Gunung Agung Berstatus Awas, Potensi Kerugian Capai Rp 2 Triliun - Kompas.com

Gunung Agung Berstatus Awas, Potensi Kerugian Capai Rp 2 Triliun

Rakhmat Nur Hakim
Kompas.com - 26/10/2017, 19:13 WIB
Warga melintasi perkebunan dengan pemandangan Gunung Agung yang kini masih berstatus awas, di Kota Amlapura, Karangasem, Bali, Kamis (19/10). Selama 28 hari sejak ditetapkan berstatus awas Gunung Agung masih belum menunjukkan erupsi namun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat aktifitas gunung tersebut masih tergolong tinggi. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/aww/17.ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana Warga melintasi perkebunan dengan pemandangan Gunung Agung yang kini masih berstatus awas, di Kota Amlapura, Karangasem, Bali, Kamis (19/10). Selama 28 hari sejak ditetapkan berstatus awas Gunung Agung masih belum menunjukkan erupsi namun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat aktifitas gunung tersebut masih tergolong tinggi. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/aww/17.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) memperkirakan, potensi kerugian karena peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung di Bali mencapai Rp 2 triliun.

Kepala Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kerugian tersebut karena beberapa sektor perekonomian yang berhenti beraktivitas.

Kepala Pusat Data Informas dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Kamis (26/10/2017)Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim Kepala Pusat Data Informas dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Kamis (26/10/2017)
"Kerugian ekonomi akibat meningkatnya status "Awas" Gunung Agung diperkirakan sekitar Rp 1,5 hingga Rp 2 triliun," kata Sutopo, di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Ia mengatakan, potensi kerugian karena berhentinya sektor pariwisata sekitar Rp 264 miliar.

Baca: BNPB: Erupsi Gunung Agung Bisa Jadi Potensi Wisata

Sementara itu, sektor perbankan yang juga terganggu menyumbang potensi kerugian paling besar yakni sekitar Rp 1,05 triliun.

Sedangkan potensi kerugian karena para pengungsi kehilangan pekerjaan diperkirakan sekitar Rp 204,5 miliar.

Selain itu, ada pula kerugian yang disebabkan terabaikannya lahan pertanian, peternakan, dan kerajinan diperkirakan sekitar Rp 100 miliar.

"Lalu berhentinya aktivitas pertambangan, pembangunan di Karangasem, dan kerugian lainnnya sekitar Rp 200 hingga Rp 500 miliar," katat Sutopo.

Kompas TV Puluhan keluarga di dusun Darmaji, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem Bali, kembali menetap di kawasan rawan bencana tiga.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisRakhmat Nur Hakim
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM