Salin Artikel

Rumah Politik Ridwan Kamil

Golkar dan RK memiliki irisan spirit yang tebal. Golkar adalah partai lintas ideologi. Semangat utama pendirian partai ini adalah untuk mengatasi pelbagai kecenderungan ideologis di masa Orde Lama.

Partai ini datang dengan semangat teknokratis yang berorientasi pembangunan dan kebijakan publik. Slogan karya dan kekaryaan yang mereka usung menggambarkan dengan tepat kecenderungan tersebut.

Ini yang menjelaskan mengapa basis rekrutmen Partai Golkar datang dari pelbagai kelompok. Walaupun sering dikategorikan sebagai partai nasionalis, namun rekrutmen partai ini tidak terbatas pada kelompok-kelompok nasionalis.

Salah satu unsur terpenting di Partai Golkar saat ini berasal dari organisasi mahasiswa Islam modernis, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

HMI di masa Orde Lama cukup dekat dengan Partai Masyumi. Ketua Umum HMI, Nurcholish Madjid bahkan disebut sebagai Natsir Muda (merujuk pada pemimpin Masyumi, Muhammad Natsir).

Ada banyak alumnus HMI yang berkiprah di Partai ini, baik di pusat maupun daerah. Mantan Ketua Umum PB HMI, Ir. Akbar Tanjung, bahkan pernah menjadi Ketua Umum Partai Golkar.

Akbar Tanjung dinilai berhasil membawa Partai Golkar keluar dari masa-masa krisis di awal Reformasi. Dengan slogan Golkar baru, Akbar Tanjung berhasil mendorong reformasi internal di tubuh partai Golkar.

Saat ini, Golkar adalah satu di antara hampir tidak ada partai di Indonesia yang relatif lebih egaliter dan demokratis.

Selain HMI, partai ini juga menampung aktivis NU dan Muhammadiyah. Mantan Ketua Umum PB PMII, Nusron Wahid, berkiprah di partai ini.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Tb. Ace Hasan Syadzily, juga adalah NU.

Sebelumnya mantan Ketua Umum GP Ansor dan mantan calon Ketua Umum PBNU, Slamet Effendi Yusuf, juga aktif di partai ini semasa hidupnya.

Dari Muhammadiyah ada mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, yang memulai karirnya di politik praktis di Partai Golkar. Din bahkan pernah menjadi Wakil Sekertaris Fraksi Karya Pembangunan MPR RI dan Wakil Sekjen DPP Golkar.

Berdasarkan fenomena ini, Anies Baswedan (2013) memasukkan Partai Golkar sebagai bagian dari apa yang dia sebut Islam-friendly Parties.

Anies menyebut Golkar sebagai partai sekuler inklusif (secular inclusive), sebuah partai yang mengadopsi nilai-nilai kebangsaan atau sekuler, tapi terbuka menampung aspirasi kekuatan politik Islam.

Keterbukaan Partai Golkar pada beragam ideologi dimungkinkan terjadi karena semangat karya kekaryaan melampaui semua sekat ideologis tersebut.

Ini barangkali yang menjelaskan mengapa Partai Golkar tidak terbiasa ada di luar pemerintahan. Siapa pun dan dari partai mana pun presidennya, mereka selalu ada di dalam pemerintahan.

Sementara itu, Ridwan Kamil adalah tokoh pemimpin daerah yang relatif berhasil dan inovatif. Di bawah kepemimpinannya, Bandung mengalami pembenahan yang signifikan.

Keberhasilannya menata Bandung membuatnya terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat, provinsi dengan penduduk terbesar di Indonesia (sekitar 17,4 persen dari total populasi nasional).

Inovasi Ridwan Kamil di Kota Bandung dilanjutkan ke tingkat provinsi. RK antara lain melahirkan taman-taman kota di pelbagai ibu kota kabupaten.

Di kota-kota kecil Jawa Barat tiba-tiba muncul arena bermain dan wisata dalam kota yang apik dan terjangkau. Tak jarang taman-taman kota itu didesain sendiri oleh gubernur seperti yang dilakukan untuk Masjid Al Jabbar.

Masjid dengan arsitektur menawan itu bukan sekadar tempat ibadah, melainkan taman bermain atau situs wisata dengan memasukkan unsur kultur religiusitas masyarakat Jawa Barat.

Sejak diresmikan pada 30 Desember 2022, area ini tak putus-putusnya ramai oleh pengunjung.

Situs-situs wisata baru yang memasukkan kultur religiusitas tentu akan lebih bermakna jika ditingkatkan menjadi pusat komunitas atau community centre di mana di dalamnya juga menyediakan fasilitas publik seperti perpustakaan, pendidikan, dan pelayanan kegiatan warga lainnya.

Dari sini terlihat bahwa Partai Golkar dan Ridwan Kamil memiliki banyak irisan karakter. Baik Golkar maupun Ridwan Kamil sama-sama berorientasi pada karya dan kinerja teknokratis.

Ini bisa memperkuat image Golkar sebagai partai yang mengedepankan karya dan kekaryaan. Sebaliknya, RK yang selama ini dikenal sebagai pemimpin daerah yang inovatif mendapatkan rumah yang tepat. Ini akan memperkuat branding personalnya.

Sebagai pemimpin daerah, Ridwan Kamil membutuhkan dukungan politik dari partai yang solid. Golkar adalah salah satu partai terbesar dan memiliki dukungan publik yang relatif stabil.

Sementara itu, walaupun Golkar adalah partai besar, salah satu kelemahan partai ini adalah tidak memiliki tokoh yang populer seperti PDIP yang punya Megawati Soekarnoputri, Jokowi, dan Ganjar Pranowo.

Demikian pula Gerindra yang dipimpin oleh Prabowo Subianto. Selama ini, RK adalah salah satu tokoh yang cukup populer secara nasional. Dia selalu masuk dalam daftar 5 besar tokoh yang mendapatkan dukungan publik terbanyak untuk menjadi presiden.

Selain itu, juga ada kepentingan bagi Golkar untuk memulihkan dukungan dari Jawa Barat yang merupakan provinsi terbesar.

Di Jawa Barat, RK sangat populer. Karena itu, hampir tidak ada potensi mudharat seperti berkurangnya ceruk pemilih RK dengan bergabung ke Golkar.

Yang mungkin malah dia memperluas pengaruhnya ke basis-basis partai Golkar, terutama di luar Jawa. Sebaliknya, Golkar memiliki peluang untuk memperkuat atau memulihkan kekuatan partai di provinsi tersebut.

https://nasional.kompas.com/read/2023/01/24/12254951/rumah-politik-ridwan-kamil

Terkini Lainnya

Jokowi Singgung Konser Taylor Swift di Singapura, Beri Contoh soal Cepatnya Perizinan 'Event'

Jokowi Singgung Konser Taylor Swift di Singapura, Beri Contoh soal Cepatnya Perizinan "Event"

Nasional
Soal Rencana Anies Tukar Pikiran dengan Prabowo, Golkar: Semua Komunikasi Itu Baik

Soal Rencana Anies Tukar Pikiran dengan Prabowo, Golkar: Semua Komunikasi Itu Baik

Nasional
PKS Tunjuk Sohibul Iman Jadi Calon Gubernur Jakarta, Golkar: Semua Partai Bisa Usung Kadernya

PKS Tunjuk Sohibul Iman Jadi Calon Gubernur Jakarta, Golkar: Semua Partai Bisa Usung Kadernya

Nasional
Kompolnas Surati Polda Sumbar, Klarifikasi Bocah 13 Tahun Tewas Diduga Dianiaya Polisi

Kompolnas Surati Polda Sumbar, Klarifikasi Bocah 13 Tahun Tewas Diduga Dianiaya Polisi

Nasional
Marshel Widianto Diusung Jadi Calon Wakil Wali Kota Tangsel, Airin: Semua Orang Punya Hak untuk Maju

Marshel Widianto Diusung Jadi Calon Wakil Wali Kota Tangsel, Airin: Semua Orang Punya Hak untuk Maju

Nasional
Golkar Belum Putuskan Usung Ridwan Kamil di Jakarta, Airlangga: Tergantung Survei

Golkar Belum Putuskan Usung Ridwan Kamil di Jakarta, Airlangga: Tergantung Survei

Nasional
PKB Nilai Langkah PKS Usung Sohibul Iman Belum Final, Singgung Elektabilitas

PKB Nilai Langkah PKS Usung Sohibul Iman Belum Final, Singgung Elektabilitas

Nasional
Ketum Golkar Bantah Sepakat UUD 1945 Kembali Ke Naskah Asli

Ketum Golkar Bantah Sepakat UUD 1945 Kembali Ke Naskah Asli

Nasional
La Nyalla Klaim Semua Parpol Setuju Kembalikan UUD 1945 ke Naskah Asli

La Nyalla Klaim Semua Parpol Setuju Kembalikan UUD 1945 ke Naskah Asli

Nasional
Hari Ini, PT DKI Bacakan Putusan Perlawanan KPK Atas Vonis Bebas Gazalba Saleh

Hari Ini, PT DKI Bacakan Putusan Perlawanan KPK Atas Vonis Bebas Gazalba Saleh

Nasional
Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan Hadapi Sidang Vonis Hari Ini

Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan Hadapi Sidang Vonis Hari Ini

Nasional
Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Pemimpin yang Punya Imajinasi

Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Pemimpin yang Punya Imajinasi

Nasional
SYL Jadi Saksi Mahkota dan Diperiksa sebagai Terdakwa Dalam Persidangan Hari Ini

SYL Jadi Saksi Mahkota dan Diperiksa sebagai Terdakwa Dalam Persidangan Hari Ini

Nasional
Bursa Pilkada DKI Jakarta Kian Ramai: Nasdem Dorong Sahroni, PKS Usung Sohibul Iman

Bursa Pilkada DKI Jakarta Kian Ramai: Nasdem Dorong Sahroni, PKS Usung Sohibul Iman

Nasional
Buah Pahit Pilkada yang Hanya Sekadar Masalah “Uang”

Buah Pahit Pilkada yang Hanya Sekadar Masalah “Uang”

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke