Salin Artikel

Sentil Elite Parpol yang Terbuai Hasil Survei, Surya Paloh: Orientasinya Hanyalah Kekuasaan

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyindir elite partai politik yang justru sibuk memperhatikan hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga beberapa waktu belakangan.

Menurut dia, elite parpol yang sibuk memperhatikan hasil survei, hanya memiliki orientasi berkuasa, alih-alih memiliki perhatian terhadap kepentingan bangsa dan negara.

"Terlalu sibuk kita terbuai, dengan values yang diberikan hasil-hasil lembaga survei. Artinya, pendekatannya hanya pendekatan apa hasil survei nanti, untuk apa semuanya ini? Jawabannya sederhana, orientasi (elite partai) semata-mata adalah kekuasaan," kata Paloh dalam acara dialog kebangsaan Ketua Umum Partai Nasdem memperingati 50 Tahun CSIS Indonesia, Senin (23/8/2021).

Paloh mengaku khawatir, apabila orientasi elite partai hanya semata demi kekuasaan, maka akan sulit bagi bangsa Indonesia mencapai masa emas yang digadang-gadang terjadi pada tahun 2045.

Untuk itu, dia mengajak seluruh elite partai politik agar merenungkan apa yang menjadi tujuan pendirian partai politik.

Menurut dia, tujuan pendirian partai politik seharusnya berorientasi pada pemikiran bangsa ke depan dalam memberikan pelajaran politik kepada masyarakat dan bukan untuk kekuasaan.

"Ada proses hantaran yang harus terus menerus kita lakukan. Ada proses edukasi yang harus terus kita lakukan. Pendidikan politik harus terus berlanjut. Dan di situlah peran institusi-institusi resmi. Harus bisa memberikan peran sebagaimana mestinya, khususnya partai politik," jelasnya.

Ia menambahkan, elite partai politik juga harus memiliki kewibawaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebab, menurut dia, elite politik kini menentukan arah perjalanan kehidupan kebangsaan ke depannya.

"Ketika kewibawaan institusi lembaga hilang, maka masyarakat kita tidak memiliki panutan yang baik. Ketika mereka kehilangan kepercayaan, mereka semakin mengental semangat pragmatismenya," nilai Paloh.

Lebih lanjut, Paloh mengatakan bahwa pemimpin partai politik juga harus mengedepankan keteladanan.

Hal keteladanan tersebut, kata dia, dapat dilihat dari attitude atau tingkah laku ketua umum partai politik.

Tingkah laku elite parpol menurut Paloh juga menentukan persepsi masyarakat terhadap partai politik tersebut.

"Attitude yang ada dari karakter institusi partai politik itu sendiri dan modal utama yang dimiliki partai politik saat ini adalah keteladanan. Harus dikedepankan oleh pemimpin-pemimpin partai politik itu sendiri," tutur dia.

https://nasional.kompas.com/read/2021/08/23/17283191/sentil-elite-parpol-yang-terbuai-hasil-survei-surya-paloh-orientasinya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota Komisi II: Fit and Proper Test Calon Anggota KPU-Bawaslu 7-9 Februari 2022

Anggota Komisi II: Fit and Proper Test Calon Anggota KPU-Bawaslu 7-9 Februari 2022

Nasional
Pekan Depan, Kejagung Periksa Purnawirawan TNI Terkait Kasus Satelit Kemenhan

Pekan Depan, Kejagung Periksa Purnawirawan TNI Terkait Kasus Satelit Kemenhan

Nasional
DPR, KPU, dan Bawaslu Disebut Akan Bahas Aturan Kampanye Pemilu di Ruang Digital

DPR, KPU, dan Bawaslu Disebut Akan Bahas Aturan Kampanye Pemilu di Ruang Digital

Nasional
Mahfud Sebut TNI di Papua Kini Bersifat Defensif, Bukan Ofensif

Mahfud Sebut TNI di Papua Kini Bersifat Defensif, Bukan Ofensif

Nasional
Mahfud Tegaskan Tak Ada Unsur SARA pada Bentrokan di Pulau Haruku

Mahfud Tegaskan Tak Ada Unsur SARA pada Bentrokan di Pulau Haruku

Nasional
18 Pegawai KPK yang Terpapar Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri

18 Pegawai KPK yang Terpapar Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri

Nasional
Soal Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Cukup Kembalikan Kerugian Negara, Kejagung: Bukan Impunitas dan Masih Wacana

Soal Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Cukup Kembalikan Kerugian Negara, Kejagung: Bukan Impunitas dan Masih Wacana

Nasional
18 Pegawai Terpapar Covid-19, KPK Atur Proporsi Kerja

18 Pegawai Terpapar Covid-19, KPK Atur Proporsi Kerja

Nasional
Kritik Wacana Jaksa Agung soal Korupsi di Bawah Rp 50 Juta, ICW: Menambah Semangat Para Pelaku

Kritik Wacana Jaksa Agung soal Korupsi di Bawah Rp 50 Juta, ICW: Menambah Semangat Para Pelaku

Nasional
Perjalanan Rahasia Soeharto: Menginap Rumah Warga hingga Bekal Beras dan Tempe

Perjalanan Rahasia Soeharto: Menginap Rumah Warga hingga Bekal Beras dan Tempe

Nasional
KPK Umumkan 18 Pegawai Positif Covid-19

KPK Umumkan 18 Pegawai Positif Covid-19

Nasional
Mengenal Weighted Vest, 'Rompi Militer' yang Dipakai AHY Berolahraga

Mengenal Weighted Vest, "Rompi Militer" yang Dipakai AHY Berolahraga

Nasional
Jokowi Ajak Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Manfaatkan Telemedisin

Jokowi Ajak Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Manfaatkan Telemedisin

Nasional
Kisah Cinta Soeharto-Ibu Tien, Perjodohan, dan Kesedihan di TMII

Kisah Cinta Soeharto-Ibu Tien, Perjodohan, dan Kesedihan di TMII

Nasional
ICW Pertanyakan Dasar Hukum Jaksa Agung Terkait Rencana Penindakan Koruptor di Bawah Rp 50 Juta

ICW Pertanyakan Dasar Hukum Jaksa Agung Terkait Rencana Penindakan Koruptor di Bawah Rp 50 Juta

Nasional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.