Pria yang Serang Paspampres di Istana Negara Diduga Depresi - Kompas.com

Pria yang Serang Paspampres di Istana Negara Diduga Depresi

Ihsanuddin
Kompas.com - 14/11/2017, 04:35 WIB
Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) melakukan pengamanan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (4/7/2017). Pengamanan Presiden Joko Widodo dalam rangka kunjungan kerja dan dialog ekonomi dengan para pelaku pasar modal.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) melakukan pengamanan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (4/7/2017). Pengamanan Presiden Joko Widodo dalam rangka kunjungan kerja dan dialog ekonomi dengan para pelaku pasar modal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria bernama Basufi Parsiwan, yang nekat menyerang Pasukan Pengamanan Presiden menggunakan obeng, diduga mengalami depresi. Dugaan ini berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan Paspampres.

"Yang bersangkutan diduga depresi," kata Asintel Paspampres Letkol Kav Urip Prihatman kepada Kompas.com, Senin (13/11/2017).

Berdasarkan pengakuannya kepada Paspampres, Basufi telah cerai dengan istrinya. Ia juga sudah lama tidak bertemu anaknya yang tinggal di kampung halaman di Banyumas. Saat ini, Basufi tinggal menumpang kakaknya di Tangerang.

"Pekerjaan saat ini jual pop ice dan ke Jakarta untuk cari pekerjaan yang lebih baik," ucap Urip.

Urip mengatakan, Basufi mendatangi pos jaga Istana Negara, di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2017) petang pukul 18.00 WIB. Dalam keadaan hujan lebat, pelaku seorang diri. Pelaku meminta bertemu dengan Presiden Jokowi namun ditolak karena tidak sesuai prosedur.

Baca juga : Paspampres Dilatih Orang Dalam Mercedes-Benz

Meski ditolak, namun pelaku yang berusia 39 tahun tersebut tetap memaksa ingin bertemu Presiden. Bahkan pelaku mencoba menyerang Paspampres yang berjaga menggunakan obeng plat dengan panjang 25 cm.

"Sudah nyerang pakai obeng, anggota mengelak kemudian dilumpuhkan dengan tangan kosong," ucap Urip.

Pelaku juga, lanjut Urip, sempat berteriak-teriak bahwa dirinya adalah bagian dari Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Pelaku mengaku ingin jihad dan bertemu Jokowi. Bahkan pelaku sempat menantang Paspampres yang berjaga untuk menembaknya karena merasa kebal peluru.

Baca juga : Cerita Gibran Rakabuming Memilih Tidak Dikawal Paspampres

Namun setelah diperiksa lebih jauh, diperkirakan tak ada hubungan antara pelaku dan organisasi ISIS.

"Setelah didalami tidak ada. Hanya depresi sehingga tindakannya diluar kesadarannya," kata Urip.

Setelah diperiksa oleh Paspampres, selanjutnya pukul 21.00 WIB yang bersangkutan diserahkan ke Polsek Gambir.

Kompas TV Pasukan Pengaman Presiden terus melakukan sterilisasi menjelang pernikahan putri Presiden Joko Widodo

PenulisIhsanuddin
EditorSabrina Asril
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM