Salin Artikel

4,1 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia, Penurunan Kasus Harus Diwaspadai

JAKARTA, KOMPAS.com- Hingga Jumat (17/9/2021) total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 4.185.144 kasus, setelah terjadi penambahan 3.835 kasus baru dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Saat ini, pemerintah melonggarkan aktivitas masyarakat seiring dengan membaiknya kondisi pandemi Covid-19, di mana jumlah kasus turun drastis dibandingkan lonjakan pada 15 Juli yang lalu.

Sementara itu, jumlah kematian dari Covid-19 tercatat 219 kasus dalam 24 jam terakhir. Sehingga, total angka kasus kematian mencapai 140.138 kasus.

Dalam kurun waktu yang sama, total kasus kesembuhan mencapai 3.976.064 kasus, setelah terjadi penambahan sebanyak 7.912 kasus kemarin.

Berdasarkan data tersebut, saat ini tercatat 68.942 kasus aktif Covid-19 di Indonesia. Kasus aktif adalah pasien yang masih terkonfirmasi positif virus corona, dan menjalani perawatan di rumah sakit ataupun isolasi mandiri.

Waspadai penurunan kasus

Presiden Joko Widodo mengingatkan seluruh kepala daerah untuk berhati-hati menyikapi kondisi Covid-19 yang mulai membaik dalam beberapa hari terakhir.

Ia meminta pemerintah daerah tak terburu-buru menyampaikan kepada masyarakat terkait penurunan kasus tersebut agar tidak terjadi euforia berlebih.

"Hati-hati, jangan senang dulu, jangan euforia dulu, dan jangan menyampaikan tergesa-gesa kepada masyarakat bahwa kita sudah turun kasus," kata Jokowi saat memberikan pengarahan dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Aceh di Kota Banda Aceh, Kamis (16/9/2021) dikutip dari siaran pers laman presidenri.go.id.

Jokowi mengatakan, euforia dari masyarakat tersebut dapat memicu penaikan kasus Covid-19.

Untuk itu, ia meminta seluruh pihak tetap kewaspadaan atas penurunan agar kenaikan kasus Covid-19 tidak terulang.

"Ini pengalaman kita secara nasional, sehingga jangan kita ulang di sini,” ujarnya.

Target 89 persen vaksinasi

Sementara itu, pemerintah juga menargetkan 89 persen penduduk Indonesia sudah menerima vaksinasi Covid-19 pada Desember 2021.

Jumlah itu terdiri dari 100 persen yang telah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan 78 persen yang menerima dosis kedua.

"Diharapkan pada Desember 2021 sebanyak 89 persen penduduk Indonesia sudah menerima vaksinasi," kata Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto sebagaimana dilansir dari siaran pers di laman resmi Kemenko Perekonomian, Jumat.

Airlangga mengatakan, untuk mengejar target tersebut, pemerintah terus menambah stok vaksin dalam negeri.

Dia memperkirakan, suplai vaksin Covid-19 sampai dengan Desember mendatang bisa mendekati 394 juta dosis.

Sementara itu, selama September 2021 target vaksinasi harian dinaikkan menjadi 2 juta suntikan per hari.

Adapun, pemerintah telah menetapkan sasaran vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity) yaitu 208.265.720 orang.

Data dari Kementerian Kesehatan hingga Jumat menunjukkan 44.332.619 orang atau 21,29 persen masyarakat yang sudah mendapatkan dosis kedua vaksin.

Sementara, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama sebanyak 77.889.679 orang atau 37,40 persen.

https://nasional.kompas.com/read/2021/09/18/07333041/41-juta-kasus-covid-19-di-indonesia-penurunan-kasus-harus-diwaspadai

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengamat: Anies Harus Berterimakasih ke Giring

Pengamat: Anies Harus Berterimakasih ke Giring

Nasional
UPDATE: 2.925 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia

UPDATE: 2.925 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia

Nasional
Cerita Hasto tentang Megawati: Pernah Pakai Gips untuk Sambung Tanaman

Cerita Hasto tentang Megawati: Pernah Pakai Gips untuk Sambung Tanaman

Nasional
Pramono Anung: PDI-P Partai yang Punya Sikap Jelas, Tak Asal Beda Saat Jadi Oposisi

Pramono Anung: PDI-P Partai yang Punya Sikap Jelas, Tak Asal Beda Saat Jadi Oposisi

Nasional
Yasonna Klaim PDI-P Tak Hanya Berpikir Politik Kekuasaan, tapi Juga Lingkungan Hidup

Yasonna Klaim PDI-P Tak Hanya Berpikir Politik Kekuasaan, tapi Juga Lingkungan Hidup

Nasional
HUT Ke-75 Megawati, Pramono Anung: Politik Ibu Ketum Jangka Panjang, Tidak Grasa-grusu

HUT Ke-75 Megawati, Pramono Anung: Politik Ibu Ketum Jangka Panjang, Tidak Grasa-grusu

Nasional
2 Kasus Kematian Pasien Omicron di RI, Tanda Bahaya Untuk Orang Berpenyakit Komorbid

2 Kasus Kematian Pasien Omicron di RI, Tanda Bahaya Untuk Orang Berpenyakit Komorbid

Nasional
Hakim dan Panitera Jadi Tersangka Suap, MAKI Desak Kewenangan Komisi Yudisial Diperkuat

Hakim dan Panitera Jadi Tersangka Suap, MAKI Desak Kewenangan Komisi Yudisial Diperkuat

Nasional
Kasus Omicron Terus Bertambah, Epidemiolog Sarankan Pemerintah Kaji Ulang Level PPKM di Jakarta

Kasus Omicron Terus Bertambah, Epidemiolog Sarankan Pemerintah Kaji Ulang Level PPKM di Jakarta

Nasional
Tingginya Risiko Meninggal Dunia Pasien Covid-19 Lansia dan yang Berkomorbid, Pemerintah Diminta Percepat Vaksinasi

Tingginya Risiko Meninggal Dunia Pasien Covid-19 Lansia dan yang Berkomorbid, Pemerintah Diminta Percepat Vaksinasi

Nasional
Kemenkes Sebut Sesak Napas sebagai Gejala Utama Pasien Varian Omicron yang Meninggal

Kemenkes Sebut Sesak Napas sebagai Gejala Utama Pasien Varian Omicron yang Meninggal

Nasional
Maruli Simanjuntak Jadi yang ke-44, Ini Daftar Pangkostrad sejak Era Soekarno

Maruli Simanjuntak Jadi yang ke-44, Ini Daftar Pangkostrad sejak Era Soekarno

Nasional
Jejak Karier Maruli Simanjuntak, dari Pengawal Jokowi hingga Jadi Pangkostrad

Jejak Karier Maruli Simanjuntak, dari Pengawal Jokowi hingga Jadi Pangkostrad

Nasional
Kritik Faisal Basri soal Proyek IKN yang Bebani APBN hingga Peluang Jadi Skandal

Kritik Faisal Basri soal Proyek IKN yang Bebani APBN hingga Peluang Jadi Skandal

Nasional
Kasus Covid-19 Bertambah, Epidemiolog Sarankan WFH Ditingkatkan dan Tunda PTM

Kasus Covid-19 Bertambah, Epidemiolog Sarankan WFH Ditingkatkan dan Tunda PTM

Nasional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.