Salin Artikel

Di Balik Sikap "Santuy" Ganjar Tanggapi Sindiran Puan

Salah satu yang menarik perhatian adalah drama antara Ketua DPR Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Gesekan yang melibatkan sesama anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (P-DIP).

Drama dimulai ketika Puan melontarkan sindiran tentang kepala daerah yang tidak menyambut dirinya saat kunjungan ke daerah. Awalnya hal tersebut masih tidak jelas siapa yang disindir, tetapi pada akhirnya Ketua DPC PDI-P Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengemukakan bahwa yang disindir adalah Ganjar.

Saat dikonfirmasi para wartawan, Ganjar seakan tidak terlalu menanggapi serius sindiran tersebut.

“Siap nanti kalau (Puan Maharani) ke Jawa Tengah, saya sambut paling depan," kata Ganjar yang lantas tertawa, Minggu (13/2/2022), seperti ditayangkan Kompas TV.

Mengapa Ganjar tampak begitu santai (santuy) menyikapi sindiran Puan?

Setidaknya ada empat alasan dalam keilmuan komunikasi politik yang dapat menjelaskan hal tersebut.

Tidak mengangap penting

Pertama, sindiran Puan tidak dianggap penting oleh Ganjar. Dalam buku How Political Actors Use the Media (2017), tiga peneliti komunikasi politik asal Hebrew University (Alon Zoizner, Yair Fogel-Dror dan Tamir Sheafer) menulis satu bab yang berjudul "When Politicians React to the Media: How the Attitudes and Goals of Political Elites Moderate the Effect of the Media on the Political Agenda".

Mereka membahas bahwa seorang politisi memiliki keterbatasan sehingga tidak semua isu perlu direspons (hlm. 148).

Setiap politisi memiliki agenda masing-masing. Terkadang agenda individu politisi bisa sejalan dengan agenda partai dan sebaliknya bisa jadi agendanya tidak selaras. Politisi yang memiliki satu agenda tertentu akan fokus untuk memenuhi agenda tersebut, dan isu yang dapat menghambat upaya pemenuhan agenda akan dikesampingkan. Artinya, ada seleksi ketat terhadap isu yang hendak ditanggapi.

Sikap ‘biasa saja’ yang ditunjukkan Ganjar merupakan strategi komunikasi politik yang diambilnya. Ia tidak mau terjebak dalam pusaran isu yang dapat mengaburkan agenda politiknya.

Apabila Ganjar menyikapi berlebihan sindiran Puan, besar kemungkinan isu ini akan jadi ‘makanan’ media. Ketika sebuah isu tidak dalam kontrol politisi, maka terbuka peluang isu tersebut menjadi bola liar yang menyudutkan. Pada akhirnya, Ganjar bisa saja kewalahan menghadapai isu itu.

Bila melihat diri sebagai perwakilan partai, respon politisi akan diupayakan maksimal dapat memberi dampak positif terhadap partai. Sebaliknya, sebagai perwakilan rakyat, politisi akan berkelakuan dan berkata-kata yang dapat meningkatkan kepercayaan publik pada dirinya.

Berangkat dari hal itu, Ganjar tampaknya menempatkan dirinya sebagai perwakilan rakyat, bukan wakil partai.

Pilihan jadi populis

Kedua, sikap Ganjar boleh jadi terkait dengan populisme. Buku The Psychology of Political Communicators: How Politicians, Culture, and the Media Construct and Shape Public Discourse (2019) yang ditulis oleh Michael Hameleers, peneliti dari the Amsterdam School of Communication Research (ASCoR) membahas tentang hal ini.

Hameleers menulis tiga ide utama dari populisme adalah menjadikan masyarakat sebagai pusat, anti elite, serta ekslusi sosial kelompok luar (hlm. 81).

Ganjar boleh jadi berusaha menunjukkan dirinya populis. Dalam hal memprioritaskan masyarakat, dapat dilihat dari Ganjar yang lebih memilih rapat dengan Presiden Jokowi untuk membahas pandemi covid-19. Pembahasan mengenai Covid-19 lebih berdampak pada masyarakat daripada acara Puan dalam peresmian pasar di Solo.

Kemudian, sindiran Puan didominasi dengan ide bahwa dirinya kecewa tidak disambut kepala daerah. Pernyataan tersebut menempatkan anak dari Megawati Soekarnoputri tersebut sebagai kaum elite. Dari ucapan tersebut, Puan membuat jurang pemisah bahwa ia tidak sama dengan rakyat biasa. Dengan tidak hadir menyambut Puan, rakyat dengan sendirinya bisa mengasosiasikan Ganjar sebagai anti elite.

Terkait ekslusi sosial belum bisa kita lihat, karena Ganjar mengaku siap menyambut seandainya Puan kembali kunjungan ke wilayah Jawa Tengah. Namun, apakah itu sebatas kata-kata belaka atau janji, hanya Ganjar dan Tuhan yang tahu. Di saat bersamaan, ekslusi sosial secara halus ditunjukkan oleh para pundit politik serta simpatisan Ganjar yang secara umum menyebut Puan berkelakuan feodal.

Counter-imaging

Ketiga, sebuah jurnal penelitian yang ditulis Craig, Rippere, dan Grayson (2014) berjudul Attack and Responses in Political Campaigns: An Experimental Study in Two Parts, menjelaskan ada lima gaya berbeda yang dapat diterapkan politisi ketika mendapat serangan politik: menyangkal (denial), menyerang balik (counter-attack), menanggapi isu dengan memberi bingkai alternatif (counter-imaging), mencari pembenaran (justification), dan menilai serangan sebagai fitnah (saying the negative campaign as mudslinging).

Dari lima gaya di atas, Ganjar bisa dilihat termasuk sebagai politisi yang menerapkan counter-imaging. Ia berusaha untuk memberi bingkai berbeda bahwa dirinya akan tetap menyambut Ketua DPR perempuan pertama di Indonesia itu. Ada sisi tertentu dari Ganjar, yang berusaha untuk menetralkan ketegangan dengan Puan.

Punya basis fans

Keempat, fakta bahwa Ganjar memiliki modal ‘selebriti’ membuat sindiran yang ditujukan padanya tidak memberi efek apapun. Modal yang dimaksud adalah basis fans yang Ganjar miliki di media sosial.

Di YouTube, Ganjar memiliki 1,23 juta subscribers dan di Instagram terdapat 4,4 juta pengikut (per 17 Februari 2022). Berbeda dengan Puan, yang sejauh penulis cari tidak ada akun YouTube dan di Instagram hanya memiliki pengikut 609 ribu (per 17 Februari 2022).

Professor Komunikasi Politik dari University Antwerp, Peter Van Aelst dan Stefaan Walgrave dalam jurnal berjudul Information and Arena: The Dual Function of the News Media for Political Elites (2016) menulis bahwa politisi memiliki posisi berbeda dalam mempengaruhi suatu proses ataupun isu politik tergantung modal medianya (akses pada media, popularitas di media, serta publik pengikut di era media sosial).

Dengan demikian, ada kecenderungan ucapan atau dalam konteks ini sindiran Puan, tidak akan terlalu memengaruhi basis fans atau pengikut Ganjar. Sehingga wajar Ganjar menanggapi santai sindiran tersebut.

Berangkat dari empat kemungkinan alasan di atas yang dibangun dari dasar teoretis, dapat disimpulkan bahwa satu isu atau peristiwa politik memiliki kedalaman kajian komunikasi politik. Sebuah langkah diambil secara strategis oleh pelaku politik untuk mencapai tujuan mereka.

Analisis yang dipaparkan tidak bermaksud untuk menyudutkan pihak tertentu tetapi mencoba menelaah dari helicopter’s perspective. Satu yang jelas, Ganjar terlihat sangat santuy menanggapi sindiran Puan.

https://nasional.kompas.com/read/2022/02/18/09091591/di-balik-sikap-santuy-ganjar-tanggapi-sindiran-puan

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Tongkrongan' Pemimpin Kasual dan Determinasi Pariwisata

"Tongkrongan" Pemimpin Kasual dan Determinasi Pariwisata

Nasional
Kemensos Fasilitasi Cetak Ulang KTP dan KK untuk Penyintas Gempa Cianjur

Kemensos Fasilitasi Cetak Ulang KTP dan KK untuk Penyintas Gempa Cianjur

Nasional
Simak, Aturan Lengkap PPKM Level 1 Jelang Nataru hingga 9 Januari 2023

Simak, Aturan Lengkap PPKM Level 1 Jelang Nataru hingga 9 Januari 2023

Nasional
RKUHP, antara Kritik Masyarakat dan 'Pride' Anak Bangsa...

RKUHP, antara Kritik Masyarakat dan "Pride" Anak Bangsa...

Nasional
Putri Candrawathi Bakal Jadi Saksi di Sidang Richard Eliezer dkk Besok

Putri Candrawathi Bakal Jadi Saksi di Sidang Richard Eliezer dkk Besok

Nasional
5 Momen Hakim Ragukan Kesaksian Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf

5 Momen Hakim Ragukan Kesaksian Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf

Nasional
Penjelasan Kuat Ma'ruf soal 'Duri Dalam Rumah Tangga' Sambo dan Putri

Penjelasan Kuat Ma'ruf soal "Duri Dalam Rumah Tangga" Sambo dan Putri

Nasional
Aksi Helikopter hingga Tank Warnai Latihan Pertempuran Yonif Awang Long

Aksi Helikopter hingga Tank Warnai Latihan Pertempuran Yonif Awang Long

Nasional
Saat Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf Kompak Tak Tahu Ferdy Sambo Tembak Yosua

Saat Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf Kompak Tak Tahu Ferdy Sambo Tembak Yosua

Nasional
BERITA FOTO: Richard Eliezer Sebut Ricky Tahu Perintah Sambo Tembak Brigadir J

BERITA FOTO: Richard Eliezer Sebut Ricky Tahu Perintah Sambo Tembak Brigadir J

Nasional
Momen Ricky Rizal Berkelit Saat Keceplosan soal Sarung Tangan Ferdy Sambo

Momen Ricky Rizal Berkelit Saat Keceplosan soal Sarung Tangan Ferdy Sambo

Nasional
Pro Jo: Pandangan Kita Masih Sama, Kawal Pak Jokowi sampai 2024

Pro Jo: Pandangan Kita Masih Sama, Kawal Pak Jokowi sampai 2024

Nasional
[POPULER NASIONAL] Ketua Jo-man Kritik Sikap Relawan Jokowi Mirip Calo | PKS Ajak Gerindra Gabung Koalisi Perubahan

[POPULER NASIONAL] Ketua Jo-man Kritik Sikap Relawan Jokowi Mirip Calo | PKS Ajak Gerindra Gabung Koalisi Perubahan

Nasional
Dewan Pers Bentuk Tim Khusus Pengaduan Pemberitaan Pemilu

Dewan Pers Bentuk Tim Khusus Pengaduan Pemberitaan Pemilu

Nasional
Hasil 'Lie Detector'-nya Berbohong, Kuat Ma'ruf: Yang Benar Sayalah, Itu Kan Robot!

Hasil "Lie Detector"-nya Berbohong, Kuat Ma'ruf: Yang Benar Sayalah, Itu Kan Robot!

Nasional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.