Jokowi: Jangan Sampai Bapak Ibu Dikompori oleh Politikus - Kompas.com

Jokowi: Jangan Sampai Bapak Ibu Dikompori oleh Politikus

Kompas.com - 15/02/2018, 07:08 WIB
Presiden RI Joko Widodo bersama dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla usai jamuan makan siang di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (6/2/2018).KOMPAS.com/ MOH NADLIR Presiden RI Joko Widodo bersama dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla usai jamuan makan siang di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan di tahun politik.

Pilkada serentak yang diselenggarakan tahun ini berpotensi membuat masyarakat yang berbeda pilihan politik menjadi tidak rukun.

"Jangan sampai karena pilihan gubernur, bupati, walikota, karena beda pilihan politik jadi tidak rukun antartetangga, antarkampung," kata Jokowi dalam acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Desa Hattu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Rabu (14/2/2018), seperti dikutip dari Antaranews.com.

(Baca juga: Jokowi: Kita Ingin Membangun Indonesia yang Lebih Adil)

"Saya ingatkan di mana-mana itu ada pilihan proses demokrasi tiap lima tahun sekali. Jangan sampai bapak ibu dikompori oleh politikus," katanya.

Menurut Jokowi, Indonesia merupakan negara yang majemuk, beragam, berbeda-beda suku, ras, dan agama.

Sehingga, Ia berharap kerukunan dan persaudaran tidak menjadi retak hanya karena perbedaan pilihan politik.

Apalagi, katanya, terlalu mahal biaya sosial, politik, dan ekonomi untuk menyelesaikan pertikaian antarwarga.

"Silakan pilih bupati, walikota, gubernur yang baik. Setelah itu rukun kembali," ucapnya.

Kompas TV Presiden telah memerintahkan pihak kepolisian untuk menindak tegas tindakan intoleran yang ada di Indonesia.


Komentar

Close Ads X