Salin Artikel

Tanggapi Bantahan KPK, Novel Baswedan: Repot Kalau Orang Terlalu Sering Bohong

Hal itu, dia sampaikan menanggapi pernyataan Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri yang membantah adanya pertemuan Novel dengan Firli di toilet Gedung Merah Putih KPK usai gelar perkara kasus Edhy Prabowo.

“Repot kalau orang sudah terlalu sering berbohong,” ujar Novel kepada Kompas.com, Senin (4/7/2022).

Novel menjelaskan, pertemuannya dengan Firli terjadi sebelum Ketua KPK itu berangkat ke Kalimantan Utara.

Bahkan, dia memastikan bahwa surat perintah penyidikan kasus suap ekspor benih lobster yang menjerat mantan politikus Gerindra itu dibubuhi paraf Firli Bahuri.

“Ekspose itu memang Firli buru-buru pergi keluar kota. Sehingga surat-surat yang tandatangan pimpinan lainnya,” papar Novel.

“Tapi yang bersangkutan ada paraf dalam Surat Perintah Penyidikannya, Jadi rasanya yang bersangkutan tidak bisa mengelak seolah-olah keluar kota,” ujar dia.

Adapun Novel merupakan Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) yang memimpin penangkapan Edhy beserta rombongan setibanya di Indonesia setelah kunjungan ke Amerika Serikat.

Usai melakukan gelar perkara, kata Novel, Firli menemuinya di toilet dan meminta tim penyidik yang mengusut kasus suap ekspor benih benur lobster untuk tidak terus menyerang.

Novel sebelumnya menyatakan pengakuan ini saat menjadi saksi sidang gugatan administratif terkait tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai KPK di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Dibantah Jubir KPK

KPK membantah pernyataan yang disampaikan Novel. Ali menyatakan, Firli tidak berada di Gedung Merah Putih dan tengah berada Provinsi Kalimantan Utara pada 25 November 2020.

"Kami memastikan keterangan tersebut tidak benar. Pada saat bersamaan, yakni tanggal 25 November 2020, Ketua KPK, bapak Firli Bahuri sedang melaksanakan kunjungan kerja ke Badan Penanaman Modal Daerah dan Perizinan Terpadu (BPMDPT) Provinsi Kalimantan Utara," tegas Ali.

KPK pun berharap pernyataan-pernyataan yang tidak benar itu tidak kembali terulang.

Pernyataan-pernyataan tersebut, kata Ali, hanya akan menimbulkan kontraproduktif terhadap kerja-kerja pemberantasan korupsi yang sedang gencar dilakukan penegak hukum baik oleh KPK, Kejaksaan, maupun Polri.

"Kami meminta, masyarakat untuk lebih berhati-hati, waspada, dan menyaring berbagai Informasi yang beredar tanpa konfirmasi sesuai fakta yang sesungguhnya. Terlebih Informasi tersebut bisa merugikan pihak-pihak tertentu," ucapnya.

https://nasional.kompas.com/read/2022/07/04/16115801/tanggapi-bantahan-kpk-novel-baswedan-repot-kalau-orang-terlalu-sering-bohong

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.