Salin Artikel

Ambisi AHY Bawa Kejayaan Demokrat dan Momen Terakhir SBY Berpidato Politik

Keputusan itu diambil setelah sidang paripurna melakukan verifikasi dan dinyatakan AHY memenuhi persyaratan menjadi ketua umum dalam Kongres V Partai Demokrat 2020 di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (14/3/2020).

"Betul, terpilih secara aklamasi," ujar Kadiv Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahean saat dihubungi.

Sebelumnya, saat melampirkan formulir pendaftaran calon ketua umum, AHY telah mendapat dukungan 93 persen suara dari DPD ataupun DPC.

Dukungan mayoritas itu secara otomatis memuluskan AHY menjadi calon ketua umum yang sebelumnya diemban SBY.

Partai Demokrat menggelar kongres tak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun ini, Partai Demokrat hanya memakai satu hari untuk melaksanakan forum lima tahunan itu.

Telurkan 10 program

Usai terpilih, AHY langsung menelurkan 10 program selama menakhodai partai berlambang mercy untuk masa bakti 2020-2025.

Program pertama adalah mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan militan.

"Kita ingin SDM ditingkatkan kualitasnya, kapasitasnya, integritasnya, karena sekali lagi itu adalah aset, modal penting untuk perjuangan kita," ujar AHY di arena Kongres V Partai Demokrat, di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (14/3/2020).

Program kedua yaitu memperkuat kepemimpinan manajemen yang efektif.

Ketiga, modernisasi Partai Demokrat menuju partai yang cerdas.

Keempat, memperkuat komunikasi politik yang efektif bagi setiap lini.

Kelima, neningkatkan program-program pengabdian masyarakat.

Keenam, membina dan memperluas jaringan konstituen.

Ketujuh, memenangkan suara generasi muda.

Kedalapan, menyukseskan pilkada 2020.

Kesembilan, menyukseskan pemilihan legislatif (pileg) 2024.

Kesepuluh, menyukseskan pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Menurut AHY, program kesepuluh menjadi amanah bagi semua kader Demokrat untuk mempersiapkan kader terbaiknya menghadapi Pilpres 2024.

"Hanya Tuhan yang mengetahui itu (ikut Pilpres 2024), tugas kita sebagai manusia bekerja keras dan berikhtiar untuk bisa membangkitkan Partai Demokrat ini, termasuk jika bisa mengikuti kontestasi Pilpres 2024," kata dia.

Butuh nasihat SBY

AHY menegaskan bahwa partainya masih membutuhkan "sentuhan" sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Diketahui, AHY menggantikan SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat melalui Kongres V yang diselenggarakan di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (15/3/2020).

"Kita masih membutuhkan nasihat dan kewajiban dari Bapak," ujar AHY.

AHY juga mengucapkan terima kasih kepada SBY karena atas jiwa besar dan keseriusannya mampu menyiapkan kader menjadi calon pemimpin sejati.

Di sisi lain, AHY menyerukan supaya generasi penerus Partai Demokrat menaruh penghormatan kepada para pendiri partai.

AHY bertekad untuk melanjutkan tongkat estafet atas apa yang sudah diperjuangkan SBY selama menjadi pimpinan partai.

"Kepada para pemimpin dan juga generasi pendahulu Partai Demokrat atas segala jasa, kerja keras dan pengabdiannya untuk partai ini, semangatnya yang sudah baik lanjutkan, yang belum baik tentu kita harus perbaiki," kata AHY.

AHY juga menyatakan akan terus menggelorakan semangat serta partisipasi kader di berbagai wilayah.

Menurut dia, semangat itulah yang sebelumnya selalu ditunjukkan SBY untuk membangun Partai Demokrat.

Semangat dan gelora itu akan ditunjukkan dengan bersama-sama menyelesaikan berbagai masalah yang tengah dihadapi bangsa dan negara.

"Kita tunjukkan kepedulian kita yang selama ini kita lakukan, yaitu tunjukkan simpati kita untuk memberikan solusi dan juga atensi kepada masyarakat kita," kata AHY.

Utamakan kader internal

AHY juga menegaskan, Partai Demokrat akan mengusung kadernya untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 serentak.

"Pak SBY juga sepakat untuk ke depan (Pilkada 2020 serentak), mari kita mengutamakan untuk kader partai sendiri," ujar AHY.

AHY meminta semua kader di penjuru nusantara untuk menyukseskan hajat demokrasi tahun ini.

Menurut dia, jika Partai Demokrat sukses menghadapi Pilkada 2020 serentak, maka tidak menutup kemungkinan akan memudahkan pada pesta demokrasi berikutnya.

Untuk memenuhi target itu, AHY sendiri mengaku sudah menjalin komunikasi dengan ketua DPD dan DPC.

Dia meminta, dalam persiapan menghadapi Pilkada 2020 serentak, Partai Demokrat tidak boleh terlambat menentukan sikapnya.

"Semua menyampaikan kepentingan ataupun concern yang sama bahwa kita tidak boleh ketinggalan kereta dalam mencari koalisi, dalam mencari tiket untuk mengusung pasangan calon," katanya.

Sementara itu, AHY mematok dua syarat bagi kader partai berlambang mercy jika ingin maju dalam Pilkada 2020 serentak.

Dua syarat itu adalah keinginan yang kuat dan kesiapan yang sungguh.

"Itu semua harus siap agar kita juga benar-benar punya kemampuan untuk berkompetisi dengan calon-calon lainnya," katanya.

Kembalikan kejayaan

Selain itu, AHY juga berambisi mampu membawa kejayaan Partai Demokrat dengan kembali menguasai DPR RI pada pemilihan legislatif (Pileg) 2024.

"Bayangkan, nikmatnya, bahagianya kita dan bangganya kita kalau berhasil merebut kemenangan di parlemen seperti pada 2009 yang lalu," ujar AHY.

Adapun target kemenangan pada Pileg 2024 merupakan satu dari 10 program AHY dalam memimpin Partai Demokrat masa bakti 2020-2025.

AHY mengatakan, Partai Demokrat bersyukur kendati hanya meraup 10.876.507 suara atau 7,77 persen pada Pemilu 2019.

Dia mengatakan, dengan perolehan suara tersebut, Demokrat juga telah menempatkan 54 kadernya berkancah di DPR.

Berkaca pada perolehan tersebut, AHY bertekad mampu meningkatkan jumlah kadernya yang diduduk di parlemen.

"Kita ingin kembali meningkatkan jumlah anggota DPR kita, baik DPR RI, provinsi, maupun kabupaten, kota," katanya.

Dia menegaskan, target tersebut dapat dipenuhi apabila seluruh elemen Partai Demokrat bekerja keras dan berjuang bersama.

Dengan begitu, ia berharap Partai Demokrat mendapatkan suara yang lebih baik ke depannya.

"Kita harus segera mencari kader-kader terbaik kita sebagai caleg dari sekarang, jangan menunggu tahun politik, jangan menunggu 2023," tegas dia.

"Tetapi dari sekarang, mari kita identifikasi kader-kader terbaik, siapa saja yang kira-kira punya kemauan dan kemampuan untuk menjadi caleg," tambah AHY.

Momen terakhir SBY

Kongres V Partai Demokrat juga menjadi momen pidato politik terakhir SBY selaku Ketua Umum Partai Demokrat.

Dalam pidatonya, SBY mencatat terdapat tiga tugas besar yang akan dialami Indonesia selama lima tahun ke depan.

"Tugas besar Indonesia lima tahun mendatang, menurut saya ada tiga," ujar SBY dalam pidatonya di Kongres V Partai Demokrat 2020 di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (14/3/2020).

"Pertama, bagaimana mengatasi dampak dari permasalahan dunia," tutur SBY.

Tugas kedua, menurut SBY, adalah bagaimana mengatasi permasalahan internal dalam negeri, terutama di bidang ekonomi.

Sedangkan tugas ketiga, bagaimana mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan lebih makmur pada tahun 2024.

Terutama, ini sesuai janji-janji kampanye pemenang Pemilu 2019, yang menjadi pemegang pemerintahan saat ini.

SBY berpandangan bahwa tak ada jalan pintas dan resep ajaib bagi Indonesia melewati tiga tugas besar tanpa adanya kesatuan bangsa.

"Tiga tugas besar tersebut bisa dilaksanakan jika bangsa ini makin bersatu, membangun kebersamaan, berpikir cerdas, dan bekerja keras, di bawah kepemimpinan dan direction pemimpin nasional kita," kata SBY.

"Terlalu sombong jika ada pihak yang merasa bisa bekerja sendiri. Negara pun memerlukan dukungan rakyat. In crucial thing, unity," ujar dia.

