Tak Ingin Ada Korban, Polisi Masih Persuasif Tangani Penyanderaan di Papua - Kompas.com

Tak Ingin Ada Korban, Polisi Masih Persuasif Tangani Penyanderaan di Papua

Ambaranie Nadia Kemala Movanita
Kompas.com - 14/11/2017, 15:44 WIB
Polda Papua merilis DPO anggota kelompok bersenjata yang melakukan aksi di Tembagapura, Mimika, Papua.Polda Papua Polda Papua merilis DPO anggota kelompok bersenjata yang melakukan aksi di Tembagapura, Mimika, Papua.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pendekatan yang bisa dilakukan Polri sejauh ini terhadap kelompok kriminal bersenjata sifatnya lembut.

Jika dilawan dengan kekerasan, Setyo khawatir kelompok bersenjata itu akan memberontak dan membuat warga menjadi korban.

"Bukannya tidak mampu (melawan). Tapi nanti akan timbul korban kalau kita memaksakan," ujar Setyo di Jakarta, Selasa (14/11/2017).

(Baca juga : Polisi Rilis DPO Kelompok Bersenjata di Papua, Ini 21 Nama yang Diburu)

Hingga saat ini, upaya satgas gabungan Polri dan TNI belum berhasil membujuk pimpinan KKB untuk berkomunikasi.

Meski begitu, kata Setyo, aparat masih terus berupaya untuk berkomunikasi agar mengetahui apa sebenarnya yang diinginkan kelompok tersebut.

"Prinsipnya, apapun yang kita lakukan dalam rangka upaya persuasif menyelesaikan masalah ini secara elegan, tidak ada korban yang jatuh," kata Setyo.

Polri menemui sejumlah kesulitan untuk mengakses Desa Banti dan Kimbely di mana warganya disandera oleh kelompok bersenjata itu.

(Baca juga : 1.500 Lembar Maklumat Kapolda Papua Disebar di Udara)

Kelompok itu juga menutup akses jalur darat agar satgas gabungan tidak bisa mendekat. Bantuan makanan dari luar pun tidak bisa masuk ke wilayah tersebut.

"Pemerintah sudah menyiapkan bahan makanan ada dua kontainer, kirim ke sana. Ternyata tidak bisa diakses oleh penduduk setempat jadi sebagian yang masih bisa diambil," kata Setyo.

Setidaknya ada 1.300 orang dari dua desa, yakni Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, yang dilarang keluar dari kampung itu oleh kelompok bersenjata. Mereka tinggal di lokasi yang berdekatan dengan area Freeport.

(Baca juga : Menhan Minta Penanganan Kelompok Bersenjata Papua Lewat Negosiasi)

Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar telah mengeluarkan maklumat yang isinya imbauan kepada anggota KKB untuk menyerahkan diri.

Maklumat tersebut disebarkan lewat udara di wilayah Tembagapura meliputi Kampung Utikini, Kampung Kembeli, Kampung Banti, Kampung Obitawak, Kampung Arwanop dan Kampung Singa.

Adapun isi maklumat Kapolda tersebut, yakni memerintahkan seluruh masyarakat sipil yang menguasai, membawa, memiliki, mempergunakan senjata api secara illegal agar secepatnya meletakkan senjata dan menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum.

Hal tersebut agar tidak melakukan perbuatan melanggar hukum seperti pengancaman penganiayaan, perampokan, penjarahan, pemerkosaan, pembunuhan dan perbuatan kriminal lainnya.

Kompas TV Warga disandera oleh kelompok bersenjata di Timika Papua.

PenulisAmbaranie Nadia Kemala Movanita
EditorSandro Gatra
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM