Desa Pancasila, Kota Wali, dan Reog Halaman 1 - Kompas.com

Desa Pancasila, Kota Wali, dan Reog

Joseph Osdar
Kompas.com - 03/11/2017, 07:04 WIB
Para tokoh agama Desa Mbalun berbincang bincang soal kerukunan antar umat beragama dengan para pengunjung dari Jakarta yang dipimpin Ketua Umum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)  Eni Maulani Saragih di balai desa Mbalun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Jumat 25 Oktober 2017 lalu.J. OSDAR Para tokoh agama Desa Mbalun berbincang bincang soal kerukunan antar umat beragama dengan para pengunjung dari Jakarta yang dipimpin Ketua Umum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Eni Maulani Saragih di balai desa Mbalun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Jumat 25 Oktober 2017 lalu.


KETUA Umum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, Eni Maulani Saragih, hari Jumat, 6 Oktober 2017 lalu mengundang saya untuk mengadakan perjalanan keliling Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Tempat pertama yang kami injak adalah sebuah desa berpenduduk sekitar 4474 orang. Desa Mbalun namanya.

Desa di kecamatan Turi, Lamongan ini, terletak sekitar empat kilometer utara jalan raya pantai utara (pantura) di kota Lamongan.

Jalan masuk ke desa yang dipimpin Kepala Desa Khusyairi ini bisa dimulai dari sebelah kanan Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan kemudian menyusuri jalan di tepi anak sungai Bengawan Solo.

Sekitar jam empat sore, sinar matahari yang menerobos masuk ke ruang pertemuan balai desa terasa menyengat. Tapi suasana perjumpaan terasa sejuk.

Para tokoh berbagai agama, seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Kong Hucu menyambut kami. Kemudian kami duduk bersila di depan berbagai makanan dari hasil bumi desa itu, singkong, jagung, kacang tanah, ubi dan seterusnya.

Di balai desa itu Kepala Desa, Khusyairi bilang penghasilan terbesar desa ini adalah padi dan ikan laut serta ikan airtawar. Sekitar 90 persen penduduk adalah petani.

“Di bulan Oktober ini nampak puluhan kendaraan truk dari luar desa dan luar Lamongan, nampak diparkir di halaman balai desa ini. Truk-truk itu datang ke sini untuk membeli dan mengangkut padi dan ikan,” ujar Khusyairi kepada Eni Maulani Saragih.

Akibat banyaknya kendaraan besar masuk desa ini, jalan utama desa jadi rusak parah.

“Padahal jalan yang begus sangat kami perlukan saat-saat ini. Sekarang banyak wisatawan datang ke desa ini,” kata Khusyairi.

Wisata religius

Tiga kabupaten di pantai utara Jawa Timur bagian barat, yakni, Gresik, Lamongan dan Tuban adalah bagian dari wilayah tempat tujuan wisata relegius. Di tiga wiayah itu terkenal sebagai tempat dimakamkan beberapa tokoh yang terkenal disebut Wali Songo.

Menurut Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, tiap hari di tiga kabupaten itu didatangi sekitar 10.000 turis yang berjiarah ke makam-makan para Sunan.

Page:
EditorHeru Margianto
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM