Salin Artikel

Saat Wapres Ma'ruf Berikan Bantuan Modal Usaha kepada Penjual Buah di Manokwari

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin sempat memberikan bantuan modal usaha kepada penjual buah pinang dan alpukat mentega, di sela-sela kunjungan kerja ke Manokwari, Papua Barat, Kamis (14/10/2021).

Ketika itu, Ma'ruf sedang berbincang dengan penjual bernama Popi Masoka. Saat akan berpamitan, Ma'ruf didekati oleh ajudannya yang kemudian menyerahkan uang.

Setelah itu. Ma'ruf langsung memberikan uang tersebut kepada Popi dan meminta untuk dibagikan kepada pedagang lain di area itu.

"Selamat Mama-Mama. Ini Mama, bagi-bagi ya (dengan pedagang lain)," ujar Ma'ruf sambil menyodorkan uang, dikutip dari rekaman video dari Setwapres.

"Bapak, semuanya saya ucapkan terima kasih. Ini uangnya saya terima dari Bapak Wakil Presiden. Ini saya terima atas nama Mama-Mama," ujar Popi sambil menerima uang tersebut.

Saat berbincang dengan Ma'ruf, Popi meminta bantuan modal usaha agar pendapatannya meningkat dan bisa membiayai kebutuhan lainnya, seperti untuk sekolah anak.

"Bapak Wakil Presiden, Bapak Gubernur, kami meminta bantuan kembali kepada Bapak (kiranya) memberikan kami bantuan dana, modal usaha untuk kami bisa menjalankan usaha kami ini, karena dengan jualan ini anak-anak kami bisa punya ongkos jajan dan pembayaran (sekolah)," kata dia.

Ma'ruf yang didampingi Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan serta Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki lantas merespons hal itu.

Ia meminta Teten untuk menjawab permintaan bantuan modal usaha bagi pengusaha kecil. Kemudian, Teten meminta daftar nama pedagang di sepanjang Jalan Kompleks Perkantoran tersebut.

Selain itu, Popi juga menyampaikan permintaan terkait fasilitas untuk mendukungnya berjualan. Sebab saat ini tempat berjualannya hanya berupa pondok-pondok kayu yang tidak terlalu nyaman ditempati.

"Sekiranya Bapak ada kebijakan untuk kami, (dari) pemerintah pusat dan pemerintah provinsi serta kabupaten untuk membangunkan kami pondok-pondok penjualan. Tidak elite, tidak permanen, yang kami minta, yang penting kami bisa hidup selayaknya kami sebagai mama-mama jualan," ujar dia.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wapres Ma'ruf mengatakan hal itu akan dikoordinasikan oleh Gubernur.

"Nanti akan dikoordinasikan oleh Pak Gubernur ya," kata dia.

Adapun kunjungan Ma'ruf ke Papua Barat dalam rangka rapat koordinasi percepatan penanganan kemiskinan ekstrem.

Papua Barat termasuk dalam tujuh provinsi prioritas penanganan kemiskinan ekstrem pada 2021.

https://nasional.kompas.com/read/2021/10/14/17452071/saat-wapres-maruf-berikan-bantuan-modal-usaha-kepada-penjual-buah-di

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dubes RI di AS Rosan Roeslani Serahkan Surat-surat Kepercayaan ke Joe Biden

Dubes RI di AS Rosan Roeslani Serahkan Surat-surat Kepercayaan ke Joe Biden

Nasional
Kasus Suap Wali Kota Rahmat Effendi, KPK Panggil 3 Lurah sebagai Saksi

Kasus Suap Wali Kota Rahmat Effendi, KPK Panggil 3 Lurah sebagai Saksi

Nasional
WNI Pekerja Pertanian Bakal Bebas Visa Untuk Bekerja di Australia

WNI Pekerja Pertanian Bakal Bebas Visa Untuk Bekerja di Australia

Nasional
Akhir Drama Pernyataan Arteria Dahlan, Minta Maaf dan Dijatuhi Sanksi oleh PDI-P

Akhir Drama Pernyataan Arteria Dahlan, Minta Maaf dan Dijatuhi Sanksi oleh PDI-P

Nasional
Polri Akan Tindak Penimbun Minyak Goreng Rp 14.000, Ancamannya Denda Rp 50 Miliar

Polri Akan Tindak Penimbun Minyak Goreng Rp 14.000, Ancamannya Denda Rp 50 Miliar

Nasional
7 Atensi Prabowo Terkait Pertahanan dalam Rapim Kemenhan 2022

7 Atensi Prabowo Terkait Pertahanan dalam Rapim Kemenhan 2022

Nasional
KPU Usulkan Alternatif Jadwal Pemilu 14 Februari 2024

KPU Usulkan Alternatif Jadwal Pemilu 14 Februari 2024

Nasional
OTT Hakim PN Surabaya: Dugaan Kongkalikong Bubarkan Perusahaan untuk Bagi Keuntungan

OTT Hakim PN Surabaya: Dugaan Kongkalikong Bubarkan Perusahaan untuk Bagi Keuntungan

Nasional
Bertambah 51, Total Pasien Covid-19 di Wisma Atlet 2.687

Bertambah 51, Total Pasien Covid-19 di Wisma Atlet 2.687

Nasional
Lebih dari 2.000 Kasus Covid-19 Sehari dan 1.000 Omicron, Indonesia Masuki Gelombang 3 Pandemi

Lebih dari 2.000 Kasus Covid-19 Sehari dan 1.000 Omicron, Indonesia Masuki Gelombang 3 Pandemi

Nasional
Itong Isanini Tersangka Suap, KY Ungkap Laporan Pelanggaran Etik Hakim di Jatim Ranking Dua

Itong Isanini Tersangka Suap, KY Ungkap Laporan Pelanggaran Etik Hakim di Jatim Ranking Dua

Nasional
Tertutupnya Mabes Polri soal Asal Usul Pelat Mirip Polisi yang Dimiliki Arteria Dahlan

Tertutupnya Mabes Polri soal Asal Usul Pelat Mirip Polisi yang Dimiliki Arteria Dahlan

Nasional
Itong Isnaini Tersangka, KY: Ada Dugaan Pelanggaran Etik Hakim

Itong Isnaini Tersangka, KY: Ada Dugaan Pelanggaran Etik Hakim

Nasional
Satgas Sebut Belum Ada Gejala Khas yang Timbul akibat Varian Omicron

Satgas Sebut Belum Ada Gejala Khas yang Timbul akibat Varian Omicron

Nasional
Megaproyek IKN, 20.000 Masyarakat Adat Tersingkir dan Dugaan 'Hapus Dosa' Korporasi

Megaproyek IKN, 20.000 Masyarakat Adat Tersingkir dan Dugaan "Hapus Dosa" Korporasi

Nasional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.