Salin Artikel

Dikritik Lantaran Pangkas Anggaran Pelatnas Asian Games 2018, Ini Tanggapan Menpora

Gara-garanya, kebijakan pemangkasan anggaran proposal program Pelatnas Asian Games 2018.

Sebab, seharusnya 70 persen anggaran Asian Games 2018 dialosikan untuk tiap cabor, dan 30 persen sisanya untuk belanja lain-lain.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi mengatakan bahwa pemotongan anggaran tersebut sudah melalui mekanisme verifikasi dari proposal yang diajukan oleh masing-masing induk cabor.

"Sebetulnya sampai (70 persen). Cuma karena (ini) masih verifikasi. Jadi kami Kemenpora dan KONI terus melakukan verifikasi karena ada pengajuan-pengajuan yang harus rasional," kata Imam di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Senin (8/1/2018).

"Ada pengajuan yang tinggi banget, tapi kemudian diverifikasi tidak semua atlet terbiayai, terutama atlet junior karena ini murni untuk atlet elite," kata Nahrawi.

Saat ini, menurut Nahrawi, persoalan tersebut akan segera dibereskan. Paling lambat, kata dia, minggu ini persoalan anggaran itu diselesaikan sebagaimana instruksi Wapres.

"Pak wakil presiden minta soal administrasi selesai minggu ini, pak ketua kontingen Asian Games juga memberi arahan kepada kita bahwa atlet harus segera pelatnas. Itu artinya kita tidak lagi diribetkan soal administrasi lagi tapi langsung eksekusi anggaran," ucap dia.

Nahrawi juga membantah bahwa pihaknya tak melibatkan induk cabor guna membahas proposal anggaran yang diajukan untuk Pelatnas.

"Semua diajak bicara, semua diskusi dan bahkan diajukan pertanyaan satu per satu. Inget loh satu per satu cabor dipanggil oleh tim verifikasi. Tapi memang ada rasionalisasi yang harus mereka terima, karena memperlakukan cabor individual dan tim itu pasti berbeda," kata dia.

"Kita akan ajak bicara lagi nanti. Tadi pak ketua kontingen Asian Games minta kita untuk melakukan pertemuan setiap minggu dengan cabor. Karena kita ini harus kompak, harus solid," tambahnya.

Nahrawi pun menambahkan, anggaran untuk Pelatnas masing-masing cabor akan bisa segera cair awal bulan Januari.

Hanya saja diakuinya masih ada sejumlah induk cabor yang belum tandatangan MoU anggaran yang telah ditentukan oleh Kemenpora RI.

"Semestinya kita harapkan awal bulan ini. Tapi kan kemarin kan ada yang tidak mau MoU. Karena proses pencairan itu harus MoU dulu baru kita lakukan transfer. Jadi minggu ini MoU harus selesai semua," ungkap Nahrawi.

Untuk diketahui, besar dana untuk persiapan Asian Games 2018 sendiri adalah Rp 735 miliar yang terbagi ke 50 cabor yang akan dipertandingkan di Jakarta dan Palembang nanti.

Namun, pihak Kemenpora RI, melalui Tim Verifikasi, menetapkan bahwa total biaya persiapan Asian Games 2018 hanya sebesar Rp 375 miliar.

Padahal seharusnya, Kemenpora RI harus mengucurkan setidaknya Rp 551 miliar untuk cabor.

https://nasional.kompas.com/read/2018/01/08/21485771/dikritik-lantaran-pangkas-anggaran-pelatnas-asian-games-2018-ini-tanggapan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prabowo Diharapkan Beri Jawaban Siap Maju Capres 2024

Prabowo Diharapkan Beri Jawaban Siap Maju Capres 2024

Nasional
LPSK Akui Diberi Dua Amplop Berisi Uang dari Pihak Ferdy Sambo, tapi Langsung Dikembalikan

LPSK Akui Diberi Dua Amplop Berisi Uang dari Pihak Ferdy Sambo, tapi Langsung Dikembalikan

Nasional
Tanda Tanya Pencabutan Kuasa Pengacara Bharada E: Sempat Disentil Kabareskrim hingga Ngaku Dapat Teror

Tanda Tanya Pencabutan Kuasa Pengacara Bharada E: Sempat Disentil Kabareskrim hingga Ngaku Dapat Teror

Nasional
Tukang Sayur hingga Pedagang Starling Ramaikan Pendaftaran Partai Buruh ke KPU

Tukang Sayur hingga Pedagang Starling Ramaikan Pendaftaran Partai Buruh ke KPU

Nasional
Soal Kematian Brigadir J, Ferdy Sambo: Di Pengadilan Saya Pertanggungjawabkan

Soal Kematian Brigadir J, Ferdy Sambo: Di Pengadilan Saya Pertanggungjawabkan

Nasional
Alasan Partai Gerindra Ingin Usung Prabowo Kembali Jadi Capres

Alasan Partai Gerindra Ingin Usung Prabowo Kembali Jadi Capres

Nasional
Demokrat Tegaskan Cukup Intens Komunikasi dengan PKS dan Nasdem

Demokrat Tegaskan Cukup Intens Komunikasi dengan PKS dan Nasdem

Nasional
Prabowo Jadi Nama Tunggal yang Diminta Kader Gerindra Maju Capres

Prabowo Jadi Nama Tunggal yang Diminta Kader Gerindra Maju Capres

Nasional
Pengacara Baru Bharada E, Ronny Talapessy Politikus PDI-P

Pengacara Baru Bharada E, Ronny Talapessy Politikus PDI-P

Nasional
Gerindra: Ini Saatnya Pak Prabowo Menang dan Jadi Pemimpin Negara

Gerindra: Ini Saatnya Pak Prabowo Menang dan Jadi Pemimpin Negara

Nasional
Epidemiolog Proyeksi Kasus Harian Covid-19 Lebih dari 20.000 Saat Puncak Gelombang IV

Epidemiolog Proyeksi Kasus Harian Covid-19 Lebih dari 20.000 Saat Puncak Gelombang IV

Nasional
Polisi Ungkap Alasan Komnas HAM Periksa Ferdy Sambo dan Bharada E di Mako Brimob

Polisi Ungkap Alasan Komnas HAM Periksa Ferdy Sambo dan Bharada E di Mako Brimob

Nasional
LPSK Belum Bisa Lindungi Bharada E karena Tak Difasilitasi Kepolisian

LPSK Belum Bisa Lindungi Bharada E karena Tak Difasilitasi Kepolisian

Nasional
Di Acara Haul Ke-13, Muhaimin Iskandar Sebut Gus Dur Sosok Merekatkan

Di Acara Haul Ke-13, Muhaimin Iskandar Sebut Gus Dur Sosok Merekatkan

Nasional
Sempat Ngaku Dipecat, Sekjen Berkarya Ikut Daftarkan Partai ke KPU

Sempat Ngaku Dipecat, Sekjen Berkarya Ikut Daftarkan Partai ke KPU

Nasional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.