Salin Artikel

Jokowi Lantik Perwira Remaja TNI-Polri di Istana Merdeka

Dalam kesempatan tersebut dilantik 227 perwira remaja lulusan Akademi Militer, 101 perwira remaja lulusan Akademi Angkatan Laut, dan 91 perwira remaja Akademi Angkatan Udara.

Selain itu, Jokowi juga melantik 281 perwira remaja lulusan Akademi Kepolisian.

Pelantikan dimulai dengan pembacaan surat keputusan presiden terkait pengangkatan perwira TNI-Polri.

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo memimpin langsung pengucapan sumpah jabatan oleh perwakilan perwira yang dilantik.

"Demi Allah saya bersumpah/demi Tuhan saya berjanji/ bahwa saya akan memenuhi kewajiban perwira dengan sebaik-sebaiknya terhadap bangsa Indonesia dan negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945," demikian bunyi petikan sumpah.

Jokowi lantas menyampaikan sejumlah amanat kepada para perwira yang baru dilantik. Ia mengingatkan bahwa perjalanan mereka baru saja dimulai.

Presiden meminta para perwira memperkuat persatuan dan kesatuan. Antara TNI-Polri dengan komponen bangsa yang lain, kata dia, harus bersinergi untuk kebaikan dan kemajuan bangsa.

"Lebih khusus lagi antara anggota dan institusi TNI dan Polri harus saling bersinergi, saling bahu-membahu dalam menjalankan tugas yang semakin berat," ujar Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan mengenai masih adanya krisis akibat pandemi Covid-19.

Ia menyebut krisis akibat pandemi bisa memperkokoh kepedulian, kegotongroyongan, persatuan dan kebersamaan.

Krisis akibat pandemi juga bisa mempercepat perbaikan cara kerja masyarakat serta mempercepat pengembangan teknologi dan industri.

"Oleh karena itu, saya berpesan kepada saudara-saudara untuk ikut berpartisipasi menyelesaikan krisis ini dan belajar dari krisis ini untuk ikut serta memperkokoh kebersamaan bersamaan berlandaskan Pancasila," kata Jokowi.

Presiden juga berpesan agar seluruh perwira mengikuti dan mengejar perkembangan zaman, baik di dunia kemiliteran maupun kepolisian. Ia menyebut, para perwira harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Mereka yang dilantik juga diingatkan untuk memegang teguh kode etik dan jati diri sebagai perwira TNI dan Polri.

"Tanggung jawab sangat besar saudara-saudara harus terus melindungi Pancasila dari gempuran gelombang ideologi dari luar. Saudara harus menjaga Bhinneka Tunggal Ika, menjaga toleransi terhadap perbedaan antara anak bangsa," kata Jokowi.

Adapun dalam pelantikan tersebut, dibacakan pula peraih Adhi Makayasa 2021 TNI-Polri. Adhi Makayasa merupakan penghargaan tahunan kepada lulusan terbaik dari setiap matra TNI dan Polri. Berikut daftarnya:

1. Septian Haryono Pasaribu. Adhi Makayasa dari Akademi Militer

2. Always Giving Hamonangan Tiris. Adhi Makayasa dari Akademi Angkatan Laut

3. Laode Abdul Muis. Adhi Makayasa dari Akademi Angkatan Udara

4. Hary Indradjati. Adhi Makayasa dari Akademi Kepolisian

https://nasional.kompas.com/read/2021/07/13/09534811/jokowi-lantik-perwira-remaja-tni-polri-di-istana-merdeka

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Hasto tentang Megawati: Pernah Pakai Gips untuk Sambung Tanaman

Cerita Hasto tentang Megawati: Pernah Pakai Gips untuk Sambung Tanaman

Nasional
Pramono Anung: PDI-P Partai yang Punya Sikap Jelas, Tak Asal Beda Saat Jadi Oposisi

Pramono Anung: PDI-P Partai yang Punya Sikap Jelas, Tak Asal Beda Saat Jadi Oposisi

Nasional
Yasonna Klaim PDI-P Tak Hanya Berpikir Politik Kekuasaan, tapi Juga Lingkungan Hidup

Yasonna Klaim PDI-P Tak Hanya Berpikir Politik Kekuasaan, tapi Juga Lingkungan Hidup

Nasional
HUT Ke-75 Megawati, Pramono Anung: Politik Ibu Ketum Jangka Panjang, Tidak Grasa-grusu

HUT Ke-75 Megawati, Pramono Anung: Politik Ibu Ketum Jangka Panjang, Tidak Grasa-grusu

Nasional
2 Kasus Kematian Pasien Omicron di RI, Tanda Bahaya Untuk Orang Berpenyakit Komorbid

2 Kasus Kematian Pasien Omicron di RI, Tanda Bahaya Untuk Orang Berpenyakit Komorbid

Nasional
Hakim dan Panitera Jadi Tersangka Suap, MAKI Desak Kewenangan Komisi Yudisial Diperkuat

Hakim dan Panitera Jadi Tersangka Suap, MAKI Desak Kewenangan Komisi Yudisial Diperkuat

Nasional
Kasus Omicron Terus Bertambah, Epidemiolog Sarankan Pemerintah Kaji Ulang Level PPKM di Jakarta

Kasus Omicron Terus Bertambah, Epidemiolog Sarankan Pemerintah Kaji Ulang Level PPKM di Jakarta

Nasional
Tingginya Risiko Meninggal Dunia Pasien Covid-19 Lansia dan yang Berkomorbid, Pemerintah Diminta Percepat Vaksinasi

Tingginya Risiko Meninggal Dunia Pasien Covid-19 Lansia dan yang Berkomorbid, Pemerintah Diminta Percepat Vaksinasi

Nasional
Kemenkes Sebut Sesak Napas sebagai Gejala Utama Pasien Varian Omicron yang Meninggal

Kemenkes Sebut Sesak Napas sebagai Gejala Utama Pasien Varian Omicron yang Meninggal

Nasional
Maruli Simanjuntak Jadi yang ke-44, Ini Daftar Pangkostrad sejak Era Soekarno

Maruli Simanjuntak Jadi yang ke-44, Ini Daftar Pangkostrad sejak Era Soekarno

Nasional
Jejak Karier Maruli Simanjuntak, dari Pengawal Jokowi hingga Jadi Pangkostrad

Jejak Karier Maruli Simanjuntak, dari Pengawal Jokowi hingga Jadi Pangkostrad

Nasional
Kritik Faisal Basri soal Proyek IKN yang Bebani APBN hingga Peluang Jadi Skandal

Kritik Faisal Basri soal Proyek IKN yang Bebani APBN hingga Peluang Jadi Skandal

Nasional
Kasus Covid-19 Bertambah, Epidemiolog Sarankan WFH Ditingkatkan dan Tunda PTM

Kasus Covid-19 Bertambah, Epidemiolog Sarankan WFH Ditingkatkan dan Tunda PTM

Nasional
Disebut Masuk Radar Kepala Otorita IKN, Risma: Kepala Daerah yang Arsitek Bukan Cuma Saya

Disebut Masuk Radar Kepala Otorita IKN, Risma: Kepala Daerah yang Arsitek Bukan Cuma Saya

Nasional
Menantu Luhut Jabat Pangkostrad, Pengamat: Fenomena 'President’s Men' Tak Bisa Dihindari...

Menantu Luhut Jabat Pangkostrad, Pengamat: Fenomena "President’s Men" Tak Bisa Dihindari...

Nasional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.