Johannes Marliem Sempat Kesulitan Bayar Rp 100 Miliar untuk Setya Novanto - Kompas.com

Johannes Marliem Sempat Kesulitan Bayar Rp 100 Miliar untuk Setya Novanto

Abba Gabrillin
Kompas.com - 13/11/2017, 16:50 WIB
Johannes MarliemBlog Johannes Marliem Johannes Marliem

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Biomorf Lone LLC, Johannes Marliem, sempat kesulitan untuk membayarkan jatah yang harus diberikan sebesar Rp 100 miliar kepada Setya Novanto.

Pada saat proyek e-KTP berlangsung, Marliem baru bisa memberikan Rp 60 miliar.

Hal itu terungkap saat jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar rekaman pembicaraan Marliem dengan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Sugiharto.

Baca: Rekaman Johannes Marliem Ungkap Jatah Rp 60 Miliar untuk Setya Novanto

Rekaman diputar dalam persidangan terhadap terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/11/2017).

Mantan Direktur Pengelolaan Informasi dan Administrasi Ditjen Dukcapil Kemendagri, Sugiharto, menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/11/2017).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Mantan Direktur Pengelolaan Informasi dan Administrasi Ditjen Dukcapil Kemendagri, Sugiharto, menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/11/2017).
Dalam persidangan, Sugiharto mengatakan, pembicaraan dengan Marliem itu terkait besaran jatah yang harus diberikan kepada Setya Novanto.

Menurut Sugiharto, awalnya diminta jatah untuk Novanto sebesar Rp 100 miliar.

"Permintaan uang untuk Andi. Andi untuk bosnya, Setya Novanto. Pokoknya belum pasti, tapi yang jelas kalau bisa Rp100 miliar," kata Sugiharto, kepada jaksa KPK.

Baca: Rekaman Johannes Marliem Diputar, Setya Novanto Disebut Terima Uang

Menurut Sugiharto, saat itu Marliem hanya bisa menyediakan Rp 60 miliar. Ia juga menawarkan untuk meyakini Andi Narogong bahwa Marliem bersedia Rp 60 miliar.

Dalam rekaman pembicaraan, Sugiharto menawarkan agar Marliem menunggu perhitungan pengeluaran biaya dengan Direktur PT Quadra Solutions, Anang Sugiana Sudihardjo.

"Pekerjaan supaya diselesaikan dulu. Anang sama Marliem ada hitungan yang masih belum jelas. Antara Anang sama Marliem itu ada hitungan di lapangan yang belum dihitung," kata Sugiharto.

Kompas TV Dalam persidangan Jaksa KPK memperdengarkan rekaman pembicaraan Johannes Marliem dan Anang Sugiana Sudihardjo.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAbba Gabrillin
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM