Salin Artikel

Total 27.549 Kasus Covid-19 di Indonesia dan Kerentanan Anak terhadap Penularan Virus

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak diumumkan pertama kali pada 2 Maret 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di Tanah Air masih terus bertambah.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun hingga Selasa (2/6/2020) pukul 12.00 WIB, total ada 27.549 kasus positif Covid-19 di Indonesia, dengan penambahan 609 pasien dalam 24 jam terakhir.

"Dari hasil pemeriksaan ini konfirmasi kasus positif sebanyak 609 orang sehingga menjadi 27.549 orang," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, di Graha BNPB, Jakarta, Selasa sore.

Selain itu, Yuri mengatakan, ada penambahan 289 pasien sembuh dari Covid-19, sehingga total pasien sembuh dalam 24 jam terakhir mencapai 7.935 orang.

Kemudian, terdapat penambahan 22 pasien Covid-19 yang meninggal dunia sejak 24 jam terakhir. Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang meninggal dunia hingga saat ini ada 1.663 orang.

Dalam periode yang sama, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) terkait Covid-19 bertambah dari data sebelumnya.

Yuri mengatakan, jumlah ODP di Indonesia berjumlah 48.023 orang. Sementara itu, jumlah PDP sebanyak 13.213 orang.

Kasus masih bertambah

Berdasarkan data yang dipaparkan Yuri, jumlah kasus baru positif Covid-19 tersebar di 23 provinsi.

Penambahan kasus terbanyak terjadi di Jawa Timur dengan 213 kasus baru.

Menyusul setelah itu Papua dengan 94 kasus baru, DKI Jakarta dengan 60 kasus baru dan Sulawesi Selatan 44 kasus baru.

Kendati demikian, Yuri mengatakan, penambahan jumlah kasus baru bukan merupakan gambaran total kasus Covid-19 di Indonesia.

Sebab, penambahan kasus baru tertinggi hanya terjadi di sejumlah provinsi.

"Seperti di Jawa Timur meningkat daripada kemarin, kemudian sama halnya dengan Papua. Sementara itu untuk DKI Jakarta sebenarnya lebih sedikit dari hari sebelumnya," ujar Yuri.

Lebih lanjut, hingga saat ini, penularan Covid-19 terjadi di 417 kabupaten/kota yang berada di 34 provinsi.

Pemeriksaan spesimen

Hingga saat ini, pemerintah telah melakukan pemeriksaan terhadap 342.466 spesimen untuk Covid-19.

Menurut Yuri, total jumlah spesimen tersebut sudah termasuk dengan penambahan tes pada hari ini sebanyak 9.049 spesimen.

"Sampai dengan pukul 12.00 WIB adalah 9.049 spesimen, namun yang belum selesai pemeriksaan karena terpotong waktu 12.00 WIB adalah 1.143 spesimen," kata Yuri.

Dalam pemeriksaan spesimen ini, pemerintah menerapkan dua metode.

Pertama, pemeriksaan menggunakan metode real time Polymerase Chain Reaction (PCR). Kedua, yakni menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM).

Lindungi anak-anak dari penularan virus

Terakhir, Yuri kembali mengingatkan bahwa anak-anak rentan tertular Covid-19 dari orang dewasa.

Penularan Covid-19 terjadi meski anak-anak tetap berada di rumah. Sebab, tanpa disadari orang tua rentan membawa virus ke dalam rumah.

"Mungkin dia seharian tidak keluar rumah, tetapi orang tua atau saudara lain yang dewasa yang aktif berada di luar, bisa saja tidak menyadari membawa penyakit ini ke rumah," ujar Yurianto.

Yuri menyarankan agar keluarga berperan aktif dalam memutus rantai penularan Covid-19 baik di keluarga maupun di masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan, kebiasaan baru selama pandemi harus disiplin dijalankan seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakannya masker saat keluar rumah, menjaga jarak aman dan tidak berkerumun.

https://nasional.kompas.com/read/2020/06/03/07323661/total-27549-kasus-covid-19-di-indonesia-dan-kerentanan-anak-terhadap

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.