Salin Artikel

Kala Wartawan Gadungan Berulah dan Membuat Resah Masyarakat...

JAKARTA, KOMPAS.com - Wartawan gadungan menjadi salah satu persoalan yang kerap mencoreng citra jurnalis di hadapan masyarakat. Di tengah perkembangan jurnalisme digital saat ini, fenomena itu ternyata masih ditemui.

Salah satu contohnya seperti yang terjadi di Jember, Jawa Timur. Pada 19 Juni 2021 Satuan Reskrim Kepolisian Resor Jember membongkar jaringan pelaku pemerasan narasumber dengan modus berkedok wartawan media on line.

Pelakunya berjumlah 4 orang dan mempunyai peranan berbeda dalam beraksi.

Para pelaku adalah Mohammad Erwin yang berperan sebagai wartawan dan Abdullah yang berperan menjadi direktur media online ekspresi.

Kemudian 2 tersangka lain yakni Sunarto dan Abdul Ghani, keduanya sama-sama warga Kecamatan Jenggawah. Sunarto berperan sebagai pemimpin redaksi dan Abdul Ghani sebagai wartawan atau kontributor.

Sunarto dan Abdul Ghoni terlibat memeras 2 orang tamu hotel, yakni E-Y dan D, warga Kecamatan Wuluhan. Namun saat penangkapan awal, Sunarto dan Abdul Ghoni berhasil kabur. Keduanya lari begitu melihat polisi membekuk Mohammad Erwin dan Abdullah.

Kasatreskrim Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan bahwa dalam aksinya, keempat pelaku berbagi peran, ada yang bertugas mencari sasaran korban, membuntuti korban, mengancam dan meminta uang kepada korban, lalu ada yang menerima uang dari korban.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni 5 unit telepon genggam yang berisi percakapan ancaman dan pemerasan, uang sebesar 2,3 juta rupiah dan satu unit mobil sebagai sarana kejahatan.

Meresahkan

Bupati Bogor Ade Yasin mengaku pusing dengan wartawan gadungan yang sering kali melakukan pemerasan. Dia mengetahui hal itu menyusul banyaknya laporan pemerasan terhadap kepala desa (kades) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Menurut Ade, para wartawan gadungan ini kerap meminta uang dengan cara mengancam. Modusnya menanyakan tentang pengelolaan satu miliar satu desa (Samisade) sambil memalak kades.

"Kita ini kan ada program satu miliar satu desa (samisade). Jadi kepala desa sering didatangi oleh wartawan bodrek, atau LSM yang tidak jelas identitasnya, ada juga oknum yang mengatasnamakan aparat penegak hukum,” curhat Ade dalam giat Rebo Keliling (Boling) di Kecamatan Klapanunggal, Rabu (16 Juni 2021).

Ade mengungkapkan bahwa laporan tersebut berupa intimidasi seperti diganggu sehingga tidak bisa kerja, kemudian anggaran diotak-atik. Keberadaan oknum wartawan ini dinilai mengganggu kinerja para kades karena sering mencari kesalahan dengan nada intimidasi.

"Suka mencari-cari masalah yang ujung-ujungnya memeras dan mengancam. Misalnya bantuan Samisade, uangnya belum turun sudah didatangi oleh yang ngaku wartawan tapi tidak jelas identitasnya," ujar Ade.

Menurut Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Sasmito Madrim, praktik seperti itu tergolong dalam penyalahgunaan profesi wartawan. Modusnya juga bermacam-macam.

"Lebih tepat, penyalahgunaan profesi wartawan. Mereka ini kerap kita jumpai melakukan pemerasan atau meminta proyek ke instansi-instansi tertentu. Ancamannya akan diberitakan jika tidak diberikan uang atau tidak diberi proyek," ujar Sasmito kepada Kompas.com, Rabu (9/2/2022).

"Karena itu, menurut kami, jika ditemukan pemerasan yang dilakukan oleh orang yang menyalahgunakan profesi wartawan, sebaiknya diproses di luar Undang-undang Pers," ujar Sasmito menambahkan.

Berita ini sudah tayang di Kompas TV dengan judul: Sindikat Pemerasan Narasumber Berkedok Wartawan Terbongkar, 4 Pelaku Dibekuk


 

https://nasional.kompas.com/read/2022/02/09/17314121/kala-wartawan-gadungan-berulah-dan-membuat-resah-masyarakat

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Pimpinan Parlemen Rusia, Puan Bahas Konflik Ukraina-Rusia Hingga Proyek Transportasi di IKN

Bertemu Pimpinan Parlemen Rusia, Puan Bahas Konflik Ukraina-Rusia Hingga Proyek Transportasi di IKN

Nasional
Pentolan Bonek Ancam Lakukan Gerakan Revolusioner jika Hasil Investigasi Tragedi Kanjuruhan Tak Adil

Pentolan Bonek Ancam Lakukan Gerakan Revolusioner jika Hasil Investigasi Tragedi Kanjuruhan Tak Adil

Nasional
YLBHI Minta Kapolri Hentikan Aparatnya yang Intimidasi Aremania dan Saksi Kanjuruhan

YLBHI Minta Kapolri Hentikan Aparatnya yang Intimidasi Aremania dan Saksi Kanjuruhan

Nasional
Mahasiswa di Maluku Utara Diduga Dianiaya Oknum Polisi hingga Dipaksa Minta Maaf ke Anjing

Mahasiswa di Maluku Utara Diduga Dianiaya Oknum Polisi hingga Dipaksa Minta Maaf ke Anjing

Nasional
Atasi Krisis, Jokowi: Kita Harus Bekerja Sama, Kita Harus Turunkan Ego

Atasi Krisis, Jokowi: Kita Harus Bekerja Sama, Kita Harus Turunkan Ego

Nasional
Jokowi Minta Menteri PUPR Perbaiki Semua Stadion agar Standar Internasional

Jokowi Minta Menteri PUPR Perbaiki Semua Stadion agar Standar Internasional

Nasional
Pergantian Panglima TNI, Pengamat Nilai Jokowi Tak Lihat Faktor Usia dan Masa Aktif

Pergantian Panglima TNI, Pengamat Nilai Jokowi Tak Lihat Faktor Usia dan Masa Aktif

Nasional
Wapres: Krisis Jadi 'Awan Gelap' yang Selimuti Semua Negara

Wapres: Krisis Jadi "Awan Gelap" yang Selimuti Semua Negara

Nasional
Menyambut Anak-anak di Lapangan Hijau

Menyambut Anak-anak di Lapangan Hijau

Nasional
PVMBG: 4 Gunung Api Berstatus Siaga Sepanjang September

PVMBG: 4 Gunung Api Berstatus Siaga Sepanjang September

Nasional
Hindari 8 Hal Ini agar Konten Medsos Tak Melanggar Hukum

Hindari 8 Hal Ini agar Konten Medsos Tak Melanggar Hukum

Nasional
Mahfud Beberkan Temuan Awal dari Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan 131 Orang

Mahfud Beberkan Temuan Awal dari Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan 131 Orang

Nasional
Bertemu Ketua Parlemen Rusia, Puan Suarakan Perdamaian Rusia-Ukraina

Bertemu Ketua Parlemen Rusia, Puan Suarakan Perdamaian Rusia-Ukraina

Nasional
Isi Dakwaan Ferdy Sambo dkk Disebut Harus Kuat dan Gambarkan Detail Kejahatannya

Isi Dakwaan Ferdy Sambo dkk Disebut Harus Kuat dan Gambarkan Detail Kejahatannya

Nasional
Mensos Akan Tambah Anggaran Santunan untuk Korban Kanjuruhan

Mensos Akan Tambah Anggaran Santunan untuk Korban Kanjuruhan

Nasional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.