ICW Anggap Kasus Fredrich Yunadi Bukan Serangan terhadap Pengacara - Kompas.com

ICW Anggap Kasus Fredrich Yunadi Bukan Serangan terhadap Pengacara

Yoga Sukmana
Kompas.com - 14/01/2018, 22:16 WIB
Advokat Fredrich Yunadi ditahan KPK usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dugaan menghalangi dan merintangi penyidikan kasus e-KTP di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (13/1/2018)KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Advokat Fredrich Yunadi ditahan KPK usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dugaan menghalangi dan merintangi penyidikan kasus e-KTP di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (13/1/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai bahwa kasus yang menjerat mantan pengacara Setya Novanto, Friedrich Yunadi, bukanlah upaya serangan kepada profesi pengacara.

"Tentu tidak dapat dipandang sebagai serangan secara personal terhadap profesi advokat maupun organisasi profesi," ujar peneliti ICW, Lalola Easter, Minggu (14/1/2018) di Jakarta.

Menurut Lalola, perilaku pengacara sudah diatur secara proporsional dalam kode etik profesi pengacara. Oleh karena itu, sikap-sikap pengacara harus sesuai kode etik tersebut.

Dalam kasus Friedrich, seperti disampaikan oleh KPK, ia mengurusi pemesanan kamar di rumah sakit atau dugaan kongkalikong dengan pengelola rumah sakit. Hal ini dinilai tidak sesuai dengan kode etik profesi pengacara.

Baca juga : Fredrich Yunadi Sudah Pesan Kamar RS Lebih Dulu untuk Setya Novanto

KPK juga menilai Friedrich telah melakukan upaya menghalang-halangi penyidikan KPK terhadap Setya Novanto.

"Pembelaan dan pendampingan yang dilakukan terhadap klien tidak berarti pengacara turut mengurusi hal-hal yang tidak berkaitan dengan proses dan upaya hukum yang sedang atau akan ditempuh," kata perempuan yang kerap disapa Lola itu.

Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi (tengah) mengenakan rompi tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (13/1/2018). Tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan perkara KTP Elektronik yang melibatkan mantan Ketua DPR Setya Novanto tersebut resmi ditahan KPK setelah sebelumnya ditangkap KPK pada Jumat (12/1) malam.ANTARA FOTO / ELANG SENJA Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi (tengah) mengenakan rompi tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (13/1/2018). Tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan perkara KTP Elektronik yang melibatkan mantan Ketua DPR Setya Novanto tersebut resmi ditahan KPK setelah sebelumnya ditangkap KPK pada Jumat (12/1) malam.
Ia menambahkan, apa yang dilakukan oleh Friedrich sama dilarangnya dengan perbuatan suap-menyuap ataupun melakukan komunikasi dengan panitera atau hakim dengan maksud tawar-menawar hukuman.

Dalam Pasal 7 huruf g kode etik advokat Indonesia, disebutkan bahwa pengacara memiliki hak imunitas hukum secara pidana maupun perdata.

Namun, menurut ICW, tidak ada toleransi bagi perbuatan pidana yang dilakukan oleh pengacara, apalagi jelas-jelas melanggar etika profesi.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisYoga Sukmana
EditorLaksono Hari Wiwoho
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM