Irwandi: Membangun Aceh Harus dari Gampong - Kompas.com

SERAMBI/BEDU SAINI Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo bersama Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menaiki mobil golf pada HUT Bhayangkara Ke-65 di Polsek Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (1/7/2011).


PIDIE, KOMPAS.com — Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan, membangun daerah ini harus dimulai dari gampong (desa) karena hampir 70 persen dari sekitar 4,4 juta jiwa masyarakat provinsi ini berdomisili di gampong-gampong yang kondisi sosialnya masih memerlukan perhatian pemerintah.

"Jika ingin membangun Aceh maka harus dimulai dari gampong. Karena itu, sejak tiga tahun lalu saya menggulirkan bantuan pemberdayaan bagi masyarakat melalui program Bantuan Keuangan Peumakmu Gampong (BKPG)," katanya di Pidie, Selasa (24/1/2012).

Gubernur Irwandi Yusuf mengatakan hal itu di hadapan ratusan warga Kecamatan Tangse, Pidie, saat meresmikan sejumlah proyek strategis yang dananya bersumber dari APBN dan APBA 2008-2011.

Karenanya, program BKPG yang menjadi pusat perhatian adalah titik kemiskinan di Aceh, yakni tersebar di gampong-gampong, dengan harapan di masa mendatang dapat mandiri.

Tidak hanya itu, Irwandi mengatakan, melalui program BKPG tersebut juga adanya pengakuan terhadap lembaga adat gampong sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Di pihak lain, Gubernur menyatakan bahwa selama hampir lima tahun ini pemerintah juga memberi perhatian terhadap pemberdayaan ekonomi sebagai salah satu strategi memberantas kemiskinan.

"Masalah kesehatan juga tidak luput dari perhatian kami dalam lima tahun terakhir ini. Kami melahirkan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) dan berharap program yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dapat terus berjalan," kata Irwandi.

Kendati masyarakat Aceh telah menerima manfaat dari program BKPG dan JKA, tetapi Irwandi mengakui pihaknya harus "bertarung" dengan berbagai alasan agar program itu bisa terus berlangsung. "BKPG dan JKA nyaris tidak berlanjut karena legislatif berusaha menghilangkannya. Tapi kalau dalam tahun anggaran 2012 nanti DPRA mencoret program itu maka saya akan menggunakan hak veto dengan mengeluarkan Pergub untuk menjalankannya (APBA) 2012," katanya.

Di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Gubernur juga menyerahkan secara simbolis bantuan rumah sehat sederhana (RSS) sebanyak 1.398 unit kepada masyarakat di dua wilayah itu.

Editor: I Made Asdhiana