Salin Artikel

Menjaga Level Waspada Pandemi Covid-19

Pada penelitian SIR tersebut, penulis beserta tim menggunakan bahasa pemrograman Python versi 3.7 dengan memanfaatkan library analisis penyebaran COVID-19 berdasarkan model SIR, yakni Covsir Phy (https://lisphilar.github.io/covid19-sir/) yang dirilis oleh peneliti riset klinis Jepang, Lisphilar.

Penelian tersebut muncul sebagai respons kasus besar saat itu di India. Negara tersebut menjadi salah satu negara yang juga menerapkan program vaksinasi, namun masyarakatnya malah jadi kurang menerapkan protokol kesehatan yang benar.

Sebagai dampaknya, India kala itu menghadapi gelombang pandemi COVID-19 yang kedua dengan lonjakan kasus sangat signifikan.

Lonjakan kasus begitu besar semata-mata terjadi karena lengahnya masyarakat akibat merasa vaksinasi telah dijalankan lalu banyak mengabaikan protokol kesehatan hingga melangsungkan kegiatan keagamaan dan politik yang diselenggarakan secara masif.

Merujuk hal-hal itu, penulis seketika mengingatkan masyarakat Indonesia tidak euphoria. Hal ini merujuk fakta saat Lebaran 2021, ketika tumpahan masyarakat berwisata terlihat di banyak tempat dengan mengabaikan protokol kesehatan.

Dan benar saja... bom waktu kala itu terjadi manakala puncak varians Delta terjadi pada Juni-Juli tahun lalu.

Kita hidup mencekam saat itu, manakala sirene ambulans nyaring terdengar setiap saat, oksigen medis habis di mana-mana, serta tingkat hunian rumah sakit mendekati tingkat kritis.

Sebagai bangsa yang besar, tentu kita tidak ingin jatuh di lubang yang sama. Terlebih, beberapa kondisi ada kemiripan dengan tahun lalu seperti saat ini.

Seperti periode setelah Idul Fitri dan mendekati Idul Adha, selepas libur Lebaran mendekati libur panjang semesteran pelajar dan mahasiswa, serta protokol melonggar di banyak tempat.

Kondisi kesamaan periode tersebut saat ini bisa bertambah memburuk manakala asumsi mayoritas masyarakat soal varians Omicron adalah lemah.

Tidak seganas jenis Alpha apalagi Delta, sehingga jangan terlalu ketakutan dan bukan sebuah pelanggaran sosial apabila kemudian abai protokol.

Mendekati situasi pemikiran semacam ini, ada beberapa hal yang penulis merasa perlu ingatkan sebagai sebuah tanggungjawab sosial akademisi/ilmuwan.

Hal ini juga mengingat pengamatan yang lebih mendalam terhadap model dinamika SIR yang diasumsikan bisa memprediksi penyebaran dan penularan Covid 19 yang didukung data terakhir mengkonfirmasi bahwa Indonesia sedang di fase awal memasuki gelombang keempat Covid 19!

Respons dan perilaku dalam arti derajat kepatuhan masyarakat pada prokes (5M) akan ikut menentukan apakah gelombang keempat ini hanya akan merupakan riak kecil, atau akan merupakan gelombang yang sangat dahsyat.

Beberapa poin yang mungkin perlu menjadi perhatian, dalam hal ini adalah sebagai berikut.
Pertama, benar memang pengumuman bolehnya melepas masker sudah ada.

Akan tetapi, izin melepas masker adalah hal yang sangat berbeda dengan instruksi melepas masker di ruang terbuka.

Jadi, tidak ada sama sekali redaksi masyarakat Indonesia harus melepas masker, yang ada adalah boleh melepas masker.

Jika kemudian saat ini cenderung menjadi melepas di mana-mana, termasuk di dalam ruangan, bisa jadi publik salah menginterprestasi pesan yang disampaikan orang nomor satu di republik ini.

Kedua, kebebasan tak bermasker juga sejatinya dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Presiden Jokowi jelas menyebutkan masker boleh dilepas --sebatas di ruang terbuka-- apabila zona daerahnya hijau alias penyebaran terkendali.

Bukan bebas absolut di semua zona; Zona merah tetap harus bermasker di manapun posisinya.

Jika kemudian dalam dua pekan terakhir ini di banyak tempat, terutama lima provinsi utama di Indonesia (berpopulasi terpadat di Indonesia), maka boleh melepas masker tersebut otomatis tak lagi berlaku.

Sebab, sebagaimana kita ketahui bersama, Omicron adalah varian dengan penyebaran tercepat daripada jenis lainnya.

