Salin Artikel

UPDATE: 4,05 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia, Waspadai Gejala "Long Covid"

Terhitung sejak 2 Maret 2020, total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 4.056.354 kasus, setelah terjadi penambahan 12.618 kasus dalam sehari.

Kasus Covid-19 telah tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Jawa Timur menjadi provinsi dengan kasus positif Covid-19 tetinggi yaitu 1.409 kasus baru.

Menyusul, Jawa Barat (1.349 kasus baru), Jawa Tengah (1.069 kasus baru), Sumatera Utara (1.056 kasus baru) dan DI Yogyakarta (688 kasus baru).

Dalam kurun waktu yang sama dilaporkan, ada 19.290 kasus sembuh dan 599 kasus kematian dari Covid-19.

Dengan data tersebut, maka kasus aktif Covid-19 mencapai 236.317 kasus. Kasus aktif adalah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan.

Waspadai gejala long Covid-19

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro mengatakan, penderita Covid-19 orang tanpa gejala (OTG), bergejala ringan, sedang, maupun berat berisiko mengalami sindrom post-Covid.

"Namun, tidak semua penyintas akan terkena sindrom post-Covid ini. Oleh karena itu, mari kita kenali kondisi pasca-Covid-19 atau yang disebut long covid ini," kata Reisa dalam keterangan pers secara virtual pada Jumat (27/8/2021).

Reisa mengatakan, beberapa literatur penelitian melaporkan ada kurang lebih 200 gejala yang dikenali pada gejala long Covid-19.

Gejala itu termasuk kelelahan, batuk berkepanjangan, nyeri dada dan otot, sesak napas, dan mengalami disfungsi kognitif.

Ia menekankan, karena penyakit ini baru dan virusnya juga masih berubah-ubah, para ahli dan tenaga medis belum bisa menyimpulkan pola umum gejala kondisi pasca-Covid-19.

"Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan sekitar seperempat penyintas di dunia mengalami gejala yang berlanjut selama setidaknya satu bulan. Sementara satu di antara 10 penyintas, masih belum sehat penuh setelah 12 pekan," ucap dia.

Vaksinasi bagi penyintas Covid-19

Reisa juga mengatakan vaksinasi tetap diperlukan bagi penyintas Covid-19.

Namun, vaksinasi baru bisa dilakukan tiga bulan setelah pasien dinyatakan negatif virus corona.

"Mengapa demikian, pertama karena penyintas ini memiliki antibodi alami yang terbentuk," kata Reisa.

Reisa mengatakan, rentang waktu tersebut berlaku bagi seluruh penyintas Covid-19, baik yang sudah mendapat vaksinasi dosis pertama maupun yang sama sekali belum divaksinasi harus menunggu tiga bulan untuk mendapatkan vaksin.

Ia menjelaskan, meski penyintas Covid-19 memiliki kekebalan tubuh alami, para ahli tetap menyarankan tetap melengkapi dosis vaksinasi agar pertahanan tubuh makin sempurna.

Namun, jika sudah mendapat vaksinasi 2 dosis dan tetap terinfeksi virus corona, setelah sembuh orang tersebut tak perlu divaksinasi ulang.

Sebab, kata Reisa, seseorang yang sudah divaksinasi lengkap dan terpapar Covid-19 telah memiliki kekebalan tubuh untuk melawan virus.

"Jadi, tidak perlu divaksinasi ulang sampai saat ini, tetap melanjutkan prokes dan tingkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan," ucap Reisa.

https://nasional.kompas.com/read/2021/08/28/07314211/update-405-juta-kasus-covid-19-di-indonesia-waspadai-gejala-long-covid

Terkini Lainnya

Gibran Temui Prabowo di Kertanegara Jelang Penetapan Presiden-Wapres Terpilih

Gibran Temui Prabowo di Kertanegara Jelang Penetapan Presiden-Wapres Terpilih

Nasional
KPU Batasi 600 Pemilih Tiap TPS untuk Pilkada 2024

KPU Batasi 600 Pemilih Tiap TPS untuk Pilkada 2024

Nasional
Dianggap Sudah Bukan Kader PDI-P, Jokowi Disebut Dekat dengan Golkar

Dianggap Sudah Bukan Kader PDI-P, Jokowi Disebut Dekat dengan Golkar

Nasional
PDI-P Tak Pecat Jokowi, Komarudin Watubun: Kader yang Jadi Presiden, Kita Jaga Etika dan Kehormatannya

PDI-P Tak Pecat Jokowi, Komarudin Watubun: Kader yang Jadi Presiden, Kita Jaga Etika dan Kehormatannya

Nasional
Menko Polhukam: 5.000 Rekening Diblokir Terkait Judi Online, Perputaran Uang Capai Rp 327 Triliun

Menko Polhukam: 5.000 Rekening Diblokir Terkait Judi Online, Perputaran Uang Capai Rp 327 Triliun

Nasional
Golkar Sebut Pembicaraan Komposisi Menteri Akan Kian Intensif Pasca-putusan MK

Golkar Sebut Pembicaraan Komposisi Menteri Akan Kian Intensif Pasca-putusan MK

Nasional
KPU: Sirekap Dipakai Lagi di Pilkada Serentak 2024

KPU: Sirekap Dipakai Lagi di Pilkada Serentak 2024

Nasional
Pasca-Putusan MK, Zulhas Ajak Semua Pihak Bersatu Wujudkan Indonesia jadi Negara Maju

Pasca-Putusan MK, Zulhas Ajak Semua Pihak Bersatu Wujudkan Indonesia jadi Negara Maju

Nasional
Temui Prabowo di Kertanegara, Waketum Nasdem: Silaturahmi, Tak Ada Pembicaraan Politik

Temui Prabowo di Kertanegara, Waketum Nasdem: Silaturahmi, Tak Ada Pembicaraan Politik

Nasional
Momen Lebaran, Dompet Dhuafa dan Duha Muslimwear Bagikan Kado untuk Anak Yatim dan Duafa

Momen Lebaran, Dompet Dhuafa dan Duha Muslimwear Bagikan Kado untuk Anak Yatim dan Duafa

Nasional
Deputi KPK Minta Prabowo-Gibran Tak Berikan Nama Calon Menteri untuk 'Distabilo' seperti Era Awal Jokowi

Deputi KPK Minta Prabowo-Gibran Tak Berikan Nama Calon Menteri untuk "Distabilo" seperti Era Awal Jokowi

Nasional
Usul Revisi UU Pemilu, Anggota DPR: Selama Ini Pejabat Pengaruhi Pilihan Warga Pakai Fasilitas Negara

Usul Revisi UU Pemilu, Anggota DPR: Selama Ini Pejabat Pengaruhi Pilihan Warga Pakai Fasilitas Negara

Nasional
KPU Mulai Rancang Aturan Pemutakhiran Daftar Pemilih Pilkada 2024

KPU Mulai Rancang Aturan Pemutakhiran Daftar Pemilih Pilkada 2024

Nasional
Waketum Nasdem Ahmad Ali Datangi Rumah Prabowo di Kertanegara

Waketum Nasdem Ahmad Ali Datangi Rumah Prabowo di Kertanegara

Nasional
Sebut Hak Angket Masih Relevan Pasca-Putusan MK, PDI-P: DPR Jangan Cuci Tangan

Sebut Hak Angket Masih Relevan Pasca-Putusan MK, PDI-P: DPR Jangan Cuci Tangan

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke