Salin Artikel

Kasus Azis Syamsuddin, KPK Pastikan Dalami Keterlibatan Aliza Gunado

Hal itu, disampaikan Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri merespons keterangan Maskur Husain yang menyebut nama Aliza di persidangan suap terkait penanganan perkara di KPK tersebut.

"Tentu setiap fakta dari keterangan saksi di depan majelis hakim kami pastikan akan didalami lebih lanjut pada sidang-sidang berikutnya," ujar Ali, melalui keterangan tertulis, Selasa (21/12/2021).

Ali menyampaikan, fakta-fakta persidangan yang telah dilontarkan akan dikonfirmasi kembali oleh Jaksa KPK kepada saksi-saksi lainnya, termasuk kepada Azis Syamsuddin.

"Agenda sidang selanjutnya masih menghadirkan saksi-saksi lain dan kami akan konfirmasi fakta sidang dimaksud termasuk nanti kepada terdakwa," ucap Ali.

Sebelumnya, pengacara bernama Maskur Husain mengaku menerima uang suap Rp 2,55 miliar dari Azis Syamsuddin dan kader Aliza Gunado.

Uang itu diterima untuk mengurus kasus dugaan korupsi terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) di Kabupaten Lampung Tengah yang sedang dalam penyelidikan KPK.

Hal itu diungkap Maskur yang dihadirkan sebagai saksi untuk Azis atas perkara yang sama.

“Total penerimaan dari Azis yang seharusnya sesuai kesepakatan masing-masing sebesar Rp 2 miliar, menurut catatan Stepanus Robin Pattuju hanya kami terima dari Azis Rp 1,750 miliar dan dari Aliza Gunado sebesar Rp 1,4 miliar atau total Rp 3,1 miliar,” tutur jaksa membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Maskur dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (20/11/2021).

Namun, total uang tersebut kemudian dibagi dua oleh Maskur dengan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju.

Dalam pembagian itu, Maskur menerima Rp 2,1 miliar dan tambahan uang 36.000 dollar Amerika.

Sehingga total uang yang didapatkan Maskur dari Azis dan Aliza adalah Rp 2,55 miliar.

“Benar saksi pernah memberikan keterangan ini?,” konfirmasi jaksa.

“Iya Pak,” jawab Maskur.

Lantas ia juga tak menampik BAP selanjutnya yang dibacakan jaksa soal penggunaan sebagian uang suap tersebut yaitu senilai Rp 800 juta.

“Uang itu saya gunakan untuk membayar uang muka mobil Toyota Harrier 2011, sisanya saya gunakan untuk biaya sosialisasi calon wali kota Ternate, dan untuk memberikan tips atau uang sawer kepada penyanyi dan pemain musik di Jakarta, benar keterangan ini?,” tutur jaksa mengonfirmasi lagi BAP Maskur.

“Iya. Saya tetap pada keterangan itu,” pungkas Maskur.

Dalam persidangan ini, jaksa sempat berulang kali mengonfirmasi keterangan Maskur yang tertuang dalam BAP miliknya.

Sebab Maskur mengaku sering lupa pada keterangannya saat menjawab pertanyaan jaksa maupun majelis hakim.

Diketahui Maskur merupakan rekan Robin untuk mengurus berbagai perkara di internal KPK.

Maskur dan Robin dinilai jaksa menerima suap dengan total nominal Rp 11,5 miliar.

Sedangkan Azis didakwa memberi suap senilai Ro 3,5 miliar pada keduanya agar tidak terseret dalam kasus dugaan korupsi DAK Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2017 yang sedang diselidiki KPK.

Jaksa menduga suap itu tak hanya diberikan oleh Azis tapi juga Kader Partai Golkar lainnya, Aliza Gunado.

https://nasional.kompas.com/read/2021/12/21/10221981/kasus-azis-syamsuddin-kpk-pastikan-dalami-keterlibatan-aliza-gunado

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Sekitar, Termasuk Pendeta Terlibat Evakuasi Pilot Pesawat Susi Air yang Dibakar di Nduga

Warga Sekitar, Termasuk Pendeta Terlibat Evakuasi Pilot Pesawat Susi Air yang Dibakar di Nduga

Nasional
Klarifikasi Soal Rp 500 Triliun yang Disebut Habis untuk Rapat, Risma: Kami Selalu Berhemat

Klarifikasi Soal Rp 500 Triliun yang Disebut Habis untuk Rapat, Risma: Kami Selalu Berhemat

Nasional
Polisi: KKB Duga Sebagian dari 15 Pekerja Bangunan di Distrik Paro Anggota TNI atau BIN

Polisi: KKB Duga Sebagian dari 15 Pekerja Bangunan di Distrik Paro Anggota TNI atau BIN

Nasional
KPK Bakal Analisis Pengakuan Polisi 'Titip' Anak Masuk Unila

KPK Bakal Analisis Pengakuan Polisi "Titip" Anak Masuk Unila

Nasional
Diusulkan, Durasi Ibadah Haji Jadi 35 Hari pada 2023 dan 30 Hari pada 2024

Diusulkan, Durasi Ibadah Haji Jadi 35 Hari pada 2023 dan 30 Hari pada 2024

Nasional
Soal Penyebab Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Menkes Tunggu Hasil Laboratorium Independen

Soal Penyebab Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Menkes Tunggu Hasil Laboratorium Independen

Nasional
Soal Ijtima Ulama PKB Dorong Muhaimin Maju Pilpres, Gerindra: Pak Prabowo Menyimaknya

Soal Ijtima Ulama PKB Dorong Muhaimin Maju Pilpres, Gerindra: Pak Prabowo Menyimaknya

Nasional
Polisi: 15 Pekerja di Puskesmas Distrik Paro Tak Pernah Disandera KKB

Polisi: 15 Pekerja di Puskesmas Distrik Paro Tak Pernah Disandera KKB

Nasional
Beri Sinyal Tak Ikut Pilpres 2024, Ridwan Kamil: Paling Bagus Melanjutkan Jabar

Beri Sinyal Tak Ikut Pilpres 2024, Ridwan Kamil: Paling Bagus Melanjutkan Jabar

Nasional
Menkes Sebut dari Dua Anak Diduga Gagal Ginjal Akut, Satu yang Terkonfirmasi

Menkes Sebut dari Dua Anak Diduga Gagal Ginjal Akut, Satu yang Terkonfirmasi

Nasional
Ridwan Kamil Ingin Atalia Bergabung ke Golkar: Biar Paket Hemat

Ridwan Kamil Ingin Atalia Bergabung ke Golkar: Biar Paket Hemat

Nasional
Kronologi Evakuasi 15 Pekerja Pembangunan Puskesmas di Nduga Versi Polda Papua

Kronologi Evakuasi 15 Pekerja Pembangunan Puskesmas di Nduga Versi Polda Papua

Nasional
Tiba di Sumut, Jokowi Hadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Besok

Tiba di Sumut, Jokowi Hadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Besok

Nasional
Ketua DKPP Minta 'Jangan Berpikir Negatif' soal Sidang Kecurangan Pemilu Mendadak Ditunda

Ketua DKPP Minta "Jangan Berpikir Negatif" soal Sidang Kecurangan Pemilu Mendadak Ditunda

Nasional
Update 8 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 263 dalam Sehari, Totalnya Jadi 6.731.959

Update 8 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 263 dalam Sehari, Totalnya Jadi 6.731.959

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.