Pemerintah Diminta Buat Sistem Proteksi bagi Anak Terkait Konten Pornografi - Kompas.com

Pemerintah Diminta Buat Sistem Proteksi bagi Anak Terkait Konten Pornografi

Kompas.com - 06/11/2017, 18:20 WIB
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto (kiri) bersama komisioner KPAI, Retno Listyarti (kanan) ketika ditemui di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (6/11/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto (kiri) bersama komisioner KPAI, Retno Listyarti (kanan) ketika ditemui di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (6/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah diminta membuat sistem proteksi yang optimal agar anak-anak Indonesia tidak terpapar konten-konten negatif terutama bermuatan pornografi dan kekerasan.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) Susanto ketika ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (6/11/2017).

"Karena bagaimanapun, anak kita tidak akan bisa menghindari kemajuan teknologi dan informasi. Dengan kondisi ini, negara kami minta perannya secara maksimal agar anak-anak kita benar-benar steril dari konten-konten itu," kata Susanto.

KPAI juga meminta pemerintah memaksimalkan perlindungan anak berbasis siber. Sebab, kasus anak berbasis siber cukup tinggi dan distribusi konten pornografi melalui media sangat masif.

"Maka, kami berharap pemerintah tegas terhadap korporasi media sosial yang permisif terhadap konten-konten pornografi," kata Susanto.

Baca: Pemerintah Ancam Blokir WhatsApp jika 2x24 Jam Masih Ada Konten Pornografi

KPAI menyatakan prihatin atas adanya konten-konten yang mengandung muatan pornografi di media sosial. Sebab, konten-konten tersebut dapat dengan mudah diakses siapa pun, tidak terkecuali anak-anak yang sudah menggunakan telepon pintar.

IlustrasiPIXABAY.com Ilustrasi

Pembiaran anak-anak dekat dan dapat mengakses pornografi dengan mudah adalah bentuk pelanggaran terhadap UU No 35/2014 tentang Perubahan atas UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca juga: Kominfo Minta WhatsApp Saring Konten GIF Berbau Pornografi

Baru-baru ini, konten bermuatan seks hinggap di aplikasi pesan singkat paling populer WhatsApp. Konten tersebut merupakan bagian dari emoji di WhatsApp dalam kategori animasi GIF.

Jika di BlackBerry Comics berbentuk gambar dan Telegram hanya stiker, emoji WhatsApp merupakan animasi yang jelas bergerak-gerak, bahkan cukup banyak yang seperti cuplikan film porno atau paling tidak film tidak lolos sensor.

Kompas TV Pengguna melaporkan lewat pesan berantai mengenai mudahnya berbagi konten animasi porno.


EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Terkini Lainnya

Partai Komunis China Usul Penghapusan Batas Masa Jabatan Presiden

Partai Komunis China Usul Penghapusan Batas Masa Jabatan Presiden

Internasional
Sandiaga Ogah Komentari Gugatan Konsumen Pulau Reklamasi

Sandiaga Ogah Komentari Gugatan Konsumen Pulau Reklamasi

Megapolitan
'Powerbank' Terbakar di Bagasi Kabin, Penerbangan Ditunda 3 Jam

"Powerbank" Terbakar di Bagasi Kabin, Penerbangan Ditunda 3 Jam

Internasional
Polri Belum Temukan Narkoba di Kapal Win Long yang Ditangkap di Perairan Karimun

Polri Belum Temukan Narkoba di Kapal Win Long yang Ditangkap di Perairan Karimun

Nasional
Bawaslu: Jenjang Karir Ditentukan Pejabat Politik, Netralitas ASN Dilematis

Bawaslu: Jenjang Karir Ditentukan Pejabat Politik, Netralitas ASN Dilematis

Regional
Bawaslu: OTT Anggota KPU dan Ketua Panwaslu Garut Memalukan...

Bawaslu: OTT Anggota KPU dan Ketua Panwaslu Garut Memalukan...

Regional
Polisi Dalami Temuan Silet Terkait Tewasnya Mantan Wakapolda Sumut

Polisi Dalami Temuan Silet Terkait Tewasnya Mantan Wakapolda Sumut

Regional
Menteri Susi Saat Digoda Sandiaga: Ini Anak Muda Kurang Ajar Sama Orang Tua...

Menteri Susi Saat Digoda Sandiaga: Ini Anak Muda Kurang Ajar Sama Orang Tua...

Megapolitan
Koalisi Dog-Meat Free Indonesia Kampanye Melawan Bisnis Daging Anjing di Solo

Koalisi Dog-Meat Free Indonesia Kampanye Melawan Bisnis Daging Anjing di Solo

Regional
'Jika Mereka Menculik 10 Orang, Hanya Satu yang Kembali'

"Jika Mereka Menculik 10 Orang, Hanya Satu yang Kembali"

Internasional
Pemkot Surakarta Jamin Hak Bersepeda Warganya di Jalan Raya

Pemkot Surakarta Jamin Hak Bersepeda Warganya di Jalan Raya

Regional
Dua Terduga Pelaku Pembunuhan Penjual Bakmi di Cipayung Adalah Keponakan Korban

Dua Terduga Pelaku Pembunuhan Penjual Bakmi di Cipayung Adalah Keponakan Korban

Regional
Sandiaga Ingin Rekrut Pelajar NU Jadi Peserta OK OCE

Sandiaga Ingin Rekrut Pelajar NU Jadi Peserta OK OCE

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Terduga Pembunuhan Penjual Bakmi di Cipayung

Polisi Tangkap 2 Terduga Pembunuhan Penjual Bakmi di Cipayung

Megapolitan
Polri : Penyelenggara dan Pengawas Pilkada Jangan Coba-coba Curang

Polri : Penyelenggara dan Pengawas Pilkada Jangan Coba-coba Curang

Nasional

Close Ads X