Salin Artikel

Daoed Joesoef dan Keteguhannya Berkontribusi di Dunia Pendidikan

Daoed sendiri merupakan seorang ekonom dan akademisi bidang ekonomi moneter. Ia pernah menjadi Kepala Departemen Fakultas Ekonomi di Universitas Indonesia.

Dengan latar belakangnya ini, pada tahun 1953, Daoed sempat ditawari untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia menggantikan Sjafruddon Prawiranegara.

Tawaran itu ditolaknya dengan alasan independensi. Menurut Daoed, dalam Harian Kompas, 8 Agustus 2016, ia tak akan lagi bebas dan menulis jika menjadi Gubernur BI.

"Saya menolak karena jika saya masuk BI, saya tidak lagi bebas menulis dan berpikir. Segala tulisan harus dikonsultasikan dengan atasan," ujar Daoed saat itu. 

Ia lebih memilih tetap menjadi pendidik dan melanjutkan pendidikannya di Sorbonne, Paris.

Pada 1964-1973, Daoed menempuh pendidikan di Sorbonne hingga meraih dua gelar doktor di Universite de Paris I, Pantheon-Sorbonne, Perancis.

Di sana, ia menyusun sejumlah konsep penyelenggaraan negara dengan pendekatan multidisipliner.

"Konsep itu terdiri dari pembangunan ekonomi nasional, pertahanan keamanan, dan pembangunan pendidikan," ujar Daoed.

Ditawari jadi Mendikbud

Tawaran menjadi menteri menghampirinya sepulangnya dari Sorbonne.

Presiden Soeharto memintanya menjadi menteri di Kabinet Pembangunan III. Bukan di bidang ekonomi, melainkan pendidikan.

Saat bertemu Soeharto di Cendana, Daoed pun menyampaikan konsep pendidikan yang disiapkannya. 

Daoed mengatakan, ia kaget karena Soeharto mengaku sudah tahu konsep itu.

"Itu sebuah misteri. Mungkin beliau tahu melalui Mohammad Hatta (mantan Wapres). Pasalnya, sebelum dipanggil Pak Harto, saya memang sempat menyampaikan konsep-konsep saya kepada Hatta. Entahlah," kata Daoed.

Daoed kemudian menyiapkan konsep pendidikan sebagai bagian dari kebudayaan, yang membangun masa depan melalui pendidikan generasi muda.

Menurut dia, generasi muda adalah investasi besar bangsa.

"Mereka harapan sekaligus manusia masa depan. Melalui pendidikan kita menyiapkan masa depan. Ada nilai investasi di sana dengan memberi generasi muda cukup ilmu," kata pembina CSIS ini.

BIODATA DAOED JOESOEF
(Sumber: Litbang Kompas)

Nama Lengkap : Daoed Joesoef
Tempat, Tanggal Lahir : Medan Kota, Sumatera Utara, 8 Agustus 1926
Agama : Islam
Jabatan : Pembina Yayasan CSIS

PENDIDIKAN :
Umum:
- HIS, Medan ( 1939 )
- MULO-Tjuu Gakko, Medan ( 1944 )
- SMA, Yogyakarta ( 1949 )
- Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Jakarta ( 1959 )
- Program Master, Universite de Paris I, Pantheon-Sorbonne, Perancis ( 1969 )
- Doctorat de L'Universite, Universite de Paris, Perancis ( 1965 )
- Docteur d'Etat es Sciences Economiques, Universite de Paris I, Pantheon-Sorbonne, Perancis ( 1973 )

PERJALANAN KARIER, di antaranya:
Pekerjaan :
- Lektor Muda Universitas Indonesia (UI), Jakarta
- Lektor Universitas Indonesia (UI), Jakarta
- Lektor Kepala Universitas Indonesia (UI), Jakarta
- Asisten Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Jakarta ( 1956 )
- Dosen Ekonomi Moneter dan Keuangan Negara Universitas Indonesia (UI), Jakarta ( 1958 - 1965 )
- Kepala Departemen Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Jakarta ( 1962 - 1965 )
- Kepala Jurusan Umum Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Jakarta ( 1962 - 1965 )
- Kepala Jurusan Umum dan Ekonomi Pemerintahan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Jakarta ( 1964 - 1965 )
- Kepala Departemen Administrasi Umum Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Jakarta ( 1964 - 1965 )
- Direktur CSIS ( 1970 - 1973 )
- Anggota Research Council Centre for Strategic and International Studies-Georgetown University, Washington DC, AS ( 1976 - 1978 )
- Ketua Dewan Direktur CSIS ( 1983 - 1999 )
- Pembina Yayasan CSIS ( 1999 )

Pemerintahan :
- Staf Ahli Menteri Departemen Pendidikan dan Kebudayaan ( 1976 - 1978 )
- Anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) ( 1983 - 1998 )
  Legislatif :
- MPR dari Golongan Karya (Golkar) ( 1983 - 1988 )
  Menteri :
- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Pembangunan III ( 1978 - 1982 )
 
TNI/POLRI :
  Kepangkatan :
- Letda ( 1950 )

PUBLIKASI :
- Buku : Borobudur. Penerbit : Kompas
- Artikel: Mengenai masalah di bidang Ekonomi, Keuangan , Perbankan, Filosofi, Pendidikan, Kebudayaan, Kesenian dan Ilmu-ilmu Ekonomi
- Buku : International Monetari Problems. Penerbit : CSIS ( 1971 )
- Buku : The Shift of International Politics towards Asia. Penerbit : CSIS ( 1971 )
- Buku : The Significance of Nixons Visit to Communist China. Penerbit : CSIS ( 1972 )
- Buku : Dua Pemikiran tentang Pertahanan dan Keamanan Indonesia. Penerbit : Yayasan Proklamasi-CSIS, Jakarta ( 1975 )
- Buku : Manusia, Masyarakat dan Alam Semesta. Penerbit : CSIS ( 1990 )
- Buku : Emak. Penerbit : Kurnia, Cetakan I ( 2003 )
- Buku : Emak. Penerbit : Kompas, Cetakan II ( 2005 )
 
PENGHARGAAN :
- Satyalancana Dwidya Sistha dari TNI-AL ( 1981 )
- Bintang Mahaputera Adipradana dari Pemerintah Republik Indonesia ( 1982 )
- Gelar Sutan Iskandar Muda Nasution dari Masyarakat Mandailing Tapanuli ( 1982 )
- Bintang Commandeur de L'Ordre des Arts et desa Letters dari Pemerintah Republik Perancis ( 1983 )
- Penghargaan Nugra Jasadaruna Pustaloka dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ( 2005 )
 
KELUARGA :
- Sri Soelastri, SH (isteri)
- 1. drh. Sri Sulaksmi Damayanti, M.Sc, Ph.D (anak)
- Dr. Ir. Bambang Pharmasetiawan, MSEE (menantu)
- 1. Natasha Primayanti Pharmasetiawan (cucu)
- 2. Garin Dwiyanto Pharmasetiawan (cucu)

https://nasional.kompas.com/read/2018/01/24/07182421/daoed-joesoef-dan-keteguhannya-berkontribusi-di-dunia-pendidikan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aturan Masuk Mal di Wilayah PPKM Level 1-3 Jawa-Bali 25-31 Januari 2022

Aturan Masuk Mal di Wilayah PPKM Level 1-3 Jawa-Bali 25-31 Januari 2022

Nasional
KPK Dalami Potongan Uang ASN Pemkot Bekasi untuk Rahmat Effendi Lewat Orang Kepercayaannya

KPK Dalami Potongan Uang ASN Pemkot Bekasi untuk Rahmat Effendi Lewat Orang Kepercayaannya

Nasional
Aturan PPKM Level 1-2 Jawa-Bali: Kapasitas Bioskop 70 Persen, Anak di Bawah 12 Tahun Bisa Masuk

Aturan PPKM Level 1-2 Jawa-Bali: Kapasitas Bioskop 70 Persen, Anak di Bawah 12 Tahun Bisa Masuk

Nasional
Terungkap, Pelat Khusus Polri di Mobil Arteria Dahlan Diberi Polisi

Terungkap, Pelat Khusus Polri di Mobil Arteria Dahlan Diberi Polisi

Nasional
Jokowi Olahraga Pagi Sebelum Gelar Pertemuan dengan PM Singapura di Bintan

Jokowi Olahraga Pagi Sebelum Gelar Pertemuan dengan PM Singapura di Bintan

Nasional
Simak, Ini Aturan WFH dan WFO Berdasarkan Level PPKM di Pulau Jawa-Bali

Simak, Ini Aturan WFH dan WFO Berdasarkan Level PPKM di Pulau Jawa-Bali

Nasional
Sempat Disebut Jokowi sebagai Kandidat Kepala Otorita IKN, Bambang Brodjonegoro Buka Suara

Sempat Disebut Jokowi sebagai Kandidat Kepala Otorita IKN, Bambang Brodjonegoro Buka Suara

Nasional
PPKM Jawa Bali Diperpanjang 25-31 Januari 2022, Sekolah Boleh PTM atau PJJ

PPKM Jawa Bali Diperpanjang 25-31 Januari 2022, Sekolah Boleh PTM atau PJJ

Nasional
Mengenal Tugas Koopsudnas, Satuan Baru TNI

Mengenal Tugas Koopsudnas, Satuan Baru TNI

Nasional
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Sepekan, Hanya Kabupaten Pamekasan Berstatus Level 3

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Sepekan, Hanya Kabupaten Pamekasan Berstatus Level 3

Nasional
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Warteg-Kafe Masih Berlakukan Waktu Makan 60 Menit

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Warteg-Kafe Masih Berlakukan Waktu Makan 60 Menit

Nasional
Pemilu 2024 Dipastikan 14 Februari, Akhiri Spekulasi Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Pemilu 2024 Dipastikan 14 Februari, Akhiri Spekulasi Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Nasional
Diambil Alih Indonesia dari Singapura di Era Jokowi, Apa Itu Flight Information Region atau FIR?

Diambil Alih Indonesia dari Singapura di Era Jokowi, Apa Itu Flight Information Region atau FIR?

Nasional
Menkumham Tandatangani Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura

Menkumham Tandatangani Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura

Nasional
Tuntutan terhadap Azis Syamsuddin Dinilai Terlalu Ringan dan Tak Berikan Efek Jera

Tuntutan terhadap Azis Syamsuddin Dinilai Terlalu Ringan dan Tak Berikan Efek Jera

Nasional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.