PSI: Sikap AS soal Yerusalem Rusak Proses Perdamaian Palestina-Israel - Kompas.com

PSI: Sikap AS soal Yerusalem Rusak Proses Perdamaian Palestina-Israel

Ihsanuddin
Kompas.com - 07/12/2017, 19:22 WIB
Dome of the Rock, yang berada di kompleks yang sama dengan Masjid Al-Aqsa di Jerusalem.AFP Photo/Thomas Coex Dome of the Rock, yang berada di kompleks yang sama dengan Masjid Al-Aqsa di Jerusalem.

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Solidaritas Indonesia ( PSI) mendukung langkah Presiden Joko Widodo yang memprotes keputusan sepihak Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Tindakan AS tersebut dapat merusak proses perdamaian Palestina-Israel yang selama ini terus diupayakan," kata Sekjen PSI, Raja Juli Antoni, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/12/2017).

Seperti diyakini banyak pihak, lanjut Antoni, status Yerusalem adalah masalah yang menyangkut seluruh masyarakat internasional. Status Yerusalem selayaknya ditentukan oleh bangsa Israel dan Palestina dalam perundingan di bawah naungan PBB.

"Yerusalem adalah kota khusus, karena sakral bagi kaum Yahudi, Kristen, dan Muslim. Menempatkan kota itu sebagai pangkal problem baru sungguh tidak bijaksana," ucap Antoni.

(Baca juga: PBNU: Pengakuan AS atas Yerusalem Akan Buat Konflik Tak Berkesudahan)

Keputusan sepihak AS itu, lanjut Antoni, jelas menunjukkan tidak sensitifnya pihak AS dalam masalah Israel-Palestina. Setiap langkah seharusnya diambil dengan cermat dengan memperhitungkan semua aspek.

Antoni pun mendukung langkah Jokowi yang menggalang dukungan dari negara-negara Muslim, yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam.

Ia berharap OKI serta Dewan Keamanan PBB bisa segera bersidang untuk membahas persoalan krusial ini.

"PSI yakin kedewasaan politik diperlukan demi menjaga lilin perdamaian tetap menyala di sana. Komunikasi dan sikap saling respek, bukan keputusan sepihak, sangat dibutuhkan," ujarnya.

(Baca juga: Jusuf Kalla Sebut Pengakuan Sepihak AS atas Yerusalem Picu Demonstrasi Massa)

Presiden Jokowi sebelumnya menegaskan bahwa Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut," kata Jokowi dalam jumpa pers di Istana Bogor, Kamis (7/12/2017).

Indonesia, lanjut Jokowi, telah menggalang dukungan dari negara-negara Islam untuk menentang kebijakan Trump tersebut.

Hasil penggalangan dukungan itu, OKI akan menggelar sidang di Istanbul, Turki, 13 Desember 2017. Presiden Jokowi bakal hadir dalam sidang tersebut.

Jerusalem atau sebagian orang membacanya sebagai Yerusalem, merupakan salah satu kota tertua di dunia. Nama Yerusalem begitu akrab di hati umat Kristen, Yahudi, dan Islam seluruh dunia termasuk di Indonesia sejak berabad-abad.

Kota ini unik dengan berbagai peninggalan sejarah yang amat penting bagi ketiga umat tersebut. Yerusalem, dalam bahasa Ibrani disebut Yerushalayim, dan dalam bahasa Arab disebut Al Quds. Di Indonesia, orang mengucapkannya sebagai Yerusalem.

Kompas TV Presiden Trump memerintahkan kedubes AS pindah ke Yerusalem.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisIhsanuddin
EditorBayu Galih
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM