Ini Dia Pernyataan Bersama Mega-JK
Tim sukses pasangan capres-cawapres Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto menunjukkan daftar pemilih tetap bermasalah ke Badan Pengawas Pemilihan Umum di Kantor Bawaslu, Jakarta, Jumat (26/6). Sekitar 2,2 juta data pemilih di Jawa Timur bermasalah, yaitu beberapa pemilih mempunyai nama, NIK, dan tanggal lahir yang sama.
Senin, 6 Juli 2009 | 00:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna mengembalikan jalan demokrasi sebagai hak rakyat yang berdaulat, pasangan calon presiden dan wakil presiden Megawati-Prabowo serta Jusuf Kalla-Wiranto, mendeklarasikan pernyataan bersama.

Pernyataan tersebut berisi:

1. Presiden Negara Republik Indonesia dan Komisi Pemilihan Umum harus memberikan jaminan hak sipil dan politik warga negara dalam pemilihan umum. Jaminan ini diwujudkan dengan menyediakan mekanisme bagi warga negara yang memiliki hak pilih, namun tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap untuk tetap dapat menggunakan haknya untuk memilih dengan menggunakan KTP berdasarkan keputusan KPU.

2. Mendesak KPU untuk mengumumkan daftar pemilih tetap dengan memberikan DPT kepada Bawaslu dan Ketua RT guna memastikan setiap warga negara yang memiliki hak pilih telah terdaftar dalam DPT.

3. Merekomendasikan kepada Bawaslu untuk melakukan pengecekan DPT dengan bekerja sama dengan pengamat pemilu independen dan tim kampanye guna memastikan tidak ada lagi pemilih fiktif, pemilih ganda, dan memastikan setiap pemilih terdaftar dalam DPT.

4. Sekurang-kurangnya ada empat alasan yang mengarah dugaan kuat bahwa KPU tidak independen

a. DPT seharusnya selambat-lambatnya 30 hari sebelum hari H sudah ditetapkan ternyata tidak diumumkan kepada publik

b. Banyak pemilih yang masih belum terdaftar sampai hari ini.

c. Masih banyak DPT yang ganda

d. Sosialisasi yang dilakukan KPU tidak netral.

Mendesak KPU untuk menyelesaikan segala persoalan di atas selambat-lambatnya 1x24 jam sejak disampaikan saat ini. Jika tidak, kami menyarankan agar KPU menunda pilpres sampai KPU dapat menyelesaikan persoalan itu.

Sent from Indosat BlackBerry powered by  

BOB
http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
4
0
Nilai 2 A A A
Ada 364 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Aris @ Selasa, 7 Juli 2009 | 12:55 WIB
Asyik bisa pake KTP buat nyontrenk di TPS yg sesuai alamat KTP, tp kok hrs nunggu jam 12 - 1, y mending aku nyontreng d tempat lama yg sudah terdaftar di DPT. emang kita g ada kegiatan lain apa? LEBIH CEPAT, LEBIH BAIK MELANJUTKAN yg sudah terdaftar !!!
Aris @ Selasa, 7 Juli 2009 | 12:45 WIB
saya setuju dg Mursalin, buat para tim sukses: jgn karena ingin dpt posisi jabatan lalu kritik sana kritik sini cari-cari ksalahan lawan. Mari ikut membangun negeri ini siapapun presidennya, dukung dia meskipun calon anda kalah.
dg. jarre' @ Selasa, 7 Juli 2009 | 09:28 WIB
Akhirnya kita yg gak terdaftar di DPT bisa menggunakan hak kita,dgn hanya menggunakan KTP....Terimakasih untuk MEGA-JK ,akhirx kita bisa pilih no 2 spy segera menjadi org yg ber"BOEDI",salam dari anak kerung-kerung,Ablam,pamolongan,RK9 makassar dan sekitarx.......
malaysia @ Selasa, 7 Juli 2009 | 01:10 WIB
SILAHKAN KALIAN PADA RIBUT SOAL PEMILU PRESIDEN, KAMI DISINI AKAN MEMPERKUAT TENTARA DIRAJA UNTUK MEREBUT KEMBALI BLOK AMBALAT.........
badra @ Senin, 6 Juli 2009 | 23:16 WIB
pak JK rupanya lupa ya kalau masih bagian dari pemerintahan yg juga ikut bertanggung jawab .... terlalu sibuk kampanye dan pamer jasa (yg sebetulnya adalah sdh kewajibannya) dan mejelek jelekkan bossnya ....sampai lupa kalau dia masih wapres RI saat ini ..... pak yg namanya wakil itu asisten dan juga banserep kalau presiden memerlukan batuan dan berhalangan ...
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1