Pansus Angket: Jangan Sampai Barang yang Dilelang KPK Bermasalah - Kompas.com

Pansus Angket: Jangan Sampai Barang yang Dilelang KPK Bermasalah

Kompas.com - 26/10/2017, 20:52 WIB
Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunandjar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/9/2017).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunandjar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Angket Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, Pansus masih membutuhkan keterangan lebih lanjut terkait barang rampasan dan sitaan di KPK.

Oleh karena itu, Pansus masih terus mengundang Unit Pelacakan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) di KPK.

"Karena jangan sampai ada hal-hal di kemudian hari ternyata barang-barang yang dilelang tersebut masih bermasalah," kata Agun, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Agun menambahkan, meski KPK sudah melelang beberapa barang sitaan, Pansus merasa perlu mendalami prosesnya dan status barang yang tersisa.

Baca: Setya Novanto Izinkan Pansus Angket KPK Bekerja di Masa Reses

Menurut dia, banyak proses lelang yang tidak sesuai dengan mekanisme.

Ia mengatakan, berdasarkan Undang-undang No 30 Tahun 2002, KPK tak memiliki kewenangan untuk menampungdan merawat barang rampasan serta sitaan.

KPK, kata Agun, juga tidak merawat barang sitaan berupa sebuah pesawat dengan baik sehingga saat ini tak terurus dan nilainya menyusut.

"Harusnya barang-barang rampasan yang seperti itu yang dikelola itu sedapat mungkin tidak boleh nilainya itu susut. Kalau sampai nilainya susut itu merugikan keuangan negara," lanjut politisi Golkar itu.

Kompas TV Ketua Pansus Angket KPK yang juga saksi kasus korupsi KTP elektronik Agun Gunandjar Sudarsa menganggap KPK bekerja tanpa kehati-hatian.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Terkini Lainnya

Partai Komunis China Usul Penghapusan Batas Masa Jabatan Presiden

Partai Komunis China Usul Penghapusan Batas Masa Jabatan Presiden

Internasional
Sandiaga Ogah Komentari Gugatan Konsumen Pulau Reklamasi

Sandiaga Ogah Komentari Gugatan Konsumen Pulau Reklamasi

Megapolitan
'Powerbank' Terbakar di Bagasi Kabin, Penerbangan Ditunda 3 Jam

"Powerbank" Terbakar di Bagasi Kabin, Penerbangan Ditunda 3 Jam

Internasional
Polri Belum Temukan Narkoba di Kapal Win Long yang Ditangkap di Perairan Karimun

Polri Belum Temukan Narkoba di Kapal Win Long yang Ditangkap di Perairan Karimun

Nasional
Bawaslu: Jenjang Karir Ditentukan Pejabat Politik, Netralitas ASN Dilematis

Bawaslu: Jenjang Karir Ditentukan Pejabat Politik, Netralitas ASN Dilematis

Regional
Bawaslu: OTT Anggota KPU dan Ketua Panwaslu Garut Memalukan...

Bawaslu: OTT Anggota KPU dan Ketua Panwaslu Garut Memalukan...

Regional
Polisi Dalami Temuan Silet Terkait Tewasnya Mantan Wakapolda Sumut

Polisi Dalami Temuan Silet Terkait Tewasnya Mantan Wakapolda Sumut

Regional
Menteri Susi Saat Digoda Sandiaga: Ini Anak Muda Kurang Ajar Sama Orang Tua...

Menteri Susi Saat Digoda Sandiaga: Ini Anak Muda Kurang Ajar Sama Orang Tua...

Megapolitan
Koalisi Dog-Meat Free Indonesia Kampanye Melawan Bisnis Daging Anjing di Solo

Koalisi Dog-Meat Free Indonesia Kampanye Melawan Bisnis Daging Anjing di Solo

Regional
'Jika Mereka Menculik 10 Orang, Hanya Satu yang Kembali'

"Jika Mereka Menculik 10 Orang, Hanya Satu yang Kembali"

Internasional
Pemkot Surakarta Jamin Hak Bersepeda Warganya di Jalan Raya

Pemkot Surakarta Jamin Hak Bersepeda Warganya di Jalan Raya

Regional
Dua Terduga Pelaku Pembunuhan Penjual Bakmi di Cipayung Adalah Keponakan Korban

Dua Terduga Pelaku Pembunuhan Penjual Bakmi di Cipayung Adalah Keponakan Korban

Regional
Sandiaga Ingin Rekrut Pelajar NU Jadi Peserta OK OCE

Sandiaga Ingin Rekrut Pelajar NU Jadi Peserta OK OCE

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Terduga Pembunuhan Penjual Bakmi di Cipayung

Polisi Tangkap 2 Terduga Pembunuhan Penjual Bakmi di Cipayung

Megapolitan
Polri : Penyelenggara dan Pengawas Pilkada Jangan Coba-coba Curang

Polri : Penyelenggara dan Pengawas Pilkada Jangan Coba-coba Curang

Nasional

Close Ads X