Marak Kasus Suap dan Gratifikasi, MA Akan Gelar Pembekalan Calon Hakim - Kompas.com

Marak Kasus Suap dan Gratifikasi, MA Akan Gelar Pembekalan Calon Hakim

Moh. Nadlir
Kompas.com - 12/01/2018, 13:17 WIB
Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah ketika ditemui di Media Center, MA, Jakarta, Jumat (12/1/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah ketika ditemui di Media Center, MA, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mahkamah Agung akan menggelar pendidikan dan pelatihan bagi calon hakim hasil seleksi tahun 2017. Pelatihan akan digelar pada akhir Februari 2018 di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah mengatakan, peserta pendidikan dan pelatihan tersebut adalah para calon hakim yang telah menjalani pendidikan pra-jabatan calon hakim, yang tersebar di Tanah Air.

"Februari nanti akan dilakukan pemanggilan calon hakim. Akan dilakukan pembekalan yang dilakukan di Megamendung Bogor selama 3 hari," ujar Abdullah di Media Center, MA, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Baca juga: Sebagian Besar Pelanggaran oleh Hakim Terkait Suap dan Gratifikasi

Pelatihan ini akan melibatkan berbagai lembaga, di antaranya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisi Yudisial (KY), Ombudsman, Kementerian PAN-RB, dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Abdullah berharap, pendidikan dan pelatihan itu akan dapat membangun integritas para calon hakim, selain pengawasan yang dilakukan oleh Badan Pengawasan MA dan pihak lainnya.

Hal ini dinilai penting mengingat medio 2009-2017, Komisi Yudisial sendiri telah menggelar 49 kali sidang Majelis Kehormatan Hakim.

Baca juga: Kasus Hakim Selingkuh Paling Dominan Tahun Ini

Sebagian besar pelanggaran yang dituduhkan kepada hakim terkait praktik suap dan gratifikasi terkait jual beli perkara.

"Karena 10 tahun ke depan (mereka) akan menjadi pimpinan pengadilan. Dengan pengawasan ketat diharapkan mampu menghasilkan hakim yang memiliki integritas tinggi," kata Abdullah.

Berdasarkan hasil seleksi calon hakim MA tahun anggaran 2017, total jumlah calon hakim yang diterima adalah 1.577 orang. Rinciannya, laki-laki 1.035 orang dan perempuan 542 orang.

Jumlah calon hakim yang diterima itu sudah dikurangi dengan calon hakim yang mengundurkan diri karena alasan-alasan tertentu.

Kompas TV Kasus KTP elektronik ini memang menyita banyak perhatian, tak hanya masyarakat umum, warga net penghuni jagad maya pun, turut beraksi beragam


PenulisMoh. Nadlir
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM