Salin Artikel

Siklon Tropis dan Dampak Badai Seroja yang Ekstrem di NTT

Siklon tropis merupakan sistem tekanan rendah non-frontal yang berskala sinoptik yang tumbuh di atas perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif dan kecepatan angin maksimum, setidaknya mencapai 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya, serta bertahan setidaknya enam jam.

Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG Agie Wandala Putra menyampaikan, siklon tropis adalah sistem tekanan rendah yang sering disebut dengan badai.

Badai tersebut disertai kecepatan angin maksimum lebih dari 34 knot dan pertumbuhan awan hujan yang masif di sekitarnya.

"Siklon tropis seroja sebelumnya adalah bibit siklon tropis 99S yang muncul sejak 2 April 2021," ujar Agie, saat dihubungi Kompas.com, Senin (5/4/2021).

Siklon tropis merupakan fenomena alam yang terjadi diberbagai wilayah di dunia.

Sekitar dua per tiga kejadian siklon tropis terjadi di belahan bumi bagian utara.

Kemudian, 65 persen siklon tropis terbentuk di daerah antara 10°-20° dari ekuator, hanya sekitar 13 persen siklon tropis yang tumbuh diatas daerah lintang 20°.

Sementara itu, di daerah lintang rendah (0°-10°) siklon tropis jarang terbentuk.

Kawasan Atlantik Barat, Pasifik Timur, Pasifik Utara bagian barat, Samudera Hindia bagian utara dan selatan, Australia dan Pasifik Selatan merupakan daerah pertumbuhan dari siklon tropis.

Dampak yang kompleks

Dampak dari kehadiran siklon tropis sangat kompleks. Siklon tropis dapat menghasilkan dampak langusng dan tidak langsung bagi manusia.

Koordinator Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Miming Saepudin menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Tim Intelijensi Penanggulangan Bencana (TIPB) yang disiarkan secara daring, Kamis (29/4/2021).

"Bahwa sangat kompleks sekali apa yang terjadi akibat adanya siklon tropis ini," kata Miming.

Dampak langsung dari siklon tropis yakni angin kencang, hujan lebat hingga ekstrem, gelombang tinggi, dan gelombang pasang dengan intensitas cukup tinggi.

Kemudian, gelombang rossby equtorial, gelombang kelvin wave, dan synoptic scale yang merupakan fenomena ukuran pola cuaca yang terjadi pada satu hari sampai satu minggu dengan skala panjang wilayah horizontal.

Sementara itu, dampak tidak langsungnya juga sama seperti dampak langsung, tetapi terjadi di daerah lainnya dengan intensitas relatif lebih kecil.

"Termasuk juga gelombang pasang tapi dengan intensitas yang relatif lebih kecil," ujar dia.

Miming mengatakan, banyak sekali penyebab munculnya siklon tropis di antaranya adalah STT anomali atau temperatur muka laut, la lina, Madden Jullian Oscillation (MJO).

Siklon Tropis Seroja di NTT

Belakangan ini, wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terdampak oleh siklon tropis seroja.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut, bibit siklon ini telah berhasil dideteksi BMKG sejak 2 April 2021 sebagai Bibit Siklon Tropis 99S.

"BMKG telah mengeluarkan rilis informasi potensi cuaca ekstrem sebagai dampak dari bibit siklon tersebut sejak tanggal 2 April 2021," kata Dwikorita dalam konferensi pers, Minggu (4/4/2021).

BMKG juga menyatakan, siklon tropis yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu merupakan yang terkuat kedua setelah sebelumnya pernah terjadi pada 2008.

Hal itu Miming Saepudin dalam Rapat Koordinasi Tim Intelijensi Penanggulangan Bencana (TIPB) yang disiarkan secara daring, Kamis (29/4/2021).

"Siklon tropis ini memang siklon yang terkuat kedua setelah 2008, siklon Kenanga. Tetapi, posisinya memang kalau kenanga itu ada di Samudra Hindia, selatan Jawa. Kalau Seroja itu ada di wilayah NTT," kata Miming.

Sementara itu, di daerah selatan di Indonesia biasanya terjadi pada November hingga Mei. Ia pun meminta masyarakat waspada.

"Jadi ke depannya mungkin ini yang perlu kita perhatikan bahwa kewaspadaan potensi siklon di wilayah selatan antara November-Mei, tetapi tingkat kejadian lebih tinggi dapat terjadi pada bulan April," ujar dia. 

Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sempat menyebut, banjir bandang akibat siklon tropis di NTT merupakan bencana alam yang mempunyai dampak paling besar dalam 10 tahun terakhir di provinsi tersebut.

Menurut Raditya, hampir seluruh daerah di NTT terdampak banjir bandang.

Berdasarkan data yang dihimpun BNPB, dampak banjir yang cukup besar sebelumnya pernah terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT pada tahun 2010.

Banjir itu mengakibatkan 31 orang meninggal dunia, 7 orang hilang, 27 luka-luka, dan 159 rumah rusak.

Kemudian, pada tahun 2011 sempat terjadi banjir di Kabupaten Belu yang mengakibatkan 3.277 rumah dan 14 fasilitas umum rusak.

"Mungkin ini adalah dampak yang paling besar ya sejak dulu dan sekarang dalam satu dekade ini," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam telekonferensi pers, Rabu (7/4/2021).

Puluhan ribu orang terdampak

Dampak siklon tropis seroja yang terjadi di NTT pada awal April tahun ini juga menimbulkan korban jiwa serta membuat puluhan ribu masyarakat harus mengungsi.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengatakan, awalnya jumlah pengungsi di posko penampungan korban bencana dampak dari badai tropis siklon seroja di NTT mencapai 58.914 jiwa.

Namun, kian hari jumlah tersebut pun menurun. Pada Jumat (16/4/2021) tercatat ada 1.023 kepala keluarga atau 4.182 orang yang mengungsi.

"Awalnya, jumlah pengungsi yang ada di posko berjumlah 7.425 kepala keluarga atau 58.914 jiwa," kata Viktor dalam konferensi persnya yang disiarkan secara daring, Jumat (16/4/2021).

Kemudian, total korban akibat bencana ini hingga Jumat (16/4/2021) tercatat ada 181 orang meninggal dunia, warga hilang sebanyak 47 orang, luka-luka 225 orang.

Ribuan rumah hingga fasilitas umum juga rusak akibat bencana alam yang melanda wilayah NTT.

Akibat besarnya dampak siklon tropis seroja tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat menetapkan status tanggap darurat bencana pasca-banjir bandang angin siklon tropis, hingga tanah longsor.

Status tanggap darurat tersebut berlaku sejak 6 April sampai 5 Mei 2021 dan ditetapkan dalam Surat Keputusan Nomor 118/KEP/HK/2021 tertanggal 6 April 2021.

"Terhitung mulai tanggal 6 April sampai 5 Mei 2021," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (8/4/2021).

https://nasional.kompas.com/read/2021/04/30/08534221/siklon-tropis-dan-dampak-badai-seroja-yang-ekstrem-di-ntt

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Chemistry' Dianggap Jadi Faktor Jokowi Tunjuk Yudo Margono Calon Panglima TNI

"Chemistry" Dianggap Jadi Faktor Jokowi Tunjuk Yudo Margono Calon Panglima TNI

Nasional
Komisi I DPR Setujui Perjanjian Singapura-RI soal FIR dan DCA yang Sempat Tuai Kritik

Komisi I DPR Setujui Perjanjian Singapura-RI soal FIR dan DCA yang Sempat Tuai Kritik

Nasional
Polri Kaji Perizinan Liga 1 dengan Sistem 'Bubble'

Polri Kaji Perizinan Liga 1 dengan Sistem "Bubble"

Nasional
KSAL Jadi Calon Panglima TNI, Pengamat Singgung Ancaman di Laut

KSAL Jadi Calon Panglima TNI, Pengamat Singgung Ancaman di Laut

Nasional
Jabatan Panglima TNI untuk Kekuatan Politik Presiden Dinilai Tak Lepas dari Sejarah Orba

Jabatan Panglima TNI untuk Kekuatan Politik Presiden Dinilai Tak Lepas dari Sejarah Orba

Nasional
Kapolres Bantah Isu Korban Gempa Cianjur Tolak Bantuan

Kapolres Bantah Isu Korban Gempa Cianjur Tolak Bantuan

Nasional
Survei Charta Politika: Mayoritas Responden Tak Setuju Wacana Jokowi jadi Cawapres

Survei Charta Politika: Mayoritas Responden Tak Setuju Wacana Jokowi jadi Cawapres

Nasional
KPK Periksa Plt Bupati PPU, Dalami Penyertaan Modal dan Pencairan Dana ke BUMD

KPK Periksa Plt Bupati PPU, Dalami Penyertaan Modal dan Pencairan Dana ke BUMD

Nasional
Bahas Pengamanan Pertandingan Sepak Bola, Polri Sebut Syarat Perizinan Akan Dibuat Sangat Ketat

Bahas Pengamanan Pertandingan Sepak Bola, Polri Sebut Syarat Perizinan Akan Dibuat Sangat Ketat

Nasional
Jabatan Panglima TNI Dinilai sebagai Simbol Kekuatan Politik Presiden

Jabatan Panglima TNI Dinilai sebagai Simbol Kekuatan Politik Presiden

Nasional
Survei Charta Politika: Mayoritas Responden Nilai Pemerintahan Jokowi Lebih Baik dari SBY Hadapi Tekanan Ekonomi

Survei Charta Politika: Mayoritas Responden Nilai Pemerintahan Jokowi Lebih Baik dari SBY Hadapi Tekanan Ekonomi

Nasional
Imbauan Kemenkes: Ada KIPI Usai Vaksin Polio, Segera Lapor

Imbauan Kemenkes: Ada KIPI Usai Vaksin Polio, Segera Lapor

Nasional
Survei Charta Politika: Anies Dipilih karena Pintar, Ganjar Merakyat, Prabowo Tegas

Survei Charta Politika: Anies Dipilih karena Pintar, Ganjar Merakyat, Prabowo Tegas

Nasional
Laksdya Muhammad Ali dan Heru Kusmanto Dianggap Berpeluang Jadi KSAL

Laksdya Muhammad Ali dan Heru Kusmanto Dianggap Berpeluang Jadi KSAL

Nasional
Vaksinasi Polio Massal di Aceh, Kemenkes Siapkan 60.000 Vial Vaksin nOPV2

Vaksinasi Polio Massal di Aceh, Kemenkes Siapkan 60.000 Vial Vaksin nOPV2

Nasional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.