bangsa yang diberi karunia luar biasa, tetapi tidak mampu dan tidak berani mengelolanya, akan tetap miskin. Salah satu bentuk keberanian adalah kemampuan bangsa untuk menguasai dan mengolah sumber daya di negerinya sendiri,” ucap Prabowo.

“Hilirisasi adalah jalan utama bagi kita untuk mencapai kemakmuran,” tandasnya.

Melalui hilirisasi, pemerintah mendorong Indonesia melangkah menuju masa depan sebagai kekuatan ekonomi global berbasis sumber daya, ditopang industri, serta berakar pada persatuan bangsa.

https://nasional.kompas.com/read/2026/04/30/12390021/presiden-prabowo--hilirisasi-kunci-kebangkitan-dan-kemakmuran-bangsa

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com