Salin Artikel

Ayah Bupati Buton Selatan Prihatin Anaknya Terjaring OTT KPK

Para awak media sempat tak menyadari kehadiran Sjafei di sekitar lingkungan Gedung Merah Putih KPK.

Saat ditanya terkait kedatangannya ke KPK, Sjafei merasa prihatin sebagai orangtua atas peristiwa yang menjerat anaknya. Kehadirannya seorang diri hanya untuk menjenguk sang anak.

"Sebagai orangtua prihatin, (saya) hanya menjenguk saja," ujar Sjafei kepada awak media, di gedung KPK, Kamis.

Sjafei juga sebelumnya mengaku tak mengetahui bahwa anaknya terlibat dalam dugaan menerima suap dari kontraktor proyek di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Buton Selatan.

"Enggak tahu," kata dia.

Awak media juga menanyakan apakah kehadirannya untuk memenuhi panggilan penyidik atau tidak. Sjafei pun menegaskan bahwa dirinya belum dipanggil oleh KPK.

"Oh belum (panggilan penyidik)," ujarnya.

Sjafei juga menepis kabar bahwa alat peraga kampanye yang disita oleh KPK merupakan alat kampanye dia.

Sebab, beredar informasi di kalangan wartawan alat kampanye yang ditemukan KPK diduga untuk kepentingan kampanye Sjafei sebagai cawagub Sulawesi Tenggara yang akan mengikuti Pilkada Serentak 2018.

"Enggak ada, enggak ada," kata dia.

Sjafei juga menepis dugaan penerimaan suap oleh anaknya akan dimanfaatkan untuk kepentingan kampanye dirinya.

"Enggak tahu, enggak tahu," kata Sjafei sambil berlalu menyudahi tanya jawab.

Sementara itu Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan sebelumnya mengonfirmasi bahwa ada beberapa alat kampanye yang ditemukan di kediaman seorang konsultan politik yang sempat ditangkap KPK.

"Itu memang ada, kebetulan salah satu cawagub Sultra itu ayah dari Bupati (Agus), jadi memang ditemukan ada beberapa alat kampanye, kami ambil contohnya," kata Basaria.

Namun demikian, Basaria menegaskan pihaknya belum menelusuri dugaan adanya pemanfaatan uang suap yang diperoleh Agus untuk mendukung kegiatan ayahnya yang akan menjadi cawagub Sultra pada Pilkada Serentak 2018 nanti.

"Kami belum sampai ke sana, apakah uang tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan cawagub yang kebetulan ayahnya Bupati. Nanti masih dalam proses mungkin dua-tiga hari ini bisa nanti diinformasikan lagi," kata Basaria.

Meski demikian, Basaria juga tak menutup kemungkinan KPK akan memanggil Sjafei jika memang dibutuhkan.

"Bisa saja nanti, tergantung perkembangan, bisa saja ke sana. Masih dalam proses sampai saat ini," kata dia.

https://nasional.kompas.com/read/2018/05/25/08491931/ayah-bupati-buton-selatan-prihatin-anaknya-terjaring-ott-kpk

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Edy Mulyadi Minta Maaf dan Klarifikasi Pernyataanya yang Menyinggung Warga Kalimantan

Edy Mulyadi Minta Maaf dan Klarifikasi Pernyataanya yang Menyinggung Warga Kalimantan

Nasional
Dewan Pakar PKS Dilantik, Ini Susunan Lengkapnya

Dewan Pakar PKS Dilantik, Ini Susunan Lengkapnya

Nasional
Antisipasi Omicron di Desa, Gus Halim Minta Relawan dan Elemen Desa Berkoordinasi

Antisipasi Omicron di Desa, Gus Halim Minta Relawan dan Elemen Desa Berkoordinasi

Nasional
Besok Jokowi Bertemu PM Singapura untuk Pimpin Pertemuan Bilateral hingga Teken Nota Kesepahaman

Besok Jokowi Bertemu PM Singapura untuk Pimpin Pertemuan Bilateral hingga Teken Nota Kesepahaman

Nasional
Daftar Lengkap 52 Kantor Imigrasi yang Layani Penerbitan Paspor Elektronik

Daftar Lengkap 52 Kantor Imigrasi yang Layani Penerbitan Paspor Elektronik

Nasional
UPDATE: 258.792 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate 1,67 Persen

UPDATE: 258.792 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate 1,67 Persen

Nasional
Jokowi Serahkan Bantuan untuk Mak Unah, Lansia yang Tinggal di Dekat Kandang Ayam

Jokowi Serahkan Bantuan untuk Mak Unah, Lansia yang Tinggal di Dekat Kandang Ayam

Nasional
Jangan Ada Lagi Nakes Meninggal Dunia, PDGI: Waspadai Covid Gelombang Ketiga

Jangan Ada Lagi Nakes Meninggal Dunia, PDGI: Waspadai Covid Gelombang Ketiga

Nasional
UPDATE 24 Januari: Capaian Vaksinasi Dosis Kedua 59,85 Persen

UPDATE 24 Januari: Capaian Vaksinasi Dosis Kedua 59,85 Persen

Nasional
Ditanya Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, Kakak Terbit Rencana Perangin Angin Bungkam

Ditanya Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, Kakak Terbit Rencana Perangin Angin Bungkam

Nasional
UPDATE 24 Januari: Tambah 944, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.124.211

UPDATE 24 Januari: Tambah 944, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.124.211

Nasional
UPDATE: 20.867 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: 20.867 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 24 Januari: 2.927 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 27 Provinsi

UPDATE 24 Januari: 2.927 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 27 Provinsi

Nasional
UPDATE 24 Januari: 5.032 Kasus Suspek Covid-19 di Tanah Air

UPDATE 24 Januari: 5.032 Kasus Suspek Covid-19 di Tanah Air

Nasional
UPDATE 24 Januari: Kasus Kematian akibat Covid-19 Bertambah 7

UPDATE 24 Januari: Kasus Kematian akibat Covid-19 Bertambah 7

Nasional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.