Pelaku Penyerangan Gereja Santa Lidwina Dibawa Densus 88 ke Jakarta - Kompas.com

Pelaku Penyerangan Gereja Santa Lidwina Dibawa Densus 88 ke Jakarta

Kompas.com - 14/02/2018, 14:12 WIB
Gereja Santa Lidwina Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta, sehari setelah peristiwa penyerangan oleh seorang pria, Senin (12/2/2018).KOMPAS.com/Inggried Dwi W Gereja Santa Lidwina Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta, sehari setelah peristiwa penyerangan oleh seorang pria, Senin (12/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Densus 88 Antiteror membawa Suliono, pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina di Sleman, Yogyakarta, ke Jakarta. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, di Jakarta Densus 88 akan mendalami keterangan Suliono.

"Tersangka S sudah dibawa ke Jakarta untuk diperiksa secara intensif," ujar Martinus di kompleks PTIK, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Martinus mengatakan, Polri masih fokus mendalami kasus penganiayaan dan pidana penggunaan senjata tajam. Meski demikian, tak menutup kemungkinan Polri mengaitkan Suliono dengan beberapa perbuatan melawan hukum lain yang terjadi sebelumnya.

Baca juga: Cerita Suami Istri Muslim Ikut Bersih-bersih Gereja Santa Lidwina Bedog

"Dalam perkembangan nanti apakah terkait kasus lainnya, akan kita sampaikan," kata Martinus.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria melakukan penyerangan dengan senjata tajam saat ibadah misa di Gereja Santa Lidwina Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta, Minggu (11/2/2018) pagi. Akibatnya, tiga umat, satu orang romo, dan satu anggota polisi mengalami luka akibat sabetan pedang.

Polisi kesulitan menangkap pelaku karena terus melawan. Akhirnya, Suliono berhasil dilumpuhkan setelah petugas menembakkan dua peluru ke kakinya.

Baca juga: Kapolri: Penyerang Gereja Santa Lidwina Terindikasi Kena Paham Radikal

Setelah didalami, Suliono diduga terpapar ajaran radikal. Ia diketahui pernah 2-3 kali mencoba pergi ke Suriah, tetapi gagal.

Sejauh ini, Suliono dianggap melakukan aksinya sendirian atau lonewolf. Dari informasi sementara, Suliono juga banyak mengamati aksi-aksi radikal melalui internet.

"Dia dapat pemahaman yang keliru. Dia belajar dari internet kemudian ia ingin melaksanakannya dari dorongan dia sendiri," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto.

Kompas TV Densus 88 Mabes Polri mengambil alih kasus penyerangan Gereja Santa Lidwina di Sleman, Yogyakarta.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Close Ads X