Apa Pun Caranya, 1.300 Warga yang Ditahan Kelompok Bersenjata Papua Harus Diselamatkan - Kompas.com

Apa Pun Caranya, 1.300 Warga yang Ditahan Kelompok Bersenjata Papua Harus Diselamatkan

Yoga Sukmana
Kompas.com - 14/11/2017, 16:33 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantornya, Jakarta, Selasa (14/11/2017)Kompas.com/YOGA SUKMANA Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantornya, Jakarta, Selasa (14/11/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta aparat keamanan untuk menyelamatkan warga yang ditahan oleh kelompok bersenjata di Papua.

Seperti diketahui, ada 1.300 orang dari dua desa, yakni Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, dilarang keluar dari kampung itu oleh kelompok bersenjata.

"Harus menyelamatkan rakyat apa pun caranya," ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Wapres menilai, aparat keamanan harus mengambil langkah tegas terhadap setiap upaya yang dilakukan oleh kelompok bersenjata dan mengancam hidup rakyat Indonesia.

Baca: Kelompok Bersenjata di Papua Tahan 1.300 Warga

Meski demikian, Wapres mengingatkan, upaya persuasif tetap harus dikedepankan. Hal itu penting agar menghindari korban jiwa akibat penyanderaan itu.

"Polisi dan TNI kan sudah mengusahakan dan juga pemerintah sana untuk menyelesaikan itu secara persuasif, secara dialog," kata Kalla.

Saat ditanya soal motif atau penyebab kelompok bersenjata menahan 1.300 orang di Papua, Kalla mengaku tidak tahu dengan jelas.

Menurut dia, semua kelompok bersenjata, apalagi separatis, tentu melakukan perlawanan terhadap pemerintah.

Kompas TV Warga disandera oleh kelompok bersenjata di Timika Papua.


PenulisYoga Sukmana
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM