PPP Sarankankan Jokowi Pilih Cawapres dari Kalangan Santri - Kompas.com

PPP Sarankankan Jokowi Pilih Cawapres dari Kalangan Santri

Kompas.com - 07/02/2018, 09:31 WIB
Ketua umum PPP Romahurmuziy usai menghadiri Rakornas PPP di Hotel Milenium, Jakarta, Rabu (24/1/2018).KOMPAS.com/Ihsanuddin Ketua umum PPP Romahurmuziy usai menghadiri Rakornas PPP di Hotel Milenium, Jakarta, Rabu (24/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy mengaku telah memberi masukan kepada Presiden Joko Widodo agar mengambil calon wakil presiden dari kalangan santri.

"Saya sudah sampaikan kepada Presiden pada akhir tahun lalu bahwa kita punya kepentingan menjaga kontestasi tidak dipenuhi nuansa SARA," kata Romahurmuziy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

"Kalau wakilnya dari kalangan santri menjadi tidak masuk akal kalau ada label selama ini diviralkan dan dialamatkan kepada Beliau, tentang komunisme, lalu pro RRC," ujar pria yang akrab disapa Romi itu.

Romi menilai, dengan berpasangan dengan cawapres dari kalangan santri, Jokowi bisa fokus membawa isu kesejahteraan tanpa harus pusing merespons isu berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Dengan demikian, Romi meyakini kampanye Pemilu 2019 bisa terbebas dari isu SARA dan berjalan kondusif.

(baca juga: Giliran Ketum PAN dan PPP Dampingi Jokowi Lakukan Peresmian)

Saat ditanya apakah dirinya berpeluang mendampingi Presiden Jokowi lantaran berasal dari kalangan santri dan kini partainya menjadi mitra koalisi Presiden, Romi menjawab hal itu terlalu cepat ditanyakan.

"Masa hanya karena sehari bersama Presiden jadi cawapres, yang benar saja?!" kata Romi.

"Saya enggak mau nggege mongso (terburu nafsu). Dalam bahasa Jawa itu artinya mendahului, yang penting bagi saya mengembalikan kembali kebesaran PPP," tutur dia.

Kompas TV Ketua umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy meminta isu tentang perilaku LGBT tidak dijadikan sebagai pencitraan politik.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorBayu Galih
Komentar

Close Ads X