Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Megawati Merasa Terhormat Dikunjungi Presiden Afrika Selatan

Kompas.com - 08/03/2017, 14:38 WIB
Fachri Fachrudin

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri merasa terhormat atas kunjungan Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, ke kediamannya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/3/2017).

"Saya mendapatkan sebuah kehormatan karena Presiden dari Afrika Selatan datang berkunjung untuk bertemu dengan saya," ujar Mega usai pertemuan.

Mega mengatakan, ketika menjabat sebagai Presiden kelima RI, dirinya juga pernah mengunjungi Afrika Selatan dan bertemu dengan Jacob Zuma. Saat kunjungan itu, Presiden Afrika Selatan masih dijabat oleh Nelson Mandela.

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma mengunjungi mantan Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/3/2017). Jacob Zuma mengunjungi Megawati Soekarnoputri membahas hubungan pemerintahan, ekonomi, dan kerjasama partai politik.
"Dan sekarang, ketika beliau menjadi Presiden maka presiden Jacob Zuma bisa bertemu," kata Mega.

(Baca: Canda Ahok dan Presiden Afsel di Rumah Megawati)

Mega juga menaruh hormat kepada negara Afrika Selatan yang telah memberikan gelar pahlawan kepada dua orang Indonesia, yakni Presiden pertama RI Soekarno dan Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makasari Al Bantani (Syekh Yusuf).

"Syekh Yusuf itu adalah seorang dari pejuang kita dari Sulawesi Selatan yang dibuang pada masa penjajahan ke Afrika Selatan dan meninggal di Afrika Selatan. Dan di sana, ada kampung yang bernama Kampung Makassar. Atas hal itu perjuangannya salah satu pahlawan dari Afrika Selatan," kata Mega.

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma mengunjungi mantan Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/3/2017). Jacob Zuma mengunjungi Megawati Soekarnoputri membahas hubungan pemerintahan, ekonomi, dan kerjasama partai politik.
Dalam pertemuan ini juga, lanjut Mega, kedua pihak berharap hubungan kerja sama tidak hanya pada tingkat pemerintah dengan pemerintah (goverment to goverment), tetapi juga ke tingkat yang lain.

"Dan juga kami berbicara untuk mengadakan hubungan antara kedua partai juga dalam artian untuk memperrat persahabatan itu," kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggal 19 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 19 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Megawati Serahkan ‘Amicus Curiae’  ke MK, Anies: Menggambarkan Situasi Amat Serius

Megawati Serahkan ‘Amicus Curiae’ ke MK, Anies: Menggambarkan Situasi Amat Serius

Nasional
Megawati Ajukan Amicus Curiae, Airlangga: Kita Tunggu Putusan MK

Megawati Ajukan Amicus Curiae, Airlangga: Kita Tunggu Putusan MK

Nasional
Bupati Sidoarjo Tersangka Dugaan Korupsi, Muhaimin: Kita Bersedih, Jadi Pembelajaran

Bupati Sidoarjo Tersangka Dugaan Korupsi, Muhaimin: Kita Bersedih, Jadi Pembelajaran

Nasional
Airlangga Sebut Koalisi Prabowo Akan Berdiskusi terkait PPP yang Siap Gabung

Airlangga Sebut Koalisi Prabowo Akan Berdiskusi terkait PPP yang Siap Gabung

Nasional
Dikunjungi Cak Imin, Anies Mengaku Bahas Proses di MK

Dikunjungi Cak Imin, Anies Mengaku Bahas Proses di MK

Nasional
AMPI Resmi Deklarasi Dukung Airlangga Hartarto Jadi Ketum Golkar Lagi

AMPI Resmi Deklarasi Dukung Airlangga Hartarto Jadi Ketum Golkar Lagi

Nasional
MK Ungkap Baru Kali Ini Banyak Pihak Ajukan Diri sebagai Amicus Curiae

MK Ungkap Baru Kali Ini Banyak Pihak Ajukan Diri sebagai Amicus Curiae

Nasional
Bappilu PPP Sudah Dibubarkan, Nasib Sandiaga Ditentukan lewat Muktamar

Bappilu PPP Sudah Dibubarkan, Nasib Sandiaga Ditentukan lewat Muktamar

Nasional
Yusril Anggap Barang Bukti Beras Prabowo-Gibran di Sidang MK Tak Buktikan Apa-apa

Yusril Anggap Barang Bukti Beras Prabowo-Gibran di Sidang MK Tak Buktikan Apa-apa

Nasional
Panglima TNI Tegaskan Operasi Teritorial Tetap Dilakukan di Papua

Panglima TNI Tegaskan Operasi Teritorial Tetap Dilakukan di Papua

Nasional
TNI Kembali Pakai Istilah OPM, Pengamat: Cenderung Pakai Pendekatan Operasi Militer dalam Mengatasinya

TNI Kembali Pakai Istilah OPM, Pengamat: Cenderung Pakai Pendekatan Operasi Militer dalam Mengatasinya

Nasional
Tim Hukum Ganjar-Mahfud Tetap Beri Angka Nol untuk Perolehan Suara Prabowo-Gibran

Tim Hukum Ganjar-Mahfud Tetap Beri Angka Nol untuk Perolehan Suara Prabowo-Gibran

Nasional
Soal Bantuan Presiden, Kubu Ganjar-Mahfud: Kalau Itu Transparan, kenapa Tak Diumumkan dari Dulu?

Soal Bantuan Presiden, Kubu Ganjar-Mahfud: Kalau Itu Transparan, kenapa Tak Diumumkan dari Dulu?

Nasional
Minta MK Kabulkan Sengketa Hasil Pilpres, Kubu Anies: Kita Tidak Rela Pemimpin yang Terpilih Curang

Minta MK Kabulkan Sengketa Hasil Pilpres, Kubu Anies: Kita Tidak Rela Pemimpin yang Terpilih Curang

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com