Salin Artikel

Kedekatan Mega-Prabowo dan Kemungkinan Kerja Sama PDI-P-Gerindra

Kedekatan itu tampak ketika menghadiri upacara peringatan HUT ke-77 TNI di Istana Merdeka, Rabu (5/10/2022). Dari kejauhan mereka tampak berbincang disertai canda dan tawa.

Sebelumnya, kedua tokoh nasional ini juga menunjukkan keakraban saat pelantikan Panglima TNI Andika Perkasa di Istana Negara, Jakarta, 17 November 2021.

Pertemuan Mega dan Prabowo kala itu diungkap oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto.

"Pada saat saya mendampingi Ibu Megawati, saya lihat Pak Prabowo berjalan cepat menuju tempat Bu Mega. Lalu saya sampaikan ke Ibu, ada Pak Prabowo," ujarnya.

Ia pun menceritakan, kedua tokoh sentral partai politik (parpol) itu akhirnya bertemu di ruang VVIP bersama ditemani Ketua DPR Puan Maharani, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Tetapi, Hasto tak menjelaskan secara detail apa yang dibicarakan Mega dan Prabowo dalam pertemuan tersebut.

Patung Bung Karno di Kemenhan

Prabowo pun tampak memiliki kedekatan dengan Mega setelah meresmikan Patung Bung Karno di Kementerian Pertahanan (Kemenhan), 6 Juni 2021.

Ia menyampaikan, pendirian patung merupakan janjinya pada Mega yang disampaikan di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, 7 Februari 2020.

Prabowo mengaku turut meminta izin Mega untuk mendirikan patung sang Ayah di kantornya.

"Ya nanti Kemhan akan punya patung Bung Karno di atas kuda. Izin, Bu. Ada sejarah Bu," ucap Prabowo dalam keterangannya yang diterima Kompas.com.

Pada momen itu, Mega tersanjung dan menyampaikan terima kasih pada Prabowo, bahkan menganggap mantan Danjen Kopassus itu sebagai sahabatnya.

"Terima kasih dan penghormatan secara khusus pada Bapak Prabowo Menteri Pertahanan RI dan sekaligus sahabat saya atas peresmian patung Bung Karno ini," tutur Mega.

Dekat sejak lama dan sinyal positif kerja sama

Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama, Ari Junaedi menilai, kedekatan Mega dan Prabowo bukan hal baru.

Hubungan dekat telah dibangun sejak suami Mega, almahrum Taufiq Kiemas menjadi mediator yang membantu Prabowo kembali ke Tanah Air dari Jordania setelah Presiden Soeharto turun dari jabatannya.

Kerja sama politik pun pernah dijajaki ketika Mega memilih Prabowo untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampinginya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009.

“Jadi tidak heran jika ke dua tokoh senior politik itu memiliki kedekatan, baik dari aspek historis maupun aspek politis,” papar Ari pada Kompas.com, Rabu malam.

Tak melulu sejalan, lanjut Ari, Prabowo dan Mega juga sempat berseberangan dalam Pilpres 2014 dan 2019.

Kala itu, Prabowo menjadi pesaing Presiden Joko Widodo, yang diusung Megawati. Dari situ, Partai Gerindra memilih menjadi oposisi pemerintah.

Nyatanya, Mega kembali menunjukkan kedekatan bersama Prabowo ketika menjadi salah satu "aktor kunci" di balik bergabungnya Partai Gerindra dalam parpol koalisi pemerintah di pemerintahan Jokowi periode kedua.

“Justru Megawati lah yang men-support Jokowi ketika mengajak Prabowo bergabung di kabinet pasca-Pilpres 2019,” ungkapnya.

Ari memandang, koalisi Gerindra-PDI-P belum mungkin terjadi karena kondisi politik masih cair pada Pemilu 2024. Tetapi, peluang tersebut terbuka.

Kedekatan Mega dan Prabowo menjadi sinyal positif terbentuknya kerja sama kedua parpol nasionalis tersebut.

“Kedekatan Megawati dan Prabowo menjadi semakin memudahkan aliansi politik antara PDI-P dengan Gerindra,” imbuhnya.

https://nasional.kompas.com/read/2022/10/06/05261921/kedekatan-mega-prabowo-dan-kemungkinan-kerja-sama-pdi-p-gerindra

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Wayang Kulit, Kapolri Harap Semakin Perkuat Persatuan Kesatuan Jelang Tahun Politik

Gelar Wayang Kulit, Kapolri Harap Semakin Perkuat Persatuan Kesatuan Jelang Tahun Politik

Nasional
Update 3 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 241 dalam Sehari, Total Jadi 6.730.778

Update 3 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 241 dalam Sehari, Total Jadi 6.730.778

Nasional
Ungkap Derita Terseret Skenario Ferdy Sambo, Chuck Putranto: Anak Diperiksa Psikis, Istri Dihina

Ungkap Derita Terseret Skenario Ferdy Sambo, Chuck Putranto: Anak Diperiksa Psikis, Istri Dihina

Nasional
KPK Tunjuk Jaksa yang Pernah Periksa Adik Ipar Jokowi Jadi Plt Direktur Penuntutan

KPK Tunjuk Jaksa yang Pernah Periksa Adik Ipar Jokowi Jadi Plt Direktur Penuntutan

Nasional
Mahfud Sebut Indeks Persepsi Korupsi Turun Bukan Penilaian ke Pemerintah Saja, tapi DPR dan Peradilan

Mahfud Sebut Indeks Persepsi Korupsi Turun Bukan Penilaian ke Pemerintah Saja, tapi DPR dan Peradilan

Nasional
Kepala Daerah Takut Diperiksa Aparat, Mendagri Disebut Masih Punya 'PR'

Kepala Daerah Takut Diperiksa Aparat, Mendagri Disebut Masih Punya "PR"

Nasional
Kepala Daerah Takut Diselidiki Aparat Diduga Dampak Mafia Peradilan

Kepala Daerah Takut Diselidiki Aparat Diduga Dampak Mafia Peradilan

Nasional
Pemerintah Diminta Tambah Subsidi Parpol dan Kampanye Cegah Kepala Daerah Korupsi

Pemerintah Diminta Tambah Subsidi Parpol dan Kampanye Cegah Kepala Daerah Korupsi

Nasional
Kekecewaan Eks Anak Buah Sambo: Loyalitas Saya Dimanfaatkan demi Kepentingan Pribadi

Kekecewaan Eks Anak Buah Sambo: Loyalitas Saya Dimanfaatkan demi Kepentingan Pribadi

Nasional
BRIN Pasuruan Disebut Bukan Tutup, tapi Dialihkan Kerjanya

BRIN Pasuruan Disebut Bukan Tutup, tapi Dialihkan Kerjanya

Nasional
Wapres Harap Dunia Pariwisata ASEAN Kembali ke Puncak Kejayaan

Wapres Harap Dunia Pariwisata ASEAN Kembali ke Puncak Kejayaan

Nasional
Kepala Daerah Takut Diperiksa Soal Dugaan Korupsi, Diduga Akibat Keliru Alur Penyelidikan

Kepala Daerah Takut Diperiksa Soal Dugaan Korupsi, Diduga Akibat Keliru Alur Penyelidikan

Nasional
KY Sebut Tak Ada Larangan Polisi Aktif Ikut Seleksi Calon Hakim Ad Hoc HAM di MA

KY Sebut Tak Ada Larangan Polisi Aktif Ikut Seleksi Calon Hakim Ad Hoc HAM di MA

Nasional
Eks Spri Ferdy Sambo: Andai Saat Itu CCTV Sudah Disita, Saya Tak Mungkin Ambil

Eks Spri Ferdy Sambo: Andai Saat Itu CCTV Sudah Disita, Saya Tak Mungkin Ambil

Nasional
Menteri Teten Sebut Vonis Lepas Bos Indosurya Keliru, Ini Alasannya

Menteri Teten Sebut Vonis Lepas Bos Indosurya Keliru, Ini Alasannya

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.