Salin Artikel

Pakar Sebut Keputusan DPR Pilih Ketua Komnas HAM Bisa Dibatalkan jika Langgar UU

Hal itu dikatakan Feri Amsari saat dimintai tanggapannya terkait penunjukkan Atnike Nova Sigiro menjadi Ketua Komnas HAM periode berikutnya dalam rapat Komisi III, Senin (3/10/2022).

"Hal-hal yang bertentangan dengan undang-undang sebenarnya tidak sah dan dapat dibatalkan," ujar Feri Amsari kepada Kompas.com, Kamis (6/10/2022).

Diketahui, sesuai Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Komnas HAM seharusnya dilakukan oleh anggota Komnas HAM.

Dalam Tata Tertib Komnas HAM, pemilihan ketua itu semestinya dilakukan dalam Rapat Paripurna Komnas HAM, untuk masa bakti 2,5 tahun.

Oleh karenanya, pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas ini menilai bahwa langkah DPR memilih Atnike dapat dibatalkan karena tidak sesuai dengan undang-undang.

"Saya pikir memang DPR ini agak berantakan dalam menerapkan undang-undang dan tentu saja ini tidak sehat bagi proses demokrasi," ujarnya.

Feri menambahkan, tidak diperlukan langkah hukum khusus untuk membatalkan "keputusan" Komisi III DPR RI terkait penunjukkan Ketua Komnas HAM.

Para komisioner Komnas HAM terpilih periode 2022-2027 dinilai cukup kembali ke mekanisme pemilihan yang sah sesuai UU HAM dan Tata Tertib Komnas HAM sebagaimana yang ditempuh selama ini, yakni dengan prinsip dasar kesepakatan antara para anggota dalam memilih pimpinan.

"Sebab kalau cara pemilihan ketuanya salah, dampaknya ke kebijakan administrasi lembaga ke depannya," kata Feri Amsari.

"Jadi, anggota Komnas HAM semestinya mengikuti undang-undang--karena juga sebagai lembaga yang akan menegakkan undang-undang itu sendiri--dengan kemudian memilih ulang pimpinan atau Ketua Komnas HAM," ujarnya lagi.

Sebelumnya, hal senada juga diungkapkan oleh Ahmad Taufan Damanik, Ketua Komnas HAM saat ini.

"Dari dulu, sejak Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 (tentang HAM) berlaku, pemilihan ketua ya begitu. Tidak pernah ada intervensi pihak mana pun," kata Taufan kepada Kompas.com, Rabu (5/10/2022).

"Silakan periksa sejarah Komnas HAM, bahkan di era Soeharto sekali pun, intervensi pemerintah dikurangi atau dibatasi. Bagaimana mungkin intervensi terjadi di era demokrasi seperti sekarang," ujarnya lagi.

Taufan Damanik bahkan mengatakan bahwa pemilihan Ketua Komnas HAM penerusnya mesti diulang karena DPR menyalahi aturan.

"Jadi, pemilihan mesti diulang. Nanti setelah kesembilannya mendapatkan SK Presiden, insya Allah tanggal 13 November di mana masa tugas kami berakhir. Maka dalam Sidang Paripurna pertama, agenda mereka adalah memilih Ketua dan Wakil Ketua (2 orang)," kata Taufan.

Mereka adalah Abdul Haris Semendawai, Anis Hidayah, Atnike Nova Sigiro, Hari Kurniawan, Prabianto Mukti Wibowo, Pramono Ubaid Tanthowi, Putu Elvina, Saurlin P Siagian, serta Uli Parulian Sihombing.

Beberapa komisioner lama yang kembali mencalonkan diri, Wakil Ketua Komnas HAM Amirruddin Al Rahab dan Komisioner Bidang Pendidikan dan Penyuluhan Beka Ulung Hapsara, tidak lolos.

https://nasional.kompas.com/read/2022/10/06/19352391/pakar-sebut-keputusan-dpr-pilih-ketua-komnas-ham-bisa-dibatalkan-jika

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.