SBY menegaskan, berkaitan dengan tiga tugas besar itu, pihaknya menjamin Partai Demokrat tak akan berdiam diri.

Dia menyatakan bahwa Partai Demokrat secara moral ikut bertanggung jawab atas tugas besar itu, sekalipun Partai Demokrat bukan bagian dari koalisi dan kader-kader utamanya tidak ada di dalam kabinet Presiden Joko Widodo.

"Ikut bertanggung jawab atas nasib dan masa depan rakyat kita. Do nothing, berdiam diri, apatis, dan membiarkan permasalahan yang ada di negeri ini, bukanlah sikap dan pilihan Partai Demokrat," kata dia.

https://nasional.kompas.com/read/2020/03/16/07013051/ambisi-ahy-bawa-kejayaan-demokrat-dan-momen-terakhir-sby-berpidato-politik

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wapres Nilai Pemberantasan Korupsi Mesti Diarahkan pada Perubahan Perilaku

Wapres Nilai Pemberantasan Korupsi Mesti Diarahkan pada Perubahan Perilaku

Nasional
MA: Dari 56 Kasasi Perkara Korupsi, 17 di Antaranya Diperberat

MA: Dari 56 Kasasi Perkara Korupsi, 17 di Antaranya Diperberat

Nasional
Status Gunung Semeru Turun, dari Awas Jadi Siaga

Status Gunung Semeru Turun, dari Awas Jadi Siaga

Nasional
Firli Bahuri Sebut Koruptor Tak Takut Dipenjara, tapi Takut Dimiskinkan

Firli Bahuri Sebut Koruptor Tak Takut Dipenjara, tapi Takut Dimiskinkan

Nasional
Bamsoet Hidupkan Wacana Tunda Pemilu 2024, Demokrat: Jokowi Bisa Terjerumus

Bamsoet Hidupkan Wacana Tunda Pemilu 2024, Demokrat: Jokowi Bisa Terjerumus

Nasional
Yudo Margono Tegaskan Calon KSAL Penggantinya Jadi Hak Prerogatif Presiden

Yudo Margono Tegaskan Calon KSAL Penggantinya Jadi Hak Prerogatif Presiden

Nasional
Mendagri Resmikan Papua Barat Daya Jadi Provinsi ke-38 di RI

Mendagri Resmikan Papua Barat Daya Jadi Provinsi ke-38 di RI

Nasional
Update Bantuan Kemensos untuk Korban Gempa Cianjur, dari Makanan Minuman hingga Dapur Umum

Update Bantuan Kemensos untuk Korban Gempa Cianjur, dari Makanan Minuman hingga Dapur Umum

Nasional
Mendagri Lantik Muhammad Masa'ad Jadi Pj Gubernur Papua Barat

Mendagri Lantik Muhammad Masa'ad Jadi Pj Gubernur Papua Barat

Nasional
Ridwan Kamil: Polisi Terus Siaga Pasca-bom Bunuh Diri di Astanaanyar

Ridwan Kamil: Polisi Terus Siaga Pasca-bom Bunuh Diri di Astanaanyar

Nasional
KSAL Fokus ke Deradikalisasi di Wilayah Pesisir dan Pulau Terpencil

KSAL Fokus ke Deradikalisasi di Wilayah Pesisir dan Pulau Terpencil

Nasional
Keluarga Korban Tak Heran Terdakwa HAM Berat Paniai Bebas, Desak Pengusutan Ulang

Keluarga Korban Tak Heran Terdakwa HAM Berat Paniai Bebas, Desak Pengusutan Ulang

Nasional
Terdakwa HAM Berat Paniai Bebas, Kontras Anggap Kinerja Kejagung Bermasalah

Terdakwa HAM Berat Paniai Bebas, Kontras Anggap Kinerja Kejagung Bermasalah

Nasional
Hakordia 2022: Ironi Adik-Kakak Terjerat Kasus Korupsi

Hakordia 2022: Ironi Adik-Kakak Terjerat Kasus Korupsi

Nasional
Hukuman Koruptor Dipangkas dalam RKUHP, Korupsi Bukan Lagi 'Extraordinary Crime'?

Hukuman Koruptor Dipangkas dalam RKUHP, Korupsi Bukan Lagi "Extraordinary Crime"?

Nasional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.