Berita Populer: Rumput di Monas, "Dosa" Deddy Mizwar, dan Penggerebekan Dedi Mulyadi - Kompas.com

Berita Populer: Rumput di Monas, "Dosa" Deddy Mizwar, dan Penggerebekan Dedi Mulyadi

Kompas.com - 02/01/2018, 06:37 WIB
Monas mulai dibuka untuk acara publik.stanly Monas mulai dibuka untuk acara publik.

PALMERAH, KOMPAS.com — Perayaan tahun baru kali ini relatif berjalan lancar dan aman di sejumlah wilayah di Indonesia. Tak ada peristiwa menonjol yang mengalihkan perhatian pembaca dari berita-berita reguler harian.

Di Kompas.com, Senin (1/1/2018) kemarin, berita paling menonjol terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masalah rumput di Monas dan berita pertanyaan retorik Deddy Mizwar terkait "dosa" dia kepada PKS. Baru kemudian disusul berita Dedi Mulyadi yang "menggerebek" rumah seorang kuli bangunan. 

Bagi Anda yang tak sempat mengikuti perkembangan berita hari kemarin, simak rangkuman lima berita populer Kompas.com di bawah ini. Update selalu informasi yang Anda miliki dengan berita-berita terhangat dari Kompas.com.


1. Anies Tak Persoalkan Rumput Rusak di Monas karena Bisa Ditanam Lagi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak mempermasalahkan rumput di kawasan Monas rusak akibat terinjak-injak warga yang merayakan malam pergantian tahun di kawasan tersebut.

Menurut dia, rumput yang rusak tersebut bisa diperbaiki kembali. Dia akan memerintahkan instansi terkait untuk memperbaiki rumput tersebut.

"Kita tanamin lagi, cepet (tumbuh) kok kalau rumput. Kita tempatkan jangan sebagai garden (kebun), tapi sebagai park (taman). Jalau garden itu enggak boleh kena (injak), kalau park itu tempat bermain, tempat orang berkegiatan, itu namanya park," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (1/1/2018).

Anies menginginkan kawasan hijau bisa dimanfaatkan warga untuk berkegiatan. Atas dasar itu, dia tak mempermasalahkan rusaknya rumput karena bisa diperbaiki lagi.

Baca selengkapnya:
Anies Tak Persoalkan Rumput Rusak di Monas karena Bisa Ditanam Lagi
Diperbolehkan Gubernur Anies, Warga Leluasa Injak Rumput di Monas


2. Deddy Mizwar: Dosa Apa yang Saya Lakukan pada PKS?

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy MizwarKOMPAS.com/Putra Prima Perdana. Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar
Deddy Mizwar menanggapi unggahan Wakil Ketua Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid melalui akun Twitter pribadinya, @hnurwahid.

Unggahan tersebut tak lain adalah pakta integritas antara Deddy dengan Partai Demokrat di Pilkada Jawa Barat 2018.

"Hehe kalo dokumen itu yg dimaksud mk dosa apa yg sy lakukan pd PKS.bukankah Ustadz sbg kader PKS juga harus mendukung capres/cawapres yg diusung PKS?" ucap Deddy melalui akun twitter-nya @Deddy_Mizwar_, Senin (1/1/2108).

Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut pun melanjutkan bahwa ia telah sepenuhnya legowo untuk tidak bersama PKS di Pilkada Jawa Barat mendatang. Di mana ia lebih memilih untuk didukung dengan Partai Demokrat dan PAN.

Meski besar kemungkinan PAN juga akan meninggalkan Deddy Mizwar untuk bergabung dengan koalisi Partai Gerindra dan PKS mendukung Mayjen (purn) Sudrajat dan Ahmad Syaikhu.

Baca selengkapnya:
Deddy Mizwar: Dosa Apa yang Saya Lakukan pada PKS?
Batal Dukung Deddy Mizwar di Pilkada Jabar, PKS Ungkap Pakta Integritas Ini 


3. Kuli Bangunan Ini Kaget Rumahnya Digerebek Dedi Mulyadi

Rumah Aman, seorang kuli bangunan di Purwakarta saat digerebek pemberian bantaun Bupati Purwakarta, Kamis (31/12/2017)KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHA Rumah Aman, seorang kuli bangunan di Purwakarta saat digerebek pemberian bantaun Bupati Purwakarta, Kamis (31/12/2017)
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memimpin penggerebekan sebuah rumah milik seorang kuli bangunan Aman Permana (42), di Desa Cilegong, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Minggu (31/12/2017) malam. Penggerebekan tersebut dalam rangka kegiatan rutin Dedi menjelang tahun baru untuk memberikan bantuan kepada warganya yang kurang mampu.

"Saya kaget karena tiba-tiba rumah saya digerebek beberapa pria berbadan tegap dan berambut cepak meminta saya untuk menyerahkan anak saya," kata Aman kepada wartawan di lokasi kejadian.

Rumah Aman terpilih sebagai target operasi penggerebekan bantuan setelah Dedi berkeliling selama tiga jam menyusuri gang-gang sempit di wilayah Jatiluhur. Beberapa pria berambut cepak menggedor pintu rumah Aman dan diminta menyerahkan diri.

Baca selengkapnya: Kuli Bangunan Ini Kaget Rumahnya Digerebek Dedi Mulyadi


4. Ani Yudhoyono: Tahun Baru, Cucu Baru...

Istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono (tengah) saat melihat cucunya yang baru dilahirkan, Senin (1/1/2108).Screnshot akun Instagram @Aniyudhoyono Istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono (tengah) saat melihat cucunya yang baru dilahirkan, Senin (1/1/2108).
Senin (1/1/2018) pagi tadi, anak Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Siti Rubi Aliya Rajasa, dikaruniai anak ketiganya.

Hal itu pun disambut bahagia oleh sang nenek, Ani Yudhoyono. Melalui Instagram pribadinya, Ibu Ani mengucapkan syukur atas kehadiran cucu keempatnya itu.

"Tahun Baru, Cucu Baru," tulis Ani Yudhoyono dalam akun Instagram pribadinya, Jakarta, Senin (1/1/2017).

"Alhamdulillah hari ini 1 Januari 2018, telah lahir dengan selamat cucu kami yang ke-4, perempuan, anak ketiga dari Ibas dan Aliya dengan proses kelahiran secara normal," sambungnya.

Baca selengkapnya: Ani Yudhoyono: Tahun Baru, Cucu Baru...


5. Kim Jong Un Serukan Korut Produksi Massal Senjata Nuklir

Presiden Korea Utara Kim Jong Un mengklaim negaranya telah pantas disebut sebagai negara berkekuatan nuklir.KCNA via KNS / AFP Presiden Korea Utara Kim Jong Un mengklaim negaranya telah pantas disebut sebagai negara berkekuatan nuklir.
Pemimpin Korea Utara ( Korut), Kim Jong Un menghendaki agar Korut bisa lebih masif lagi dalam mengembangkan senjata nuklir.

Keinginan itu disampaikan dalam pidato Tahun Baru, seperti dilaporkan kantor berita AFP Senin (1/1/2018).

Sepanjang 2017, tercatat Korut dua kali melakukan uji coba senjata skala besar. Pertama adalah bom hidrogen, atau yang dikenal dengan termonuklir pada 3 September.

Kemudian 29 November, negara komunis itu meluncurkan rudal balistik antar-benua (ICBM) jarak jauh, Hwasong-15.

Baca juga: 2017, Kemunculan Kim Jong Un ke Publik Turun 30 Persen

Rudal tersebut diklaim bisa menjangkau seluruh daratan di Amerika Serikat (AS).

"Kami harus memproduksi hulu ledak nuklir secara massal, sama seperti rudal balistik, dan mempercepat penempatannya," ujar Kim.

Baca selengkapnya: Kim Jong Un Serukan Korut Produksi Massal Senjata Nuklir

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorAmir Sodikin
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM