Salin Artikel

KPK Telusuri Aliran Dana Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan Gazalba Saleh dari Penyuap

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan aliran dana yang diterima Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan Gazalba Saleh dalam kasus suap jual beli perkara di Mahkamah Agung (MA).

Juru Bicara Penindakan KPK, Ali FIkri mengatakan, uang tersebut diduga bersumber dari debitur Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana, Heryanto Tanaka.

Uang diduga diberikan kepada Sudrajad Dimyati dan Gazalba Saleh melalui PNS di MA bernama Desy Yustria dan sejumlah pegawai lainnya. Tujuannya, agar MA memenuhi keinginan Heryanto Tanaka.

Terkait hal ini, KPK telah memeriksa 6 orang saksi. Mereka adalah Staf Sekretariat MA Tri Mulyani, karyawan swasta bernama Hardianko dan Naila Fitri.

Kemudian, wiraswasta bernama Riris Riska Diana, pihak swasta bernama Fenny Lunardi, dan pensiunan Teguh Sukarno.

“(Dugaan aliran dana) melalui perantaraan tersangka Desy Yustria dalam rangka memenuhi keinginan tersangka Heryanto Tanaka,” kata Ali dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/1/2023) malam.

Selain itu, penyidik juga mendalami aliran dana yang diduga oleh pihak lain yang masih terkait dalam perkara ini.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap hakim, sejumlah pegawai MA, dan pengacara.

Mereka diduga melakukan tindak pidana suap pengurusan perkara kasasi KSP Intidana di Mahkamah Agung.

Sampai saat ini, sebanyak 14 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sebanyak dua di antaranya merupakan Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan Gazalba Saleh.

Kemudian, tiga Hakim Yustisial MA bernama Elly Tri pangestu, Prasetyo Utomo, dan Edy Wibowo. Edy terjerat dalam kasus yang berbeda. Ia diduga menerima suap terkait pengurusan kasasi Yayasan Rumah Sakit Sandi Karsa Makassar.

Tersangka lainnya adalah staf Gazalba Saleh bernama Redhy Novarisza; PNS kepaniteraan MA Desy Yustria dan Muhajir Habibie, serta PNS MA Albasri dan Nuryanto Akmal. Mereka ditetapkan sebagai penerima suap.

Sementara itu, tersangka pemberi suapnya adalah Yosep Parera dan Eko Suparno selaku advokat, serta Heryanto dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto selaku Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana (ID).

https://nasional.kompas.com/read/2023/01/17/09130081/kpk-telusuri-aliran-dana-hakim-agung-sudrajad-dimyati-dan-gazalba-saleh-dari

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke