Masinton Bantah Pansus Barter Masa Jabatan Arief Hidayat dengan Putusan MK - Kompas.com

Masinton Bantah Pansus Barter Masa Jabatan Arief Hidayat dengan Putusan MK

Kompas.com - 07/12/2017, 16:17 WIB
Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK, Masinton Pasaribu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/8/2017).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK, Masinton Pasaribu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Panitia Khusus (Pansus) Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Masinton Pasaribu membantah ada barter perpanjangan masa jabatan Arief Hidayat selaku hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dengan putusan MK terkait hak angket.

Masinton membenarkan adanya pertemuan antara Komisi III DPR yang sebagian besar anggota Pansus Angket KPK dengan Arief di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta.

Namun, Masinton mengaku pertemuan tersebut hanya untuk menanyakan kesediaan Arief diperpanjang masa jabatannya.

"Ya cuma menanayakan itu, beliau masih mencalonkan (sebagai hakim MK) lagi enggak? Ya beliau bilang mencalonkan," kata Masinton di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

"Ya begitu, ya sudah itu saja. Enggak ada lobi, deal apa-apa. Enggak ada itu," ujar dia.

(Baca juga: Koalisi Masyarakat Sipil Laporkan Ketua MK Arief Hidayat ke Dewan Etik)

Ia menambahkan, saat itu Komisi III tengah menggelar rapat internal dan berinisiatif untuk mengundang Arief untuk menanyakan kesediaan sekaligus menentukan jadwal uji kelayakan dan kepatutan.

Masinton membantah bila dalam pertemuan tersebut dibahas putusan terkait keabsahan hak angket terhadap KPK.

Ketua MK Arief Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/12/2017)Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim Ketua MK Arief Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/12/2017)
Menurut dia, tak ada aturan yang melarang DPR bertemu dengan hakim konstitusi yang akan diseleksi.

"Kan enggak ada aturannya juga itu. Kan kami yang mengundang. Itu kan lobiitu sifatnya apa ya, sebenarnya bukan lobi sih menurut aku sih. Yang proaktif mengundang itu kan Komisi III. Teman Komisi III (yang mengundang), bukan Pak Arief.

(Baca juga: Aroma Pansus Angket dalam Uji Kepatutan Ketua MK Arief Hidayat)

Sebelumnya, Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa membenarkan uji kelayakan dan kepatutan perpanjangan masa jabatan hakim konstitusi Arief Hidayat terkait lobi Panitia Khusus (Pansus) Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Ya pastinya begitulah," kata Desmond di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Sebab diketahui, Arief saat ini tengah menyidangkan uji materi terkait keabsahan Hak Angket KPK, di mana pansus beranggotakan anggota Komisi III.

Desmond menilai uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan tadi terkesan memaksa. Padahal fraksinya telah meminta supaya dilakukan secara terbuka dan calonnya tidak tunggal.

Kompas TV Komisi III DPR siang tadi selesai menggelar uji kelayakan dan kepatutan hakim konstitusi Arief Hidayat.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorBayu Galih
Komentar

Terkini Lainnya

Perjuangan Ibu Kendarai Motor Sambil Gendong Bayi 9 Bulan untuk Urus KJP ke Kantor Wali Kota Jaksel

Perjuangan Ibu Kendarai Motor Sambil Gendong Bayi 9 Bulan untuk Urus KJP ke Kantor Wali Kota Jaksel

Megapolitan
Hanura Jagokan Wiranto, PKB Tetap Ajukan Cak Imin Jadi Pendamping Jokowi di 2019

Hanura Jagokan Wiranto, PKB Tetap Ajukan Cak Imin Jadi Pendamping Jokowi di 2019

Nasional
Di Rakernas, PDI-P Bahas 5 Strategi Pemenangan Partai

Di Rakernas, PDI-P Bahas 5 Strategi Pemenangan Partai

Nasional
Ketua Fraksi PDI-P: Penutupan Jalan Jatibaru Kebijakan 'One Man Show'

Ketua Fraksi PDI-P: Penutupan Jalan Jatibaru Kebijakan "One Man Show"

Megapolitan
Trump dan Asosiasi Senapan AS Desak Warga Beli Senjata Api

Trump dan Asosiasi Senapan AS Desak Warga Beli Senjata Api

Internasional
Mengingat 10 Bulan Perjalanan Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Mengingat 10 Bulan Perjalanan Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Megapolitan
Makna Motif Air Mengalir pada Dinding Underpass di Lebak Bulus

Makna Motif Air Mengalir pada Dinding Underpass di Lebak Bulus

Megapolitan
Golkar Akui Butuh Waktu untuk Alihkan Dukungan Konstituen dari Prabowo kepada Jokowi

Golkar Akui Butuh Waktu untuk Alihkan Dukungan Konstituen dari Prabowo kepada Jokowi

Nasional
Diduga Gangguan Jiwa, Emak yang Gigit Polisi Dititipkan di Rumah Sakit

Diduga Gangguan Jiwa, Emak yang Gigit Polisi Dititipkan di Rumah Sakit

Regional
Golkar Optimistis Basis Pemilih Prabowo Akan Memilih Jokowi di 2019

Golkar Optimistis Basis Pemilih Prabowo Akan Memilih Jokowi di 2019

Nasional
Menengok Cantiknya 'Underpass' di Perempatan Lebak Bulus

Menengok Cantiknya "Underpass" di Perempatan Lebak Bulus

Megapolitan
'Pisang Seribu' di Sawangan Kerap Ditawar dengan Harga Ratusan Ribu

"Pisang Seribu" di Sawangan Kerap Ditawar dengan Harga Ratusan Ribu

Megapolitan
AS Bakal Berikan Paket Sanksi Baru ke Korea Utara

AS Bakal Berikan Paket Sanksi Baru ke Korea Utara

Internasional
Empat Tersangka dan Barang Bukti 1,6 Ton Sabu Dibawa ke Mabes Polri Hari Ini

Empat Tersangka dan Barang Bukti 1,6 Ton Sabu Dibawa ke Mabes Polri Hari Ini

Regional
Karena Permintaan Sang Ayah, Terpidana Ini Lolos dari Hukuman Mati

Karena Permintaan Sang Ayah, Terpidana Ini Lolos dari Hukuman Mati

Internasional

Close Ads X