Besok Siang KPAI Gelar Pertemuan dengan Pihak WhatsApp - Kompas.com

Besok Siang KPAI Gelar Pertemuan dengan Pihak WhatsApp

Kompas.com - 06/11/2017, 17:52 WIB
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto ketika ditemui di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (6/11/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto ketika ditemui di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (6/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Perlindungan Anak Indonesia memastikan akan bertemu dengan manajemen WhatsApp pada Selasa (7/11/2017) siang.

Pertemuan itu dilakukan untuk membicarakan adanya konten berbau pornografi di aplikasi berbagi pesan tersebut.

"Besok kami akan undang manajemen WhatsApp untuk menyamakan persepsi," ujar Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) Susanto di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (6/11/2017).

Menurut Susanto, WhatsApp sebagai korporasi wajib memberikan proteksi maksimal terhadap perlindungan anak, termasuk perlindungan dari konten-konten pornografi.

Sikap dan langkah KPAI tersebut,  menurut Susanto, juga mendapat dukungan dari Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

(Baca juga: Pemerintah Blokir 6 Situs Tenor, Kenapa Gif Pornografi di WhatsApp Masih Bisa Diakses?

 

"Wapres memberikan dukungan terhadap apa yang disampaikan KPAI. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk perwujudan Indonesia sebagai negara yang ramah anak ke depan," katanya.

Sebelumnya, ia juga mengatakan, KPAI prihatin atas adanya konten-konten yang mengandung muatan pornografi di media sosial. Sebab, konten-konten tersebut dapat dengan mudah diakses siapa pun, tidak terkecuali anak-anak yang pada era saat ini sudah banyak menggunakan telepon pintar.

Ia pun menegaskan, pembiaran anak-anak dekat dan dapat mengakses pornografi dengan mudah adalah bentuk pelanggaran terhadap UU No 35/2014 tentang Perubahan atas UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Konten berbau seks hinggap di aplikasi pesan singkat paling populer WhatsApp. Konten tersebut merupakan bagian dari emoji di WhatsApp dalam kategori animasi GIF.

Jika di BlackBerry Comics berbentuk gambar dan Telegram hanya stiker, emoji WhatsApp merupakan animasi yang jelas bergerak-gerak, bahkan cukup banyak yang seperti cuplikan film porno atau paling tidak film tidak lolos sensor.

Kompas TV Aplikasi WhatsApp merupakan aplikasi chat dengan pengguna terbanyak di Indonesia.


EditorDiamanty Meiliana
Komentar

Terkini Lainnya

Partai Komunis China Usul Penghapusan Batas Masa Jabatan Presiden

Partai Komunis China Usul Penghapusan Batas Masa Jabatan Presiden

Internasional
Sandiaga Ogah Komentari Gugatan Konsumen Pulau Reklamasi

Sandiaga Ogah Komentari Gugatan Konsumen Pulau Reklamasi

Megapolitan
'Powerbank' Terbakar di Bagasi Kabin, Penerbangan Ditunda 3 Jam

"Powerbank" Terbakar di Bagasi Kabin, Penerbangan Ditunda 3 Jam

Internasional
Polri Belum Temukan Narkoba di Kapal Win Long yang Ditangkap di Perairan Karimun

Polri Belum Temukan Narkoba di Kapal Win Long yang Ditangkap di Perairan Karimun

Nasional
Bawaslu: Jenjang Karir Ditentukan Pejabat Politik, Netralitas ASN Dilematis

Bawaslu: Jenjang Karir Ditentukan Pejabat Politik, Netralitas ASN Dilematis

Regional
Bawaslu: OTT Anggota KPU dan Ketua Panwaslu Garut Memalukan...

Bawaslu: OTT Anggota KPU dan Ketua Panwaslu Garut Memalukan...

Regional
Polisi Dalami Temuan Silet Terkait Tewasnya Mantan Wakapolda Sumut

Polisi Dalami Temuan Silet Terkait Tewasnya Mantan Wakapolda Sumut

Regional
Menteri Susi Saat Digoda Sandiaga: Ini Anak Muda Kurang Ajar Sama Orang Tua...

Menteri Susi Saat Digoda Sandiaga: Ini Anak Muda Kurang Ajar Sama Orang Tua...

Megapolitan
Koalisi Dog-Meat Free Indonesia Kampanye Melawan Bisnis Daging Anjing di Solo

Koalisi Dog-Meat Free Indonesia Kampanye Melawan Bisnis Daging Anjing di Solo

Regional
'Jika Mereka Menculik 10 Orang, Hanya Satu yang Kembali'

"Jika Mereka Menculik 10 Orang, Hanya Satu yang Kembali"

Internasional
Pemkot Surakarta Jamin Hak Bersepeda Warganya di Jalan Raya

Pemkot Surakarta Jamin Hak Bersepeda Warganya di Jalan Raya

Regional
Dua Terduga Pelaku Pembunuhan Penjual Bakmi di Cipayung Adalah Keponakan Korban

Dua Terduga Pelaku Pembunuhan Penjual Bakmi di Cipayung Adalah Keponakan Korban

Regional
Sandiaga Ingin Rekrut Pelajar NU Jadi Peserta OK OCE

Sandiaga Ingin Rekrut Pelajar NU Jadi Peserta OK OCE

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Terduga Pembunuhan Penjual Bakmi di Cipayung

Polisi Tangkap 2 Terduga Pembunuhan Penjual Bakmi di Cipayung

Megapolitan
Polri : Penyelenggara dan Pengawas Pilkada Jangan Coba-coba Curang

Polri : Penyelenggara dan Pengawas Pilkada Jangan Coba-coba Curang

Nasional

Close Ads X