Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mendagri Minta Satpol PP Ikut Jaga Pusat Keramaian dan Rumah Ibadah

Kompas.com - 17/05/2018, 18:41 WIB
Fabian Januarius Kuwado,
Bayu Galih

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP di seluruh Indonesia ikut menjaga pusat keramaian, termasuk rumah ibadah.

Instruksi tersebut terkait serangkaian aksi teror bom di Surabaya dan Riau yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Kalau mengandalkan anggota Polri kan kurang, TNI juga kurang. Minimal ada Satpol PP bersama-sama TNI dan Polri," ujar Tjahjo sebagaimana dikutip dari laman www.setkab.go.id, Kamis (17/5/2018).

Tjahjo juga berharap masyarakat untuk menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan. Dia juga mengharapkan hidupnya forum kerukunan antarumat bergama, bahkan sampai pada tingkatan yang paling kecil.

"Jangan kalau pas ribut baru mengundang tokoh agama, harus continue, wong anggarannya ada. Anggaran forum umat beragama sudah kami bikin, yang sahkan kan saya. Itu ada anggaran tahunan," ujar dia.

Baca juga: Lawan Teroris, Prabowo Perintahkan Kadernya Ikut Jaga Tempat Ibadah

Kemendagri sendiri, lanjut Tjahjo, sudah mengupayakan agar forum kerukunan umat beragama aktif kembali.

Sudah sekitar 1,5 tahun ini Kemendagri aktif 'menghidupkan' kembali komunikasi antara tokoh agama, tokoh adat dan kepala desa demi menciptakan lingkungan yang kondusif.

Tjahjo sekaligus meminta para camat berkoordinasi dengan Komandan Rayon Militer (Danramil) dan Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) di daerahnya untuk menggerakkan ketua-ketua RT menciptakan lingkungan yang aman.

"Minimal diajak keluar, lah. Kalau enggak diajak keluar, ditanya, ada apa? Berapa sih jumlah satu keluarga di rumah itu? Berapa KK di daerahnya? Begitu saja," ujar Mendagri.

Kompas TV Polres Palopo memberlakukan sistem masuk satu ointu.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Golkar: Belum Ada Pernyataan Resmi Pak Jokowi Keluar dari PDI-P, Kami Enggak Mau 'Ge-er'

Golkar: Belum Ada Pernyataan Resmi Pak Jokowi Keluar dari PDI-P, Kami Enggak Mau "Ge-er"

Nasional
Politeknik KP Sidoarjo Buka Pendaftaran, Kuota Masyarakat Umum 80 Persen

Politeknik KP Sidoarjo Buka Pendaftaran, Kuota Masyarakat Umum 80 Persen

Nasional
Surya Paloh: Nasdem Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Surya Paloh: Nasdem Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Nasional
Kenaikan Pangkat TNI: 8 Perwira Pecah Bintang, Kabais Resmi Berpangkat Letjen

Kenaikan Pangkat TNI: 8 Perwira Pecah Bintang, Kabais Resmi Berpangkat Letjen

Nasional
JK Nilai Konflik Papua terjadi karena Pemerintah Dianggap Ingin 'Merampok'

JK Nilai Konflik Papua terjadi karena Pemerintah Dianggap Ingin "Merampok"

Nasional
Biasa Koordinasi dengan PPATK, Dewas Nilai Laporan Wakil Ketua KPK Aneh

Biasa Koordinasi dengan PPATK, Dewas Nilai Laporan Wakil Ketua KPK Aneh

Nasional
Kementerian KP Luncurkan Pilot Project Budi Daya Udang Tradisional Plus di Sulsel

Kementerian KP Luncurkan Pilot Project Budi Daya Udang Tradisional Plus di Sulsel

Nasional
Soal PDI-P Tak Hadiri Penetapan Prabowo-Gibran, Djarot Bilang Tidak Tahu

Soal PDI-P Tak Hadiri Penetapan Prabowo-Gibran, Djarot Bilang Tidak Tahu

Nasional
Rencana Revisi, DPR Ingin Sirekap dan Digitalisasi Pemilu Diatur UU

Rencana Revisi, DPR Ingin Sirekap dan Digitalisasi Pemilu Diatur UU

Nasional
BKKBN Minta Bocah 7 Tahun Sudah Tunangan Tak Dianggap Biasa

BKKBN Minta Bocah 7 Tahun Sudah Tunangan Tak Dianggap Biasa

Nasional
Terungkap di Sidang, Biaya Ultah Cucu SYL Di-“reimburse” ke Kementan

Terungkap di Sidang, Biaya Ultah Cucu SYL Di-“reimburse” ke Kementan

Nasional
Tanggapi Jokowi, Djarot PDI-P: Konstitusi Dilanggar dan Direkayasa, Kekaderannya Patut Diragukan

Tanggapi Jokowi, Djarot PDI-P: Konstitusi Dilanggar dan Direkayasa, Kekaderannya Patut Diragukan

Nasional
Polri Akan Gelar Operasi Puri Agung 2024, Kawal World Water Forum Ke-10 di Bali

Polri Akan Gelar Operasi Puri Agung 2024, Kawal World Water Forum Ke-10 di Bali

Nasional
Prabowo Guncangkan Badan Surya Paloh, Sama seperti Anies Kemarin

Prabowo Guncangkan Badan Surya Paloh, Sama seperti Anies Kemarin

Nasional
Kasus Dana PEN, Eks Bupati Muna Divonis 3 Tahun Bui

Kasus Dana PEN, Eks Bupati Muna Divonis 3 Tahun Bui

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com