Akan Kunjungi ke Afganistan, Wapres Tak Khawatir Soal Resiko Keamanan - Kompas.com

Akan Kunjungi ke Afganistan, Wapres Tak Khawatir Soal Resiko Keamanan

Kompas.com - 13/02/2018, 16:08 WIB
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika memberikan keterangan kepada awak media di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (13/2/2018).KOMPAS.com/ MOH NADLIR Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika memberikan keterangan kepada awak media di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dijadwalkan akan memenuhi undangan kehormatan High Peace Council (HPC) Afghanistan pada 26 Februari atau akhir bulan ini.  Kalla mengatakan, lawatan ke Kabul, Afghanistan itu untuk membantu proses perdamaian di negara yang porak-poranda karena invasi militer Amerika Serikat tersebut.

"Sharing-lah, mencari solusi bersama mencari pengalaman Indonesia dalam hal menyelesaikan konflik," kata Kalla di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Kalla mengaku tak khawatir dengan resiko keamanan di Afganistan. Sebab, kata dia, untuk menyelesaikan sebuah konflik, maka rasa khawatir pun harus dikesampingkan.

"Biasa-biasa saja. Kalau Anda bicara menyelesaikan konflik tidak boleh dengan ketakutan, jangan masuk. Di mana diselesaikan dulu di Poso, Ambon, kita masuk kan," kata dia.

Baca juga : Tak Ada Perang, Inilah Wilayah Paling Damai di Afghanistan

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo dan bahkan Menteri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) RI, Prof Yohana Susana Yembise pun juga pernah berkunjung ke Afganistan.

Afghanistan sendiri mengapresiasi kontribusi Indonesia selama ini dalam proses perdamaian di negara tersebut. Apalagi, hubungan kedua negara telah terbangun lama, sejak Indonesia berdiri yakni pada era Presiden pertama RI, Soekarno.

Afghanistan pun menganggap upaya Indonesia tersebut, termasuk kunjungan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, telah memberikan harapan baru bagi perdamaian di Afghanistan.

Indonesia berencana untuk memberikan pelatihan peningkatan kapasitas (capacity building), beasiswa (scholarship), hingga kerja sama bisnis kepada Afghanistan.

Kompas TV Mufida mengaku mendapat kado dari JK berupa hadiah kasih sayang dan ciuman.


Komentar

Close Ads X