Jokowi Singgung Hal Ini, Menkeu Sri Mulyani Senyum-senyum... - Kompas.com

Jokowi Singgung Hal Ini, Menkeu Sri Mulyani Senyum-senyum...

Fabian Januarius Kuwado
Kompas.com - 06/12/2017, 17:49 WIB
Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat acara penyerahan DIPA Tahun 2018 kepada menteri/pimpinan lembaga negara dan gubernur se-Indonesia di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017).KOMPAS.com/Fabian J. Kuwado Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat acara penyerahan DIPA Tahun 2018 kepada menteri/pimpinan lembaga negara dan gubernur se-Indonesia di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017).

BOGOR, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak bisa menahan senyumnya saat Presiden Joko Widodo membeberkan ketidakfokusan anggaran di Kementerian Tenaga Kerja.

Momen tersebut terjadi ketika Presiden Jokowi berpidato di acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2018 di Rauang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017).

Awalnya, Jokowi menjelaskan, masih ada kementerian yang tak fokus dalam penganggaran. Anggaran untuk kegiatan pendukung malah lebih tinggi daripada kegiatan inti. Menurut Jokowi, prinsip ini terbolak-balik.

Jokowi pun memberikan contoh satu kementerian yang masih begitu.

"Saya berikan contoh, Kemenaker. Pemulangan TKI anggarannya Rp 3 miliar. (anggaran) pemulangannya sendiri Rp 500 juta, yang Rp 2,5 miliar untuk rapat di dalam kantor, di luar kantor, koordinasi, makan dan ATK," ujar Jokowi.

"Ini enggak bisa lagi seperti ini. Hampir semuanya seperti ini di kementerian dan lembaga," lanjut dia.

(Baca juga : Jokowi Optimistis Pertumbuhan Ekonomi pada 2018 Capai 5,4 Persen)

 

Mendengar demikian, Menkeu Sri Mulyani yang duduk di samping Wakil Presiden Jusuf Kalla langsung tersenyum.

Bahkan, ia sampai menutup mulutnya sambil menunduk supaya tawanya tidak terlalu terlihat menteri, pimpinan lembaga dan gubernur se-Indonesia yang hadir.

Jokowi melanjutkan, untungnya persoalan di Kemenaker tersebut sudah selesai. Artinya, tak ada lagi yang seperti itu terjadi di Kemenaker.

Ia menegaskan sekali lagi bahwa kementerian, lembaga dan pemerintah daerah harus fokus dalam menggunakan anggaran.

Anggaran untuk kegiatan inti seharusnya lebih besar dibandingkan anggaran untuk kegiatan pendukung.

Selain itu, anggaran kegiatan pendukung semestinya diefisiensi sesuai dengan yang benar-benar dibutuhkan.

PenulisFabian Januarius Kuwado
EditorDiamanty Meiliana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM