Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Yudi Latif dalam Wisuda UMN: Jangan Hanya Mengandalkan Kecerdasan

Kompas.com - 03/12/2017, 07:10 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com – Universitas Multimedia Nusantara pada Sabtu (2/12/2017) menggelar Wisuda XII yang kali ini meluluskan 669 orang sarjana. Upacara wisuda kali ini menghadirkan Yudi Latif, yang baru-baru ini juga dilantik sebagai Kepala Unit Kerja Presiden bagian Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP).

Mengusung tema “Sarjana Unggul dan Berkebangsaan”, Wisuda XII menjadi bentuk komitmen nyata Universitas Multimedia Nusantara dalam membekali lulusannya agar mampu memberikan karya terbaik untuk almamater, persada, dan sesama.

Dalam orasinya, Yudi menjabarkan akan pentingnya memiliki visi dalam berkenegaraan. “Negara sudah seharusnya memiliki visi, yaitu kebahagiaan negara harus dipenuhi dengan memberikan kebebasan, keadilan, dan kemakmuran. Perbedaan bukan pangkal pertikaian. Justru perbedaan itu yang menguatkan terciptanya ekosistem yang diferensiatif dan berkesinambungan,” tuturnya.

Yudi juga berpesan kepada para wisudawan UMN untuk tidak sekadar mengandalkan kepandaian, tapi juga dapat mengendalikan diri dengan kondisi riil masyarakatnya.

“Universitas tidak bisa lagi menyamaratakan sumber dayanya menjadi satu kategori kecerdasan. Karena sumber daya tersebut akan menjadi sumber daya terbarukan yang akan menimbulkan inovasi yang siap bersaing di dunia internasional,” tutupnya.

Universitas Multimedia Nusantara menggelar Wisuda XII pada Sabtu (3/12/2017) yang kali ini meluluskan 669 orang sarjana.Dok UMN Universitas Multimedia Nusantara menggelar Wisuda XII pada Sabtu (3/12/2017) yang kali ini meluluskan 669 orang sarjana.
Rektor UMN, Ninok Leksono, menekankan bahwa Pancasila adalah landasan yang harus dijadikan pegangan, panduan penting, karena Pancasila merupakan falsafah hidup berbangsa dan bernegara.

“Insan cendikia yang ideal untuk Indonesia adalah mereka yang menghayati dan mengamalkan kelima sila Pancasila. Dengan itu lah diharapkan alumni UMN tidak saja unggul dalam bidang ilmu dan profesinya, tetapi selaras dengan masyarakatnya,” ungkapnya.

Selain itu, Ninok juga berpesan kepada alumnus UMN untuk terus menyalakan jiwa dan semangat Pancasila dalam karir dan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

“Dengan berpegang pada nilai-nilai Pancasila, saya berharap wisudawan tidak tercerabut dari akar kebangsaannya. Sekalipun mungkin ada yang berkarir di luar negeri,” papar Ninok.

Dalam Wisuda XII UMN, terpilih 7 wisudawan terbaik yang mewakili 7 Program Studi. Mereka adalah Vannia Ferdina (Teknik Informatika), Bobby Fernando (Desain Komunikasi Visual), Gabrielle Agatha (Ilmu Komunikasi), Tommy Utomo Wijaya (Sistem Informasi), Davin Valerian (Akuntansi), Rivaldy Febriansyah (Manajemen), dan William Suyanto (Sistem Komputer).

Vania Ferdina, wisudawan Program Studi Teknik Informatika keluar sebagai Mahasiswi Terbaik Universitas dengan IPK mencapai 3,99.

Dalam kesempatan itu juga diinformasikan, Inkubator Bisnis UMN Skystar Ventures juga terpilih sebagai satu-satunya institusi dari Indonesia yang diundang oleh Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, untuk menghadiri konferensi kepemudaan terbesar di Timur Tengah, Misk Global Forum 2017.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 14-17 November di Riyadh, Saudi Arabia. Pada kesempatan kali ini, Skystar Ventures mendelegasikan tiga startup binaannya, yaitu Jobmine Indonesia, Dreambox, serta Youthmanual. Rahel Maharani (Ilmu Komunikasi) yang juga merupakan wisudawan pada Wisuda XII, merupakan Founder dan CEO dari Jobmine Indonesia.

Merupakan tradisi serta ciri khas bagi UMN untuk mengangkat tema kedaeraan dalam kegiatan wisudanya. Wisuda XII kali ini bertemakan adat dari daerah Rote, Nusa Tenggara Timur.

Tata panggung dan seluruh dekorasi area kegiatan turut dibuat dalam nuansa daerah Rote. Tak hanya itu, UMN juga turut menampilkan tarian-tarian daerah serta lagu-lagu daerah NTT untuk menyemarakkan nuansa kedaerahan pada Wisuda XII UMN.

Universitas Multimedia Nusantara berdiri sejak 2007 atas prakarsa Jakob Oetama, Perintis Kompas Gramedia. Sebagai universitas berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT), UMN menawarkan tujuh program studi yang mendapat sambutan baik dari masyarakat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Gibran Bertemu Ma'ruf Amin, Saat Wapres Termuda Sowan ke yang Paling Tua

Gibran Bertemu Ma'ruf Amin, Saat Wapres Termuda Sowan ke yang Paling Tua

Nasional
Anies Dinilai Masih Berpeluang Maju Pilkada Jakarta, Mungkin Diusung Nasdem dan PKB

Anies Dinilai Masih Berpeluang Maju Pilkada Jakarta, Mungkin Diusung Nasdem dan PKB

Nasional
Petuah Jokowi-Ma'ruf ke Prabowo-Gibran, Minta Langsung Kerja Usai Dilantik

Petuah Jokowi-Ma'ruf ke Prabowo-Gibran, Minta Langsung Kerja Usai Dilantik

Nasional
Kejagung Periksa 3 Saksi Terkait Kasus Korupsi Timah, Salah Satunya Pihak ESDM

Kejagung Periksa 3 Saksi Terkait Kasus Korupsi Timah, Salah Satunya Pihak ESDM

Nasional
Tak Dukung Anies Maju Pilkada Jakarta, PKS Dinilai Ogah Jadi “Ban Serep” Lagi

Tak Dukung Anies Maju Pilkada Jakarta, PKS Dinilai Ogah Jadi “Ban Serep” Lagi

Nasional
2 Prajurit Tersambar Petir di Mabes TNI, 1 Meninggal Dunia

2 Prajurit Tersambar Petir di Mabes TNI, 1 Meninggal Dunia

Nasional
Usung Perubahan Saat Pilpres, PKB-Nasdem-PKS Kini Beri Sinyal Bakal Gabung Koalisi Prabowo

Usung Perubahan Saat Pilpres, PKB-Nasdem-PKS Kini Beri Sinyal Bakal Gabung Koalisi Prabowo

Nasional
[POPULER NASIONAL] Anies-Muhaimin Hadir Penetapan Presiden-Wapres Terpilih Prabowo-Gibran | Mooryati Soedibjo Tutup Usia

[POPULER NASIONAL] Anies-Muhaimin Hadir Penetapan Presiden-Wapres Terpilih Prabowo-Gibran | Mooryati Soedibjo Tutup Usia

Nasional
Sejarah Hari Posyandu Nasional 29 April

Sejarah Hari Posyandu Nasional 29 April

Nasional
Tanggal 27 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 27 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Wakil Ketua KPK Dinilai Punya Motif Buruk Laporkan Anggota Dewas

Wakil Ketua KPK Dinilai Punya Motif Buruk Laporkan Anggota Dewas

Nasional
Jokowi Ungkap Kematian akibat Stroke, Jantung dan Kanker di RI Capai Ratusan Ribu Kasus Per Tahun

Jokowi Ungkap Kematian akibat Stroke, Jantung dan Kanker di RI Capai Ratusan Ribu Kasus Per Tahun

Nasional
Temui Jokowi, Prabowo dan Gibran Tinggalkan Istana Setelah 2 Jam

Temui Jokowi, Prabowo dan Gibran Tinggalkan Istana Setelah 2 Jam

Nasional
AJI Nilai Sejumlah Pasal dalam Draf Revisi UU Penyiaran Ancam Kebebasan Pers

AJI Nilai Sejumlah Pasal dalam Draf Revisi UU Penyiaran Ancam Kebebasan Pers

Nasional
Ketua KPK Sebut Langkah Nurul Ghufron Laporkan Anggota Dewas Sikap Pribadi

Ketua KPK Sebut Langkah Nurul Ghufron Laporkan Anggota Dewas Sikap Pribadi

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com