Kasus Menghalangi Penyidikan e-KTP, KPK Periksa Wakil Bendahara Golkar - Kompas.com

Kasus Menghalangi Penyidikan e-KTP, KPK Periksa Wakil Bendahara Golkar

Abba Gabrillin
Kompas.com - 14/11/2017, 12:20 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Zulhendri Hasan, Selasa (14/11/2017). Zulhendri akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Markus Nari yang juga kader Golkar.

"Saya sebagai saksi untuk Markus Nari," ujar Zulhendri.

Sebelumnya, Markus Nari yang merupakan anggota DPR diduga memengaruhi Irman dan Sugiharto, yang merupakan dua terdakwa dalam kasus korupsi terkait pengadaan e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Selain itu, Markus juga diduga memengaruhi anggota DPR Miryam S Haryani untuk tidak memberikan keterangan yang sebenarnya saat bersaksi di pengadilan.

Baca juga: Jadi Tersangka Baru Kasus e-KTP, Ini Peran Markus Nari

Sementara itu, nama Zulhendri muncul dalam persidangan kasus pemberian keterangan palsu dengan terdakwa Miryam S Haryani.

Pengacara Elza Syarief yang dihadirkan sebagai saksi mengatakan bahwa ia mendapat informasi Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Golkar Rudi Alfonso memengaruhi saksi-saksi yang dihadirkan dalam kasus korupsi pengadaan e-KTP. Rudi diduga memengaruhi agar para saksi mencabut keterangan.

Menurut Elza, informasi tersebut diperolehnya saat mendengar percakapan pengacara Farhat Abbas dengan seseorang melalui telepon. Saat itu, menurut Elza, lawan bicara Farhat adalah seorang kader Partai Golkar yang dipanggil dengan nama Zulhendri.

Kompas TV Politisi Partai Golkar, Markus Nari, menjadi terlibat dalam pembahasan anggaran proyek KTP elektronik.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAbba Gabrillin
EditorSabrina Asril
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM