Salin Artikel

Wisma Atlet Kemayoran yang Disulap Jadi RS Darurat Covid-19...

Jokowi tiba di Wisma Atlet pada pukul 09.00 mengenakan kemeja putih dan masker berwarna hijau.

Kedatangannya disambut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan sejumlah pejabat lainnya.

Jokowi langsung memeriksa sejumlah ruangan di Wisma Atlet tersebut seperti ruangan instalasi gawat darurat dan ruang Isolasi.

Para pejabat publik yang menemani Jokowi ikut memberikan penjelasan disetiap titik ruangan di RS Darurat Penanganan Covid-19 itu.

Sebelum, meninggalkan Wisma Atlet, Jokowi memberikan arahan kepada Doni Mardono dan Erick Thohir.

Pada Minggu (24/3/2020) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, empat menara Wisma Atlet yaitu menara 1,3,6, dan 7 sudah dilakukan sedikit modifikasi sebelum resmi digunakan pada Senin (23/3/2020).

Menurut dia, modifikasi yang dilakukan dengan tiga tahapan yaitu pertama, pembersihan.

Kedua, penyemprotan seluruh bangunan baik indoor maupun outdoor dengan desinfektan.

Ketiga modifikasi bangunan di Menara 1, 3, 6, dan 7,  yang dilengkapi laboratorium farmasi, dan peralatan medis portable. 

Adapun RS Darurat Penanganan Covid-19 ini diperuntukkan bagi mereka yang menunjukkan gejala Covid-19 atau sakit ringan.

Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto saat konferensi pers di Jakarta, Minggu (22/3/2020).

"Yang kondisinya ringan, positif, sudah terjadi di rumah sakit, bisa didorong ke Wisma Atlet ini," Terawan.

Terawan menjelaskan, pasien yang dirawat di RS Darurat Penanganan Covid-19 harus memeriksakan diri di rumah sakit.

Ia mengatakan, pemeriksaan harus dilakukan rumah sakit bukan hanya rapid test melainkan pemeriksaan swab.

Lantas, seperti apa fasilitas-fasilitas kesehatan di RS Darurat Penanganan Covid-19 ini?

3.000 tempat tidur

Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, pemerintah menyiapkan sekitar 3.000 tempat tidur untuk merawat pasien covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran.

"Segala sesuatu kita siapkan dengan maksimal sehingga kita bisa setidaknya siapkan 3.000-an tempat tidur pada saat awal," ujar Yuri.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Agus Wibowo menjelaskan rincian dari penggunaan empat tower di Wisma Atlet tersebut yaitu,

Tower 3, lantai 1 sampai 24 untuk posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dengan jumlah unit yang tersedia sebanyak 650 unit dan dapat menampung maksimal 1.750 orang.

Tower 6, mulai lantai 1 hingga 24 akan digunakan sebagai ruang rawat inap pasien.

Kapasitas yang tersedia adalah 650 unit dan dapat menampung 1.750 orang. Satu kamar diperkirakan dapat menampung dua hingga tiga orang pasien.

Terakhir, Tower 7, dibagi menjadi beberapa fungsi. Pada lantai 1 akan digunakan sebagai IGD, lantai 2 untuk ICU, dan lantai 3 untuk ruang refreshing.

Kemudian, lantai 4 sampai 24 akan digunakan sebagai ruang rawat inap pasien. Kapasitas di Tower 7 adalah 886 unit dengan kapasitas ruang rawat maksimal adalah 2.458 pasien.

Tiga Zona untuk empat menara

Lebih lanjut Agus mengatakan, rumah sakit darurat ini akan dibagi dalam tiga zona: hijau, kuning, dan merah.

Zona Hijau, kata Agus, Tower 1 yang akan diisi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Zona ini hanya dapat dimasuki oleh orang yang berkepentingan yaitu pihak TNI, Polri, BNPB dan kelompok relawan.

"Kedua, Zona Kuning adalah Tower 3, akan diisi oleh Dokter, Perawat dan Petugas Para medis lainnya," ujarnya.

"Hanya mereka yang menggunakan APD lengkap yang dapat masuk ke zona ini selain pasien," ucapnya.

Terkait tenaga medis, Agus mengatakan, sudah ada 155 personel kesehatan angkatan darat ke RS Darurat Penanganan Covid-19 di Kemayoran yang terdiri dari 11 dokter spesialis, 30 dokter umum, 1 apoteker, 3 asisten apoteker, 5 analis laboratorium, 5 penata rontgen, 50 perawat umum, 50 personel non medis. 

"Mereka akan bertugas selama 1 bulan, sesuai surat nomor B/882/III/2020 tertanda Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat, Mayjen TNI dr. Tugas Ratmono," tuturnya.

Tiga Satgas dikerahkan

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya Yudo Margono mengatakan, ada tiga Satgas yang siap mendukung operasional RS tersebut.

Yudo mengatakan, tiga Satgas itu adalah Satgas pendamping, satgas pendukung dan satgas pengamanan yang berjumlah 566 orang.

"Satgas pendamping terdiri dari tenaga medis yang menangani langsung di ring 1. Kemudian untuk satgas pendukung yang terdiri dari para pendukung dalam hal ini tim yang memasak, pengendali dari Kodam, kita dari Kogabwilhan," kata Yudo melalui live streaming BNPB Indonesia, Senin (23/3/2020).

"Kemudian ada satgas PAM yang terdiri dari satuan petugas pengamanan Marinir, Koppasus, dan Paskhas TNI AU," ujarnya.

Yudo mengatakan, tiga Satgas tersebut memiliki peran dan fungsi yang dipimpin oleh Pangdam Jaya.

Adapun susunannya, kata Yudo, satgas pendamping berjumlah 225 orang yang terdiri dari unsur TNI dan Kementerian Kesehatan. 

Kemudian, Satgas pendukung berjumlah 161 orang yang terdiri dari unsur Polri, TNI dan ahli gizi serta Satgas pengamanan berjumlah 180 orang yang terdiri dari Marinir, Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dan Pasukan Khas (Paskhas).

"Sehingga jumlah keseluruhan dari Kogasgabad Wisma Atlet berjumlah 566 orang," pungkasnya.

https://nasional.kompas.com/read/2020/03/24/05573371/wisma-atlet-kemayoran-yang-disulap-jadi-rs-darurat-covid-19

Terkini Lainnya

Jokowi Minta PON XXI Aceh-Sumut 2024 Tepat Waktu, Pimpinan DPR Ajak Semua Pihak Turun Tangan

Jokowi Minta PON XXI Aceh-Sumut 2024 Tepat Waktu, Pimpinan DPR Ajak Semua Pihak Turun Tangan

Nasional
Tanggapi Santai Pernyataan Kaesang Soal Duet dengan Anies, Projo: Bisa Saja Bercanda

Tanggapi Santai Pernyataan Kaesang Soal Duet dengan Anies, Projo: Bisa Saja Bercanda

Nasional
Bicara Marwah DPR di Bidang Legislasi, Hasto Kristiyanto: Sekarang Terbalik, Sering Ada Kepentingan di Luar

Bicara Marwah DPR di Bidang Legislasi, Hasto Kristiyanto: Sekarang Terbalik, Sering Ada Kepentingan di Luar

Nasional
Kalah di Pilpres, Anies Akhirnya Kembali Bertarung di Jakarta

Kalah di Pilpres, Anies Akhirnya Kembali Bertarung di Jakarta

Nasional
Airlangga Ungkap Terjadi 'Shifting' Perdagangan ke AS, tetapi RI Belum Menikmati

Airlangga Ungkap Terjadi "Shifting" Perdagangan ke AS, tetapi RI Belum Menikmati

Nasional
Kritik Proses Pemeriksaan Hasto dan Staf oleh KPK, DPD PDI-P: Tidak Adil dan Sewenang-wenang

Kritik Proses Pemeriksaan Hasto dan Staf oleh KPK, DPD PDI-P: Tidak Adil dan Sewenang-wenang

Nasional
Anggap KPK Tidak Tepat Sita Ponsel Hasto, Politikus PDI-P: Ini Bukan Tangkap Tangan

Anggap KPK Tidak Tepat Sita Ponsel Hasto, Politikus PDI-P: Ini Bukan Tangkap Tangan

Nasional
Pemikir Bebas Melawan Kebekuan

Pemikir Bebas Melawan Kebekuan

Nasional
[POPULER NASIONAL] Anies Umumkan Maju Pilkada Jakarta | Anies Diprediksi Tolak Duet dengan Kaesang

[POPULER NASIONAL] Anies Umumkan Maju Pilkada Jakarta | Anies Diprediksi Tolak Duet dengan Kaesang

Nasional
Tanggal 17 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 17 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Putusan MA Bisa Dikonfirmasi Buka Jalan bagi Anak Jokowi jika Kaesang Maju Pilkada, Terutama di Jakarta

Putusan MA Bisa Dikonfirmasi Buka Jalan bagi Anak Jokowi jika Kaesang Maju Pilkada, Terutama di Jakarta

Nasional
KPK Ungkap Ada Pihak Kembalikan Uang ke PT SCC

KPK Ungkap Ada Pihak Kembalikan Uang ke PT SCC

Nasional
Gubernur BI: Tren Inflasi Indonesia 10 Tahun Terakhir Menurun dan Terkendali Rendah

Gubernur BI: Tren Inflasi Indonesia 10 Tahun Terakhir Menurun dan Terkendali Rendah

Nasional
Muhadjir: Tak Semua Korban Judi 'Online' Bisa Terima Bansos, Itu Pun Baru Usulan Pribadi

Muhadjir: Tak Semua Korban Judi "Online" Bisa Terima Bansos, Itu Pun Baru Usulan Pribadi

Nasional
WNI yang Dikabarkan Hilang di Jepang Ditemukan, KJRI Cari Kontak Keluarga

WNI yang Dikabarkan Hilang di Jepang Ditemukan, KJRI Cari Kontak Keluarga

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke