Pemerintah Bagikan Beasiswa untuk 71.139 Anak Yatim - Kompas.com


Banda Aceh, Kompas - Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam atau NAD membagikan beasiswa pendidikan kepada 71.139 anak yatim piatu. Pada 2009 diharapkan beasiswa ini diberikan kepada sekitar 100.000 anak yatim piatu lagi.

Penyerahan beasiswa tersebut dilakukan secara langsung oleh Gubernur NAD Irwandi Yusuf di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Selasa (23/9).

Kegiatan ini merupakan penampilan pertama Irwandi setelah hampir lebih dari satu bulan mendapatkan perawatan di sebuah rumah sakit di Singapura karena penyakit yang dideritanya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemprov NAD Mohd Ilyas mengatakan, seharusnya beasiswa ini dibagikan pada tahun anggaran 2007. Namun, pembagian itu tidak jadi dilakukan karena data anak-anak yatim piatu masih belum lengkap dan masih ada calon penerima ganda.

Menurut Ilyas, calon penerima ganda bisa terjadi karena ada beberapa pihak yang mengusulkan satu anak yang sama.

Untuk itu, katanya, pemerintah melakukan verifikasi ulang melalui perangkat desa, kecamatan, dan para tetua di sekitar lokasi tempat tinggal anak calon penerima agar tidak terjadi pendataan ganda.

Dari data Dinas Pendidikan (Disdik) Pemprov NAD, untuk tahun ini jumlah penerimanya 71.139 anak dari total sekitar 80.000 anak yang akan menerima.

Pembuatan

Menurut Ilyas, angka tersebut baru sekitar 89 persen dari total rencana anak calon penerima beasiswa karena sampai saat ini rekening tabungan anak-anak tersebut masih dalam proses pembuatan. Akhir tahun ini ditargetkan semua beasiswa bisa dibagikan.

Untuk tahun 2009 Disdik Pemprov NAD berencana memberikan beasiswa yang sama bagi 100.000 anak yatim piatu di seluruh Aceh.

Menurut Ilyas, setiap anak yatim yang terdaftar sebagai calon penerima mendapatkan beasiswa senilai Rp 1,8 juta per tahun sampai mereka berusia 18 tahun atau sudah lulus sekolah menengah atas.

Akan tetapi, Ilyas juga mengakui, ada banyak anak yatim piatu di Aceh belum mendapatkan beasiswa karena usia mereka sudah lebih dari 18 tahun. ”Ini yang sedang dipikirkan,” katanya.

Konflik

Dalam sambutannya, sekitar 30 menit, Irwandi mengajak semua pihak yang ada di Aceh, tidak hanya para mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, untuk menjaga perdamaian yang sudah dicapai di Aceh. Ia menyatakan, berlanjutnya konflik akan membuat pembangunan pendidikan di Aceh terhenti.

Selain itu, menurut Irwandi, berlanjutnya konflik akan membuat jumlah anak yang kehilangan sanak saudara dan orang tuanya bertambah banyak. Hasil konflik berkepanjangan di Aceh selama lebih dari 30 tahun telah menghasilkan lebih dari 100.000 anak yatim piatu.

”Hanya sebagian kecil dari mereka yang mendapatkan bantuan pemerintah,” katanya. (MHD)