Karenanya, jika konsentrasi penyebaran dari semula kurang 100 per hari menjadi rerata ribuan konfirmasi per hari, saat ini terjadi pada populasi terpadat di negeri ini, maka alarm kewaspadaan selayaknya diapungkan lagi bersama.

Jangan sampai semua kelengahan yang membuat kita bersedih seperti pertengahan tahun lalu, terjadi lagi pada pertengahan tahun ini.

Ketiga, masker itu bukan satu-satunya protokol kesehatan. Tapi satu dari banyak protokol yang ditekankan pemerintah (mencuci tangan, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dst), sehingga masker bukan panasea alias obat segala masalah pandemi saat ini.

Jika sudah ada kelonggaran, lalu ditambah persepsi panasea tersebut, maka tentu akan sangat menyulitkan kita semua bisa lepas dari pandemi menuju endemi.

Kita sendiri yang paling bertanggungjawab pada nasib dan kelanjutan perubahan status kesehatan tersebut! Maju terus Indonesia-ku, mari bangkit lebih kuat!

https://nasional.kompas.com/read/2022/06/28/05450071/menjaga-level-waspada-pandemi-covid-19

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tragedi Kanjuruhan, Saat Penempatan Polisi dan Tentara di Stadion Dinilai Tak Relevan

Tragedi Kanjuruhan, Saat Penempatan Polisi dan Tentara di Stadion Dinilai Tak Relevan

Nasional
Pengacara Pastikan Putri Candrawathi akan Kooperatif Meski Penanahannya Dipindah ke Rutan Salemba

Pengacara Pastikan Putri Candrawathi akan Kooperatif Meski Penanahannya Dipindah ke Rutan Salemba

Nasional
Dalami soal Ledakan Bom di Riau, Densus 88: Belum Terindikasi Terorisme

Dalami soal Ledakan Bom di Riau, Densus 88: Belum Terindikasi Terorisme

Nasional
Panglima: 4 Prajurit TNI Akui Bertindak Berlebihan Saat Kerusuhan Kanjuruhan

Panglima: 4 Prajurit TNI Akui Bertindak Berlebihan Saat Kerusuhan Kanjuruhan

Nasional
Hillary Brigitta Lasut Tuding Mamat Alkatiri Suruh Orang Besar untuk Bungkam Dirinya

Hillary Brigitta Lasut Tuding Mamat Alkatiri Suruh Orang Besar untuk Bungkam Dirinya

Nasional
Pesan Panglima ke Prajurit-PNS di HUT Ke-77 TNI: Selalu Jaga Kepercayaan Rakyat

Pesan Panglima ke Prajurit-PNS di HUT Ke-77 TNI: Selalu Jaga Kepercayaan Rakyat

Nasional
Meski Pandemi Disebut Bakal Berakhir, Pakar Imbau Tetap Pakai Masker

Meski Pandemi Disebut Bakal Berakhir, Pakar Imbau Tetap Pakai Masker

Nasional
DPR Sediakan Mobil Listrik Rakitan Anak Bangsa pada Gelaran P20

DPR Sediakan Mobil Listrik Rakitan Anak Bangsa pada Gelaran P20

Nasional
Soal Bursa Panglima TNI, Jenderal Andika: Presiden Pasti Mendadak

Soal Bursa Panglima TNI, Jenderal Andika: Presiden Pasti Mendadak

Nasional
Andika Sebut 5 Prajurit Diperiksa Setelah Bertindak Berlebihan dalam Kerusuhan Kanjuruhan

Andika Sebut 5 Prajurit Diperiksa Setelah Bertindak Berlebihan dalam Kerusuhan Kanjuruhan

Nasional
Putri Candrawathi Dipindahkan ke Rutan Salemba

Putri Candrawathi Dipindahkan ke Rutan Salemba

Nasional
Jokowi Sudah Telepon Presiden FIFA Bahas Tragedi Kanjuruhan

Jokowi Sudah Telepon Presiden FIFA Bahas Tragedi Kanjuruhan

Nasional
Duduk Perkara Hillary Brigitta Lasut Laporkan Mamat Alkatiri ke Polisi, Berawal dari 'Roasting'

Duduk Perkara Hillary Brigitta Lasut Laporkan Mamat Alkatiri ke Polisi, Berawal dari "Roasting"

Nasional
BERITA FOTO: Atraksi Pesawat Tempur Meriahkan HUT Ke-77 TNI

BERITA FOTO: Atraksi Pesawat Tempur Meriahkan HUT Ke-77 TNI

Nasional
Saat Anggota Provos dan Brimob Sigap Payungi Ferdy Sambo, Media: Dia Tersangka, Bukan Jenderal Lagi!

Saat Anggota Provos dan Brimob Sigap Payungi Ferdy Sambo, Media: Dia Tersangka, Bukan Jenderal Lagi!

Nasional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.