Salin Artikel

Perkuat Kepedulian dan Gotong Royong, InJourney Airports Gelar Sobat Aksi Ramadan 2025 di Sumbar

KOMPAS.com – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengadakan program Sobat Aksi Ramadan 2025 di Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Program tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian dan gotong royong untuk memberi dampak positif bagi masyarakat, terutama pada bulan suci Ramadhan.

Program yang diinisiasi Kementerian BUMN itu bertujuan berbagi kebahagiaan dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sebagai operator Bandara Internasional Minangkabau Padang, InJourney Airports menggelar kegiatan tersebut di Yayasan Pesantren Takhassus Dar El Iman, Nanggalo, Padang, yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan.

Direktur Utama (Dirut) InJourney Airports, Faik Fahmi menegaskan, program Sobat Aksi Ramadan 2025 bertujuan memperkuat nilai gotong royong, kepedulian, dan solidaritas antara BUMN dan masyarakat.

"Melalui Sobat Aksi Ramadan, kami ingin berbagi kebahagiaan dan membantu mereka yang membutuhkan, menciptakan dampak sosial yang nyata, serta manfaat yang langsung dirasakan masyarakat," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (21/3/2025).

Program tersebut, lanjut dia, juga sejalan dengan misi Asta Cita ke-8, yaitu memperkuat harmoni sosial dan meningkatkan toleransi antarumat beragama.

Melibatkan pekerja muda 

Direktur Human Capital InJourney Airports, Achmad Syahir menambahkan, program Sobat Aksi Ramadan turut melibatkan para pekerja muda di perusahaan.

"Partisipasi pekerja muda diharapkan dapat menumbuhkan budaya perusahaan yang lebih baik dengan meningkatkan empati dan kepedulian sosial terhadap sesama," jelasnya.

General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono mengungkapkan, program Sobat Aksi Ramadan disalurkan dalam berbagai bentuk bantuan.

Bantuan yang dimaksud, antara lain 225 paket sembako, 150 meter karpet masjid, dan peralatan kebersihan.

“Kami juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan mata gratis bagi para santri. Para relawan dan santri turut bergotong royong membersihkan masjid, kelas, serta lingkungan pesantren, termasuk melakukan perbaikan sarana umum,” jelas Dony.

https://nasional.kompas.com/read/2025/03/21/19174491/perkuat-kepedulian-dan-gotong-royong-injourney-airports-gelar-sobat-aksi

Terkini Lainnya

Komdigi: TikTok Telah Patuhi Aturan PP Tunas soal Pembatasan Usia 16 Tahun
Komdigi: TikTok Telah Patuhi Aturan PP Tunas soal Pembatasan Usia 16 Tahun
Nasional
Faizal Assegaf Laporkan Jubir KPK Soal Pencemaran Nama Baik
Faizal Assegaf Laporkan Jubir KPK Soal Pencemaran Nama Baik
Nasional
Eks Pejabat Sebut Chromebook Era Nadiem Didesain Bisa Diakses Daerah Terpencil
Eks Pejabat Sebut Chromebook Era Nadiem Didesain Bisa Diakses Daerah Terpencil
Nasional
Fakta di Balik Rumor Akses Bebas Ruang Udara untuk AS
Fakta di Balik Rumor Akses Bebas Ruang Udara untuk AS
Nasional
Mengenal MDCP, Kesepakatan Baru Menhan RI dan AS di Bidang Pertahanan
Mengenal MDCP, Kesepakatan Baru Menhan RI dan AS di Bidang Pertahanan
Nasional
Sambil Menangis, Aboe Bakar PKS Minta Maaf Tuding Ulama Terlibat Narkoba di Madura
Sambil Menangis, Aboe Bakar PKS Minta Maaf Tuding Ulama Terlibat Narkoba di Madura
Nasional
Kata KPK soal Sekjen DPR Indra Iskandar Menang Praperadilan dan Status Tersangka Gugur
Kata KPK soal Sekjen DPR Indra Iskandar Menang Praperadilan dan Status Tersangka Gugur
Nasional
Presidential Threshold Nol Persen Bakal Akhiri Era Koalisi Gemuk?
Presidential Threshold Nol Persen Bakal Akhiri Era Koalisi Gemuk?
Nasional
Indonesia Larang Praktik Peragaan Gajah Tunggang di Area Konservasi
Indonesia Larang Praktik Peragaan Gajah Tunggang di Area Konservasi
Nasional
Kemenhan Tegaskan Izin Lintas Udara Pesawat Militer AS Tidak Masuk Kesepakatan MDCP
Kemenhan Tegaskan Izin Lintas Udara Pesawat Militer AS Tidak Masuk Kesepakatan MDCP
Nasional
ADB dan FTSE Russell Beri Sinyal Positif, Investor Global Percaya Fundamental RI
ADB dan FTSE Russell Beri Sinyal Positif, Investor Global Percaya Fundamental RI
Nasional
Sidang Korupsi Chromebook, Saksi Ungkap Mekanisme Pengembangan Platform Pendidikan
Sidang Korupsi Chromebook, Saksi Ungkap Mekanisme Pengembangan Platform Pendidikan
Nasional
Investasi Rp 497 Triliun Masuk RI, 627.000 Orang Terserap ke Lapangan Kerja Baru
Investasi Rp 497 Triliun Masuk RI, 627.000 Orang Terserap ke Lapangan Kerja Baru
Nasional
Kasus FH UI, JPPI: Paradoks Pusat Belajar Hukum dan Keadilan Jadi Tempat Kekerasan Seksual
Kasus FH UI, JPPI: Paradoks Pusat Belajar Hukum dan Keadilan Jadi Tempat Kekerasan Seksual
Nasional
Menhaj soal Wacana War Ticket Haji: Kalau Prematur, Kita Hentikan
Menhaj soal Wacana War Ticket Haji: Kalau Prematur, Kita Hentikan
Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com